SURAT KEPUTUSAN

SURAT KEPUTUSAN
SK DARI MENTERI PERTAHANAN DAN KEAMANAN RI
Tampilkan postingan dengan label yopi cahyono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yopi cahyono. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Desember 2010

Rayakan Natal Jangan Berlebihan Dan Memaksakan Diri

BENGKAYANG. Bagi yang merayakan Natal dengan semangat Natal minimal diharapkan kepada masyarakat semakin baik dalam hal keimanannya sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya. Dalam Natal tahun ini kita memohon kepada Tuhan, untuk memberikan mental, kekuatan dan spiritual kepada kita semua untuk lebih baik kedepannya. merayakan Natal jangan berlebihan dan memaksakan diri untuk menghindari terjadinya utang di toko-toko. Agustinus Naon S Sos Wakil Bupati Bengkayang mengatakan, menyambut Natal dan Tahun Baru mari kita bekerja sesuai bidang masing-masing. Bagi pekerjaan petani, macam mana caranya menjadi petani yang baik Begitu juga pejabat, jadilah pejabat yang baik. “Yang terpenting ialah bagaimana Kabupaten Bengkayang lebih maju dari kabupaten lainnya yang ada di Kalbar. Dalam Natal tahun ini kita memohon kepada Tuhan, untuk memberikan mental, kekuatan dan spiritual kepada kita semua untuk lebih baik kedepannya,” terang Kepala Kantor di Kantor Camat Kabupaten Sanggau 1980 ditemui di Rumah Dinasnya Jalan Guna BaruTrans Rangkang, Senin (27/12). Mantri Polisi Pamong Praja di Kantor Camat Meliau Kabupaten Sanggau Tahun 1980 ini menjelaskan, dalam memaknai Natal, masyarakat harus memikirkan bagaimana massa depannya kelak. Jangan dalam sehari mendapatkan penghasilan seratus ribu rupiah, tetapi menghabiskan 150 ribu rupiah. Ini yang banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat di Bumi Sebalo dan pola piker seperti itu perlu di ubah untuk saat ini. “Masyarakat Kabupaten Bengkayang menyambut Natal tahun ini sangat antusias dan luar biasa sekali. Dengan kesadaran yang tinggi, diharapkan dalam merayakan Natal jangan berlebihan dan memaksakan diri untuk menghindari terjadinya utang di toko-toko,” harap Camat Nanga Taman Kabupaten Sanggau 1985 ini, kemarin. Camat Parindu Kabupaten Sanggau 1990 ini menyarankan, masyarakat Bumi Sebalo harus rajin menabung untuk massa depannya kelak. Apabila mendapatkan anggaran dana yang lebih, lebih baik ditabung jangan foya-foya atau menghambur-hamburkan uang. Apabila sudah banyak masyarakat Kabupaten Bengkayang sadar akan pentingnya menabung dan disiplin, ia yakin pasti semua generasi penerus dapat melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Naon menceritakan saat dirinya masih sekolah, tepatnya pada tahun 1960, ia harus bersekolah di Nyarongkop Singkawang. Kasi Objek dan Daya Tarik Wt Kantor Pariwisata Kabupaten Sambas 1995 ini mengungkapkan waktu itu untuk tamat SMP saja susah payah. Namun, untuk saat ini untuk menamatkan di bangku SMP dan SMA sangat mudah. Pemerintah telah membangun sarana dan prasarana tersebut hampir disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang. Sementara itu, Ketua Umum DAD Bengkayang Drs Kristianus Anyim M Si menambahkan, bagi yang merayakan Natal dengan semangat Natal minimal diharapkan kepada masyarakat semakin baik dalam hal keimanannya sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya. “Bagi masyarakat yang tidak merayakan Natal, lebih meningkatkan rasa toleransi yang lebih baik lagi dengan dibuktikan saling silahturami dan mengunjungi kepada yang merayakannya,” ajak Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang ditemui dikediamannya di Jalan Sanggau Ledo, kemarin. Suami dari Nyonya Anastasia Maria Anyim ini menjelaskan, makna Natal untuk mengingat kembali kelahiran Yesus Kristus. Tentunya, makna jaman dahulu dengan sekarang berbeda. Saat ini, kita harus mengisi hal-hal yang positif dan memberikan motivasi serta semangat terutama semangat keimanan. “Semakin tahun semakin baik, karena hidup ini hanya sementara. Oleh karena itu, selama hidup walaupun berbuat sekecil apapun itu lebih baik daripada tidak sama sekali,” tegas bapak berkacamata putih dan berkumis ini. (cah)

Minggu, 12 Desember 2010

Menkominfo Resmikan 14 desa informasi

Sembiring: Masyarakat perbatasan cerdas dan memajukan pembangunan perekonomian BENGKAYANG. Menkominfo meresmikan 14 desa informasi secara serentak yang dipusatkan di Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Tifatul Sembiring, Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informatika) RI, mengatakan program Desa Informasi merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan akses informasi dan telekomunikasi warga masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah terluar dan perbatasan. "Dengan Desa Informasi ini diharapkan dapat semakin mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan pembangunan perekonomian warga masyarakat yang berada di wilayah-wilayah perbatasan dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan telekomunikasi," ujar Tifatul kepada Equator di Jagoi Babang, Sabtu (11/12). Sembiring menjelaskan, Desa Informasi ini merupakan program Kementerian Kominfo yang difokuskan pada pembangunan fasilitas telekomunikasi dan informatika di desa-desa terpencil khususnya yang berada di wilayah-wilayah perbatasan RI dengan negara-negara tetangga. Sejak dicanangkan pada 2009 yang lalu, Kementerian Kominfo menargetkan pelaksanaan 500 Desa Informasi hingga tahun 2014. Dalam peresmian di Desa Jagoi ini, Kementerian Kominfo juga sekaligus meresmikan 14 lokasi Desa Informasi yang terletak di berbagai wilayah perbatasan RI. Peresmian di Desa Jagoi ini sekaligus menandai telah diluncurkannya 14 Desa Informasi lainnya, yang terdiri dari lima desa di Provinsi Kalimantan Barat, empat desa di Kalimantan Timur, satu desa di Kepulauan Riau, satu desa di Nusa Tenggara Timur, satu desa di Sulawesi Utara, satu desa di Papua, dan satu desa di Maluku Utara. Sementara di Kalbar sendiri ada lima Desa Informasi yang akan diresmikan oleh Menkominfo, di antaranya Desa Informasi di Desa Senaning, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang; kemudian Desa Nibong, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas; Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang; Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu; dan Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Desa informasi lainnya yang juga diresmikan secara simbolis oleh Menkominfo, yakni empat desa di Provinsi Kalimantann Timur, yaitu Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan; Desa Liang Butan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan; Desa Long Loreh, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau. Kemudian desa informasi di Desa Tanjung, Kecamatan Bungutan Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Desa Lenganeng, Kecamatan Tabukan Timur, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Desa Sota, Kecamatan Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, serta Desa Yayasan, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten P Morotai, Provinsi Maluku Utara. Desa Jagoi, adalah desa yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia Timur (Sarawak), untuk menuju ke desa itu memerlukan waktu tempuh sekitar delapan jam perjalanan darat, dari Pontianak - ibu kota Kabupaten Bengkayang enam jam perjalanan, kemudian masih membutuhkan waktu dua jam ke Desa Jagoi Babang. Siaran televisi dan radio di desa tersebut lebih didominasi dari Malaysia karena lokasi desa itu sangat dekat dengan negara tetangga itu. Bupati Bengkayang Suryadman Gidot mengucapkan, terimakasihnya atas dipilihnya Desa Jagoi sebagai pusat peresmian desa informasi dari 13 desa lainnya. Dalam hal ini, suatu kebanggaan bagi pemda dan masyarakat Bumi Sebalo. Selama ini masyarakat Jagoi atau perbatasan hanya mendengar dan melihat informasi dari negara tetangga "Kami berharap dengan diresmikannya desa informasi di Bengkayang bisa menjadi jembatan penghubung kesenjangan informasi dan komunikasi yang saat ini terjadi. Mudah-mudahan kehadiran desa informasi, masyarakat kami bisa menyaksikan perkembangan negaranya sendiri," kata Gidot. Turut hadir dalam peresmian tersebut, antara lain Direktur Utama MNC SkyVision (Indovision) Rudy Tanoesoedibjo, Dirjen Sistem Komunikasi dan Diseminasi Informasi Kementerian Kominfo Bambang Subijantoro, dan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot beserta Kepala SKPD Bumi Sebalo. Saat acara berlangsung, Jagoi Babang di guyur hujan lebat. Sembiring datang ke Jagoi menggunakan helikopter milik Polda Kalbar sebanyak dua buah. (cah)

Jumat, 10 Desember 2010

Rusak Lingkungan Hidup, Denda Tiga Milyar

BENGKAYANG. Niko Prangkas, Ketua LSM Bina LIngkungan Hidup Borneo Kabupaten Bengkayang mengatakan, saat ini semakin maraknya kegiatan pertambangan ilegal di Bumi Sebalo. Selain Dompeng, banyak galian C yang ada di Bengkayang tidak memiliki ijin dari Pemkab sehingga merusak lingkungan hidup. “Parahnya, kini kawasan Hutan Lindung Gunung Pandan Puloh telah masuk pertambangan ilegal yang lebih dikenal dengan glondong. Ratusan set mesin glondong beroperasi disana tetapi tidak pernah di sentuh oleh aparat yang berwenang,” tegas Niko kepada Equator ditemui dikediamannya di Jalan Basuki Rachmat, Kamis (9/12). Niko mengungkapkan, kegiatan penambang emas ilegal yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab di kawasan hutan lindung tersebut telah lama berlangsung. Padahal tidak dapat dipungkiri, kegiatan tersebut telah melanggar hukum. Ia menyarankan, seharusnya aparat hukum segera menindak tegas oknum yang tidak bertanggung jawab yang telah merusak lingkungan hidup. Jangan hanya dompeng dan galian C saja ditindak, tetapi glondong juga harus ditindak tegas. “Glondong sudah nyata-nyata melakukan penambangan di wilayah hutan lindung dan melanggar hukum, tetapi tidak ada ketegasan dari yang berwajib. Sedangkan dompeng yang notabene pemiliknya hanya memiliki modal kecil dirazia. Ini terkesan tebang pilih dalam mengegakkan hukum,” tandasnya. Terkait kegiatan penambangan ilegal yang dilakukan di dalam hutan lindung gunung pandan puloh yang hanya berjarak lima kilo meter dari Ibu kota kabupaten, Heru Pujiono, SKM MKM, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkayang menjelaskan, berdasarkan UU Np 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Pasal 69 ayat 1 huruf a, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan atau pengerusakan lingkungan hidup. “Ancaman pidananya, sesuai dengan Pasal 98 ayat 1, bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, air, air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun. Dan denda paling sedikit tiga milyar rupiah dan paling banyak 10 milyar,” jelas Heru ditemui diruang kerjanya, kemarin. Heru melanjutkan, apabila memang benar ada kegiatan penambangan ilegal di dalam kawasan hutan lindung Gunung Pandan Puloh, masyarakat segera melaporkan hal tersebut secara tertulis kepada pihak berwajib, dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tetapi perlu diingat, pelapor harus mengetahui lebih jauh, apakah wilayah pertambangan ilegal tersebut masuk Kabupaten Bengkayang atau kabupaten lain. Heru kembali menjelaskan, kita harus belajar pengalaman dari daerah lain. Banyak terjadi bencana alam yang diakibatkan pengerusakan lingkungan hidup. Beberapa bulan lalu, terjadi banjir bandang di kota Bengkayang. Masyarakat Bumi Sebalo sudah heboh. Itu tidak seberapa parahnya seperti daerah lain. Oleh karena itu, jangan sampai Hutan Lindung Gunung Pandan Puloh di rusak. Daerah tersebut sangat bermanfaat besar bagi warga yang ada di kota Bengkayang. Selain merupakan hulunya DAS Sebalo, juga statusnya sebagai hutan lindung. “Mari bersama-sama menjaga lingkungan hidup terutama Hutan Lindung Gunung Pandan Puloh yang merupakan sumber mata air warga Bengkayang. Bagi yang melakukan pertambangan didaerah hutan lindung kembalilah kejalan yang benar. Karena secara tidak langsung telah memberikan ancaman kepada masyarakat di sekitarnya. Jika bukan kita, siap lagi yang akan menyelamatkannya,” ajaknya. Heru memprediksikan, apabila sejak dini kegiatan pengerusakan lingkungan hidup di wilayah hutan lindung tersebut tidak di cegah, dimasa yang akan datang, apabila hujan deras gunung tersebut akan hancur dan akan terjadi banjir bandang yang lebih dahsyat lagi. Kota Bengkayang akan diterjang dan tenggelam. Yang rugi ialah masyarakat yang tinggal disekitar DAS Sebalo, bukan investor atau penyandang dana pertambangan ilegal. (cah)

Masuk Pos Badau, Pulang lewat Jagoi Babang

Obaja:Rombongan Borneo Dayak cultural dan Sport Development Committee Sarawak Malaysia Singgah ke Bengkayang BENGKAYANG. Para Rombongan Borneo Dayak cultural dan Sport Development Committee Sarawak Malaysia disambut oleh Asisten III Setda Kabupaten Bengkayang dan kepala SKPD, anggota DPRD Bumi Sebalo, dan tokoh Adat Dayak. Beberapa rombongan sangat puas dengan pelayanan yang disungguhkan Pemda Bumi Sebalo. Dato Sri Edmund Langgu, Ketua Rombongan Borneo Dayak cultural dan Sport Development Committee Sarawak Malaysia dalam bahasa dayak Iban yang diterjemahkan oleh Obaja, Asisten III Setda Bengkayang menjelaskan, kedatangannya dalam rangka safari dengan sejumlah mobil merupakan program kerjasama SESEK MALINDO, dimaan masuk ke Indoensia melalui Pos Imigran Lubuk Hantu-Nangga Badau dengan route Lubok Antu, Lanjak, Sungai Utik, Putus Sibau, Sintang, Pontianak, BengkayangSerikin, Kucing. “Kegiatan ini untukmeningkatkan hubungan baik antar negara bertetangga dan dapat juga sebagai sarana promosi kebudayaaan dan pariwisata yang ada di Kalbar,” kata mantan Timbalan Menteri Pertanian Malaysia, kemarin. Ditambahkan, Mathew Benson Ak Mounsey, Vice President (Wakil Ketua) DAM (Dayak Association Miri) mengatakan, sebanyak 76 orang dan 22 buah mobil dari Sarawak Malaysia melakukan safari Borneo Dayak Cultural dan Sport Development Commite Serawak di Kalbar selama seminggu. “Tujuan kami berkunjung ke Kalbar ialah untuk mempelajari budaya lama dayak. Dimana saat ini di Malaysia terutama adat dan budaya dayaknya telah lama tidak kelihatan dan tidak terpelihara seperti di sini yang selalu melestarikannya,” jelas Mathew kepada Equator di Hotel Lala Golden Bengkayang, Jumat (10/12). Mathew menjelaskan, semua ritual dayak yang dilakukan di Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Pontianak, dan Bengkayang tidak jauh beda dengan nenek moyang kami di Malaysia. Kita orang dayak semuanya serumpun, walau beda negara. Rombongan mulai masuk daerah Kalbar melalui Badau dan kembali melalui Jagoi Babang. Dalam rombongan, ikut serta juga penulis asal malaysia sebanyak dua orang dan wartawan Radio RTM yang sering bercerita tentang adat budaya dayak di Kalbar. “Masyarakat Malaysia berpikir cerita yang dipublikasikan lewat radio RTM hanya reka saja, saya juga dulunya beranggapan begitu. Tetapi semuanya memang nyata dan benar, bukan reka belaka,” beber bapak berbadan gempal dan berkulit sawo matang ini, kemarin. Hasil dari kegiatan ini, akan kami musyawarahkan dan kembali melestarikan adat budaya dayak di negara kami yang selama ini tidak lagi dilakukan ritual adatnya dan kelestariannya. Ini pertama kalinya Mathew datang ke Bumi Sebalo. Rombongan juga menyerahkan bnatuan dua kursi roda untuk Hospital. Ia mengungkapkan, masyarakat dayak di Malaysia sudah banyak tidak lagi mempraktekkan apa yang diperbuat oleh orang dayak yang ada di Kalbar. Dan Mathew sependapat dengan nenek moyangkan yang mengatakan asal dayak dari Sungai Kapuas. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Petrus Diaz menjelaskan, para rombongan akan dituntun sampai ke Kecamatan Jagoi Babang dimana berbatasan langsung dengan Serikin Serawak malaysia. “Rombongan menggunakan kendaraan roda empat yang double gardan karena wilayah yang mereka lalui jalannya rusak berat. Sama halnya dengan jalan provinsi menuju Serikin,” kata bapak berkumis dan berkacamata putih ini. (cah)

PKK Bengkayang Bantu Pengrajin di Lima Kecamatan.

BENGKAYANG. Seselia Ones, Sekretaris PKK Kabupaten Bengkayang mengatakan, seiring banyaknya pergantian kepengurusan di tubuh PKK, maka diadakannya kegiatan pelatihan pengelolaan program dan penyuluhan pemberdayaan kesejahteraan keluarga bagi TP PKK Kabupaten dan Kecamatan selama dua hari di Kantor Bupati Bengkayang. “Tujuan kegiatan ini ialah untuk memberikan pelatihan kepada anggota baru supaya mereka mengetahui apa tugas dan kewajiban mereka sebagai pengurus. Narasumbernya dari Provinsi sebnayak lima orang,” terang Seselia kepadqa Equator di Aula I Lantai II, Jumat (10/12). Seselia menjelaskan, peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 48 orang, yakni 17 pengurus kecamatan , 17 sekretaris di kecamatan, dan PKK kabupaten sebnayak 14 orang. Dengan diadakan kegiatan ini diharapkan para pengurus dapat mengabdikan diri kepada masyarakat sesuai bidang-bidangnya dan bekerjasama dengan instansi terkait. Para pengurus baru wajib dilatih, supaya mereka sama dengan yang lainnya. Apabila mereka terjun kemasyarakat, dapat membina warga di sekitar tempat tinggalnya. Ones merasa tidak mampu menyampaikan materi kepada peserta, oleh karena itu ia meminta tolong kepada PKK Kalbar menyampaikan materi sesuai dengan bidang-bidangnya. Semenjak 10 Agustus lalu hingga sekarang, sudah beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh PKK Bengkayang. Dan saat ini baru lima kecamatan yang dapat dirangkul untuk mengembangkan produk pada masing-masing kecamatan seperti Lumar, Seluas, Jagoi Babang, Sungai Raya Kepulauan, dan Sanggau Ledo. “Beberapa waktu lalu kami ke Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepuluan untuk membantu pengrajin disana. Mereka membuat manisan rumput laut dan pala. Selama ini mereka kesulitan untuk memasarkannya. Oleh karena itu, kami memfasilitasi mereka dengan membelinya dan menjualnya kembali dengan maksud produk mereka dapat lebih dikenal oleh masyarakat di luar Kabupaten Bengkayang,” jelasnya. Ones melanjutkan, di Sungai Keran juga memiliki potensi, yakni amplang ikan tenggiri. Menurut penjelasan pengrajin, mereka kewalahan dalam mendapatkan bahan bakunya sehingga banyak pesanan yang tidak dapat dipenuhi. Ini merupakan potensi besar untuk meningkatkan PAD Bumi Sebalo sekalian mempromosikan produk unggulan di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Sedangkan untuk Kecamatan Lumar, difokuskan produksi tahu dan tempe. Kecamatan Seluas dikembangkan Juah (Orang Dayak Bakati sebutnya Basek), bidai untuk buat alas meja, dan bubu (Orang Dayak Bakati sebut: jo) untuk nangkap ikan di sungai kecil atau parit, tetapi dalam bentuk kecil untuk souvenir. Untuk Kecamatan Jagoi Babang, bidai dan tas yang dianyam. Untuk bidainya tidak jauh beda dengan Seluas. Lain halnya Kecamatan Sanggau Ledo, akan dikembangkan budidaya jamur merang. “Dengan adanya produk unggulan disetiap kecamatan, akan meningkatkan kesejahteraan pengrajin dan menciptakan lapangan kerja bagi pengrajin yang alasan klasiknya susah untuk memasarkan produknya. Bila perlu, mencari bapak angkat kepada pengrajin tersebut supaya usahanya makin berkembang,” kata Ones. (cah)

Kamis, 09 Desember 2010

NAPI Rutan Kelas II B Bengkayang Meninggal

Deni: Saat sembahyang di rumah orang tuanya, sempat mengeluarkan air mata dan lendir dari mulut BENGKAYANG. Apabila kasus sebelumnya sudah dua kali Napi (nara pidana) Rutan Kelas II B Bengkayang berhasil melarikan diri dan sampai kini masih belum ditemui. Kini satu penghuni Rutan menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan ke RSUD Bengkayang karena sakit. Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch SIK mengatakan, memang benar pada Senin (6/12) seorang Nara Pidana Rutan Kelas IIB Bengkayang atas nama Herkulanus Bembo, 22, anak Engges beragama Khatolik, pekerjaan Tani, Suku dayak, beralamat Dusun Sujah Desa Sahan, Kecamatan Seluas meninggal dunia karena sakit. “Bembo di hukum karena kasus 363 (Curi Uang), dan di vonis hukuman selama satu tahun oleh Pengadilan Negeri Bumi Sebalo. Ia baru menjalani hukuman empat bulan penjara, sisa delapan bulan lagi,” terang orang nomor satu baju cokelat di Polres Bengkayang via telepon seluler, Selasa (7/12). Saat awak koran ini menanyakan mengenai hasil visum NAPI tersebut, Nimitch mengarahkan untuk berkoordinasi dengan RSUD Bengkayang. Awak koran Equator dilapangan segera meluncur ke rumah sakit untuk mengetahui hasil visum tersebut. Dari beberapa perawat yang bertugas di IGD (Instalasi Unit Darurat) RSUD Bengkayang saat di tanya oleh Equator , mengakui bahwa ada nama pasien Hekulanus Bembo datang tetapi tidak lagi bernyawa. Kemungkinan, ia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Dari salah satu perawat IGD RSUD Bengkayang yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, untuk rekam medis pasien tidak dimiliki oleh mereka. Semuanya ada di Rutan Kelas II B Bengkayang. Karena yang berwenang untuk menyimpannya adalah mereka. Sedangkan hasil visum telah di ambil oleh pihak kepolisian. “Sabtu (4/12) lalu, Bembo dirujuk kesini, dan semingggu sebelumnya juga pernah masuk IGD. Ia memang sering sakit-sakitan,” aku perawat berkulit putih dan berambut panjang kepada Equator di ruang IGD, kemarin. Meninggalnya Napi atas nama Herkulanus Bembo yang merupakan tanggungjawab Rutan Kelas II B Bengkayang membuat gempar masyarakat Bumi Sebalo. Simpang siurnya penyebab kematian napi tersebut di tengah-tengah warga Bengkayang masih mengalir deras. Berhubung hari libur, instansi terkait yang mengurusi masalah ini tidak dapat ditemui oleh Equator dilapangan. Sementara itu, Deni abang sepupu Bembo menemui Equator di Kantor Bupati Bengkayang mengungkapkan, kematian adik sepupunya itu tidak wajar, selaku pihak keluarga masih menyangsikan keterangan dari pihak selama ini yang mengatakan Bembo meninggal karena sakit. “Apabila memang Bembo meninggal karena sakit, kenapa telinga kanannya mengeluarkan darah dan di bawah telinga kanannya lebam sampai berwarna biru. Ini nyata-nyata tidak wajar, dan kami mempertanyakan hal ini untuk mencari keadilan,” tanya Deni dengan raut sedih, kemarin. Deni menjelaskan, pada Minggu ((5/12), Petrus adiknya Bembo menjengguk ke Rutan Kelas II B Bengkayang, untuk mengantar buah timun dan sayur pucuk timun yang di pesan Bembo, karena ia pegen makan. Setibanya di rutan, penjaga tidak memperbolehkan Petrus melihat Bembo walau mengintip dari luar. Gayus saja yang korupsi uang negara bermilyaran rupiah dapat dengan mudahnya keluar masuk penjara. Mentang-mentang rakyat kecil dan tidak memiliki kekuasaan, pihak Rutan memperlakukan ini kepada masyarakat kecil. Kematian Bembo akan di usut tuntas oleh keluarganya. “Anehnya, saat mayat Bembo disembahyangkan dirumah orang tuanya sekitar pukul 13.00 Hari Selasa (7/12) sebelum di kuburkan, keluar air mata Bembo kiri dan kanan serta lendir dari mulutnya. Paman saya langsung mengusap dengan tisu dari RSUD Bengkayang,” aku bapak berambut ikal dan berkulit sawo matang ini. Kejanggalan-kejanggalan ini menurut logika tidak mungkin terjadi, kenapa orang yang sudah mati dapat mengeluarkan air mata. Deni melanjutkan, besok (hari ini, Red) para pengurus desa dan adat serta tokoh masyarakat Kecamatan Seluas akan menemui Polsek Lumar dan Rutan untuk mendapatkan kejelasan mengenai kematian Bembo. (cah)

Minggu, 05 Desember 2010

PODJ Inginkan Perbaikan Jalan

BENGKAYANG. Ratusan kepala keluarga menggantungkan dirinya pada ojek menuju Serikin Serawak Malaysia dari batas nol Jagoi Babang. Keuntungan para ojek dapat diraup hanya hari Jumat saja, selebihnya kadang tidak dapat uang. PODJ menginginkan jalan provinsi diperbaiki, walaupun perhatian pemerintah di bidang lainnya tidak diperhatikan. Masardi, 32, Ketua Harian PODJ (Persatuan Ojek Desa Jagoi) mengatakan, setiap hari Jumat di batas nol banyak tumpangan yang ingin menuju Serikin. Karena setiap malam sabtu dan minggu ada pasar tumpah di Serikin Kucing Malaysia. “Dari batas nol sampai Serikin dengan jarak 4,5 kilometer, perorang dan barang dikenai biaya 15 ringgit Malaysia atau 40 ribu rupiah. Dan pajak untuk masuk kas PODJ sebesar seribu rupiah. Anggota kami sebanyak 142 orang, dan yang aktif hanya 90 orang,” terang Masardi kepada Equator di pangkalan Ojek batas nol, Minggu (5/12). Ia menjelaskan, pedagang asal Indoensia setiap hari jumat membayar dengan rupiah, sedangkan hari sabtu dan minggu dengan ringgit Malaysia. Pada hari biasa (Senin-Kamis, dan Sabtu), sudah standby di pangkalan ojek jam 06.00 sampai 15.30. Apabila hari Jumat, kadang sampai pukul 03.00. “Kebanyak Pedagang yangmemakai jasa ojek berasal dari Pontianak, Pemangkat, Tebas, Sejangkung, dan Sambas. Para pengguna ojek datang ke batas nol di Jagoi Babang menggunakan kendaraan roda empat. Warga Kabupaten Bengkayang sedikit sekali, hanya membawa sayur dan bidai dengan kendaraan pribadi,” jelasnya. Saat awak koran ini menanyakan, apabila batas sudah di buka dengan resmi, apakah tidak mengganggu pekerjaan yang selama ini digeluti oleh mereka untuk menafkahi keluarga. “Kami belum tau apa yang akan kami lakukan, semuanya tergantung kepada kebijakan pemerintah”tegasnya. Ia mengungkapkan, pergantian pengurus setiap dua tahun seklai. Setiap anggota memiliki hak untuk memilih kepengurusan baru, tidak lama lagi akan diadakan pemilihan pengurus PODJ setelah Pilkades Jagoi Babang. Sementara itu, No Liu, 28, Warga Desa Jagoi Babang yang juga anggota PODJ, ia hanya dua hari sebagai ojek, yakni pada hari Jumat dan Minggu. Hari lainnya sebagai petani seperti noreh, dan bercocok tanam yang laku di jual di Serikin seperti jahe, kunyit, lada, dan cabe. “Selama ini, pemerintah baik pusat, provinsi, bahkan kabupaten tidak pernah memperhatikan mereka. Terutama bantuan untuk PODJ. Para pengojek tidak meminta lebih kepada pemerintah, mereka hanya meminta jalan diperbaiki dengan baik. “Selama ini, jalan diperbaiki tetapi dalam hitungan bulan sudah hancur lagi. Entah kapan baru bagus jalan di sini. Seharusnya pemerintah mengawasi para kontraktor yang mengerjakannya, yang merasakan ialah masyarakat disini, bukan pusat atau provinsi,” keluhnya. Walaupun daerah perbatasan selalu di anak-tirikan oleh pemerintah, tetapi warga di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia masih mencintai NKRI. Jangan sampai masyarakat di wilayah perbatasan berpaling ke lain hati dan memilih WNM (Warga Negara Malaysia). Oleh karena itu, pemerintah segera melakukan perbaikan dan mengawasi segala program sampai ke lapangan, jangan hanya menerima laporan di atas meja saja. Pepatah mengatakan, “Lebih baik Terlambat, Dari Pada Tidak Sama Sekali”. (cah)

Sabtu, 04 Desember 2010

Proyek Multiyears Tak Terealsiasi, Mati Masyarakat Bengkayang

BENGKAYANG. Agustinus Naon S Sos Wakil Bupati Bengkayang mengatakan, berharap proyek multiyears untuk tahun 2010-2102 yang mencakup pelaksanaan penanganan jalan dan jembatan dengan cara kontrak tahun jamak pada ruas jalan diantaranya, peningkatan jalan Sambas-Subah-Ledo sepanjang 4,2 km (Rp12.488,3 miliar) dan ada juga peningkatan jalan Sanggau Ledo-Seluas-Batas Serawak sepanjang 4,60 Km, dengan anggaran biaya Rp 6.478 miliar, dapat terealisasikan. “Apabila ini tidak teralisasikan, mati kita masyarakat Kabupaten Bengkayang. Selama ini, jalan tersebut rusak berat dan akses satu-satunya bagi warga untuk mobilitas keluar daerah,” ungkap Naon kepada Equator diruang kerjanya, Rabu (1/12). Sementara untuk pengawasan teknis 2010, peningkatan jalan Sambas-Subah-Sanggau Ledo I anggaran biaya Rp242.645 juta. Peningkatan jalan Sambas-Subah-Sanggau Ledo II Rp242.645 juta. Dan peningkatan jalan Sanggau Ledo-Seluas-Batas Serawak Rp242.942 juta. Ia berharap jalan tersebut segera dibangun. Karena masyarakat akan sulit meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan kondisi jalan yang rusak berat. Besarnya biaya atau ongkos yang dikeluarkan masyarakat untuk menjual hasil pertaniannya diakibatkan jalan yang rusak. Sementara itu, Akai, 27, Warga Desa Tebuah Marong Kecamatan Ledo mengungkapkan, rusaknya jalan provinsi di daerahnya membuat masyarakat kesulitan untuk menjual hasil pertaniannya baik menuju Sambas maupun Bengkayang. “Apabila musim hujan, jalan dipenuhi genangan air dan lumpur. Sedangkan musim kemarau, diselimuti debu. Harga sembako otomatis naik dikarenakan besarnya biaya angkut apabila belanja di warung. Mau belanja di Sambas atau Bengkayang takut barang-barang belanjaan rusak dan tercecer di jalan karena situasi jalan yang rusak parah,” keluh bapak dua anak ini ditemui di Jalan Jerendeng AR Bengkayang, kemarin. Ditambahkan Ucok, 32, sopir bus umum jurusan Pontianak-Seluas, ia mengeluh dengan banyaknya jalan yang rusak berat. Terutama pada jalan Sanggau Ledo-Seluas. Ia harus berhati-hati saat melalui lubang yang mengangga seperti kolam ikan. “Aku heran kenapa jalan provinsi kok seperti ini, tidak seperti akses jalan Pontianak-Anjungan yang mulus tanpa ada lubang yang mengangga. Pemerintah segera memperbaiki kondisi jalan ini, jangan lagi bertele-tele. Pengguna jalan seperti saya ini yang setiap hari lalu-lintas dijalan tersebut terkuras tenaganya, belum lagi ban bocor dikarenakan batu cadas di jalan yang berlubang. Pendapatan sehari tidak sebanding dengan perbaikan kendaraan karena situasi jalan seperti ini,” sarannya. (cah)

Selasa, 30 November 2010

Workshop Pendidikan Pemilih Pemula, KPU Undang SMA/SMK Di Bengkayang

BENGKAYANG. Selama ini masyarakat banyak beranggapan pemilu atau tidak, sama saja. Dengan adanya workshop pendidikan pemilih pemula pada siswa-siswi, dapat berangapan pemilu sebagai sarana demokrasi dalam memilih pemimpin kedepan bukan hanya rutinitas. KPU mengudang delapan SMA/SMK baik negri maupun swasta yang ada di ibu kota Kabupaten Bengkayang. Ketua KPU Bengkayang, Eddy A SH mengatakan, hari ini (kemarin, Red) rapat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait yang berlangsung alot di Lala Golden. Dari 17 camat yang di undang,dua tidak hadir dan diwakilkan oleh Sekretaris Camat yakni Kecamatan Ledo dan Jagoi Babang. Sedangkan Kakan Kesbangpol-linmas, Kepala BPS tampak hadir dalam kegiatan ini hanya Kadisdisdukcapil berhalangan dikarenakan ikut kegiatan di Batam mengenai e-KTP. “Ada dua hasil rapat tadi, mengenai data pemilih, kedepan antara KPU dan Pemerintah Daerah Bengkayang terutama Disdukcapil harus saling berkoordinasi terlebih dahulu untuk mengeluarkan DPS (Daftar Pemilih Sementara) untuk diumumkan ke publik. Sedangkan mengenai rekrutmen penyelengara pemilu di tingkat kecamatan, camat siap memfasilitasi proses penerimaan pendaftaran dan penggunaan aula kantor camat untuk calon-calon anggota PPK” terang Eddy usai rapat, Selasa (30/11). Eddy menjelaskan, kegiatan KPU bukan sampai disini saja, Rabu (1/12) akan dilanjutkan dengan workshop pendidikan pemilih pemula pada tempat yang sama. Sebanyak delapan SMA/SMK baik negeri maupun swasta sebagai perwakilan yang ada di ibu kota Bengkayang di undang untuk menghadiri acara ini. Masing-masing sekolah wajib mengutus enam siswa-siswinya. Adapun SMA yang diundang dalam kegiatan ini ialah SMA Negeri satu dua, dan tiga. SMA Swasta adalah SMA Shalom, Borneo dan Fransiskus Asisi. Serta SMK Negeri satu dan SMK PSD Bengkayang. “Kegiatan ini bertujuan menyampaikan kepada pemilih pemula mengenai pemahaman soal-soal pelaksanaan pemilu baik Pileg, Pilpres, maupun Peilukada. Selain itu mereka dapat memahami hak dan kewajiban dalam pemilu. Karena selama ini pemilih di Kabupaten Bengkayangdapat digolongkan menjadi tiga golongan yakni pemilih pragmatis, rasional dan emosional,” jelas bapak tiga anak ini, kemarin. Eddy menerangkan, pemilih pragmatis ialah orang memilih salah satu pemimpin karena diberi duit. Pemilih rasional adalah pemilih yang berdasarkan hati nuraninya yang benar dan berpengaruh bagi pemilih. Sedangkan pemilih emosional, memilih pemimpin karena masih keluarga, kerabat, teman suku, dan seagama. Kedepan, masyarakat Bengkayang dapat memilih pemimpin dengan cara rasional. Devisi Hukum KPU Bengkayang ini berharap setelah mengikuti kegiatan ini pemilih pemula dapat menjadi agen perubahan. Karena selama ini masyarakat banyak beranggapan pemilu atau tidak sama saja. Siswa-siswi dapat berangapan pemilu sebagai sarana demokrasi dalam memilih pemimpin kedepan bukan hanya rutinitas. (cah)

Tambahan Biaya Ditanggung Masyarakat, Subsidi Salah Arah Dan Formulasi

BENGKAYANG. berkaitan dengan adanya opini masyarakat yang menolak konversi minyak tanah ke elpiji sehubungan dengan sosialisasi yang disampaikan oleh pertamina maka pada prinsipnya kita menyambut baik rencana konversi tersebut karena hal tersebut merupakan salah satu kebijakan nasional yang patut didukung pelaksanannya didaerah. tambahan biaya ditanggung masyarakat, subsidi salah arah dan formulasi. Yakobus, Kabag Umum dan Protokol Setda Bengkayang mengatakan, mengingat perubahan bahan bakar tersebut bukan hanya berdampak pada efisiensi biaya subsidi yang ditanggung oleh negara tetapi juga berdampak pada perubahan perilaku masyarakat. Hal ini perlu mendapat kajian yang lebih matang karena masyarakat kita terutama di Kabupaten Bengkayang baik dipedesaan maupun perkotaan dan terutama dipinggiran kota keberadaan minyak tanah bukan hanya sebagai bakar untuk kegiatan didapur tetapi juga sebagai satu satunya bahan bakar untuk penerangan dimalam hari. Ia menjelaskan, dalam menerapkan kebijakan konversi tersebut maka perlu dipertimbangkan beberapa hal seperti Ketersediaan elpiji dan sistem pelayanan distribusi. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat sebagai bahan bakar elpiji sangat membantu kegiatan dalam rumah tangga, oleh karena itu perlu dipersiapkan terlebih dahulu unit unit penyalur sehingga dapat dipastikan elpiji dapat diperoleh setiap saat dan disemua tempat yang terjangkau oleh masyarakat. “Mengingat bahwa penyebaran pemukiman penduduk sebagian besar berada didaerah pedesaan yang orbitrasi dan aksesnya menuju pasar sangat terbatas, akan berdampak pula pada panjangnya jalur distribusi yang pasti berdampak pada besaran biaya yang ditanggung, oleh karena itu perlu dipikirkan tambahan biaya tersebut apakah menjadi beban pemerintah atau masyarakat pengguna jika menjadi beban masyarakat maka subsidi menjadi salah arah dan salah formulasi” ungkap Yakobus di ruang kerjanya, Selasa (30/11). Minyak tanah disamping digunakan sebagai bahan bakar tetapi juga digunakan sebagai sumber penerang khususnya dibeberapa daerah terutama didaerah pedesaan yang selama ini belum teraliri listrik, lain hal dengan daerah yang telah teraliri listrik. Jika demikian maka perlu alternatif kebijakan lain yang perlu dipertimbangkan dalam rangka konversi minyak tanah ke elpiji sehingga tidak berdampak pada sulitnya masyarakat memperoleh bahan penerangan alternatif. “Sangat dimaklumi jika terjadi penolakan masyarakat terhadap rencana konversi ini, namun jika dijalankan dengan terintegrasi dengan penyiapan perangkat penunjang maka sangat memungkinkan kedepan konversi ini dilaksanakan tanpa merugikan pihak lain dalam hal ini khususnya masyarakat Kalbar pada umumnya dan Kabupaten Bengkayang khususnya,” terangnya. Egarius, Anggota DPRD Bengkayang mengatakan, sangat tidak setuju adanya program dari pemerintah pusat tentang koversi minyak tanah ke elpiji tiga kilogram masuk ke Bumi Sebalo. Penolakan ini sangat beralasan apabila berbicara kenyataan di lapangan. “Akses jalan yang masih belum memadai menjadi alasan utama, jalan dari ibu kota Kecamatan Siding ke kecamatan lain saja masih jalan tikus. Apa lagi jalan antar desa,masih jalan cacing. Macam mana mau membawa elpiji tiga kilogram apabila tidak ada jalan darat yang dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat,” terang Egarius dari Dapil III ditemui Equator di ruang kerjanya, Selasa (30/11). Egarius yang merupakan asli dari Desa Sungkung Kecamatan Siding ini menjelaskan, pemerintah mau memberikan elpiji tiga kilogram, macam mana cara untuk membawa sampai ke pedalaman perbatasan. Jangan mau menyamakan Kalimantan dengan pulau Jawa yang sampai ke pedalaman sudah lancar akses daratnya. (cah)

Senin, 29 November 2010

Warga Sungkung Miliki KTP Malayisa

BENGKAYANG. 65 tahun Indonesia merdeka, dan 11 tahun sudah Bengkayang menjadi kabupaten. Namun, akses jalan yang ada di Kecamatan Siding masih amat sangat memperihatinkan. Karena akses ke Malaysia lebih baik di bandingkan ke kecamatan yang ada di Indoensia, banyak warga Sungkungbekerja di negeri jiran dan membuat KTP Malaysia untuk keamanan masuk dan keluar Malaysia. Egarius, Anggota DPRD Bengkayang mengatakan, apabila melihat hasil pembangunan antara jaman penjajahan Belanda dan saat ini setelah Indonesia merdeka, lebih enak masih di jajah oleh kolonial Belanda. “Saat Indonesia masih di jajah Belanda, telah dibangun jalan padat karya oleh Belanda walaupun dalam pengerjaannya dengan sistem Rodi. Masyarakat Sungkung merasa, setelah Indoensia merdeka tidak pernah diperhatikan,” ungkap legislator Demokrat dari dapil III ini, Jumat (26/11). Egarius menjelaskan, masyarakat Kecamatan Siding merasa dianaktirikan oleh pemerintah. Sampai saat ini, belum terealisisi untuk membuat jalan di daerah perbatasan. Akses jalan lebih baik menuju Malaysia dibandingkan ke kecamatan lain yang ada di Bengkayang. “Hampir 50 persen warga Sungkung memiliki KTP ganda yakni dari Indonesia dan Malaysia. Hal ini dilakukan untuk memudahkan mereka untukmasuk ke negara jiran saat mencari nafkah di sana dengan aman dan tidak tertangkap,” bebernya. Banyak masyarakat Sungkung bekerja di Malaysia, segala barang kebutuhan seperti sembilan bahan pokok pun banyak berasal dari negeri jiran. Untuk menjual hasil pertanian pun kebanyakan masyarakat Sungkung lebih memilih ke Malaysia dan Kabupaten Sanggau Kapuas dibandingkan ke Kabupaten Bengkayang. Alasan akses jalan tidak ada menjadi faktor utamanya. Parahnya, warga di Sungkung pada khususnya dan Kecamatan Siding umumnya yang tidak bersekolah masih banyak tidak tahu menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka lebih hafal untuk menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia. Yang hafal menyanyikan lagu Indonesia Raya hanya yang telah bersekolah saja. ironisnya, nama pemimpin seperti Bupati, Gubernur sampai ke Presiden aja mereka tidak tahu. Masyarakat disana lebih mengenal ringgit dibandingkan rupiah. Latar belakang tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah merupakan faktor utama mereka begitu. (cah)

Minggu, 28 November 2010

Muscab I Hanura, Stepanus Aty Terpilih Sebagai Ketua DPC Hanura Bengkayang

Oleh: Yopi Cahyono S Hut BENGKAYANG. Musyawarah Cabang I Partai Hanura Kabupaten Bengkayang pada tanggal 27 November 2010 dengan tema melalui Muscab I Partai Hanura Kabupaten Bnegklayang kita bangun organisasi yang solid berhati nurani dan merakyat di semua tingkatan demi terwujudnya kemandirian bangsa dan kesejahteraan rakyat untuk memenangkan Pemilu 2014. Pimpinan sidang ialah Marsum SH dari DPD Kalbar, Sekretaris Sidang Geradus, dan anggopta Iwan, Budi, dan Patinus Ujik. Kegiatan berlangsung di Rumah Makan Lesehan Mandiri Bengkayang. Sebanyak 11 PAC hadir dalam Muscab I Hanura kali ini. Karena ketua PAC yang lain lolos CPNS. Saat Muscab, Stepans Aty SE MM terpilih kembalimenjadi Ketua DPC HAnura Kabupaten Bengkayang dengan di dampingi oleh Yakobus Sitoli sebagai Sekretaris dan Yahuda sebagai Bendahara. Baharuddin Nahris Ketua DPD Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) Kalimantan Barat mengatakan, kita harus tetap bersatu supaya Hanura semakin besar. Untuk membesarkan Partai Hanura, prasyarat untuk lebih besar uialah soliditas. Soliditas merupakan bagian dari komunikasi intensif. “Soliditas berfungsi untuk saling menetahui perkembangan Hanura untuk massa yang akan datang. Bagaikan duri dalam daging apabila tidak ada soliditas di dalam partai kita. Mari bagun solidaritas dengan syarat di dalamnya seiring dan seirama, jangan takut kehilangan kader. Karena kita akan dilirik oleh kader dari partai lain,” terang Nahris, Sabtu (27/11). Nahris melanjutkan, kepengurusan yang solid dan kompak mencerminkan seia dan sekata karena tantanganke depan sangat ketat. Mari kita jaga kekompakan, semuanya dapat di sesuaikan dengan komunikasi. Ingat, partai berkembang apabila seluruh kader yang ada kompak. Ia berharap, pada 2014 mendatang, seluruh daerah pemilihan yang ada di Kabupaten Bengkayang masing-masing mewakili minimal satu kadernya yang duduk di DPRD Bumi Sebalo. Bila perlu, satu fraksi sehingga Partai Hanura dapat menjadi Ketua legislative seperti di Maluku Utara, dimana semua kabupaten disana, Ketua DPRDnya dari Hanura. Minimal untuk 2014, dapat duduk menjadi wakil ketua di legislatif. “Mulai saat ini, atur strategi, benahi insfrastruktur untuk maju. Supaya dapat menjadi pemenang. Jangan hanya menjadi pengusung, tetapi jadilah pemain di Kabupaten Bengkayang. Untuk Pemilukada 2015 mendatang, usahakan ada calon bupati, bukan wakil bupati,” tegas Nahris. Oleh karena itu, saksi merupakan ujung tombakkita, cari orang-orang atau simpatisan yang militan untuk menjadi saksi di TPS, itu yang kita harapkan kelak. Ingat, pesan Ketua Umum Partai Hanura, Haji Wiranto, jangan gunakan cara parlemen jalanan yang menggunakan massa untuk demo. Tujuan utama adalah bagaimana caranya dapat masuk menjadi anggota legislative, baik kabupaten, provinsi maupun pusat. Selaku kader, jangan minder dengan partai lainnya, dan jangan memikirkan Hanbura dari mana, tetapi dimana Hanura. Sebuah partai politik, diutamakan kerja dengan cerdas, bukan bekerja keras. Silakan kalian bersuara lantang untuk kepentingan rakyat. Kriting yang membangun mencerminkan bukti nyata kalian peka terhadap situasi dan kondisi di masyarakat Bumi Sebalo. “Dekati media massa dan sering mempublikasikan diri, karena Itu juga dapat menjadi laporan saya kepada pusat. Berpolitik sama juga dengan makan cabe. Target 2014 Hanura dapat lebih unggul lagi, karena partai lain banyak yang akan ditinggalkan oleh figurnya, bahkan ada yang tersangkut kasus Gayus Tambunan,” sarannya. Tempat sama, Stepanus Aty SE MM, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bengkayang 2010-2015 menambahkan, kita harus bersatu, berjabat tangan dan bahu membahu untuk tetap eksis di kancah politik di Indoensia umumnya dan khususnya di Bumi Sebalo. Hanura memiliki kader terbaik saat ini, tetapi untuk 2015 mendatang, kita memiliki kader terbaik untuk maju mencalonkan diri menjadi pemain di Pemilukada Bengkayang. “Baru tiga tahun berdiri, Hanura di Bengkayang menelurkan tiga wakilnya duduk di parlemen saat pemilu legislative 2009 lalu. Satu orang yakni saya di DPRD Kalbar, duanya ialah Yakobus Sitolin dari Dapil I dan Geradus menjadi anggota legislative Bumi Sebalo dari Dapil III. Partai Hanura dan Partai Demokrat berkoalisi dan berhasil memenangkan pada Pemilukada Bengkayang 2010, ini merupakan prestasi yang sangat fantastis,” ungkap legislator Kalbar ini.

Kabupaten Bengkayang Miliki 3 Kecamatan Belum Merdeka

BENGKAYANG. Susahnya mobilitas menuju suatu daerah, membuat terhambat pembangunan di segala bidang. Mobilitas jalan yang kurang memadai merupakan factor utama penyebab lambannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedalaman sehingga masih banyak warga Bumi Sebalo yang miskin karena tidak dapat menjual hasil pertaniannya. Bagi masyarakat Bumi Sebalo yang merasa terpanggil dengan melihat situasi dan kondisi saat ini, dapat bergabung untuk menyuarakan gerakan kepedulian bersama Nasdem. Ir Martinus Khiu, Inisiator Pembentukan Pengurus Organisasi Masyarakat (Ormas) Nasional Demokrat di Kabupaten Bengkayang mengatakan, melihat kondisi NKRI saat ini baik dari aspek pemerintahan, maupun lainnya yang cenderung lamban untuk bertindak, terutama di Bumi Sebalo dimana masih banyak daerah yang belum tersentuh pembangunan. “Kabupaten Bengkayang memiliki Sumber Daya Alam melimpah sedangkan masyarakat masih banyak yang miskin. Melihat situasi tersebut, saya terasa tersentuh dan prihatin melihat situasi saat ini. Oleh karena itu, sebagai ormas, Nasdem ingin membangun politik solidaritas, menggerakkan ekonomi emansipatif dan partisipatif serta menumbuh-kembangkan budaya gotong royong,” jelas Khiu ditemui di kediamannya di Jalan Sanggau Ledo No. 5, Minggu (28/11). Khiu menjelaskan, kita harus menata kembali demokrasi melalui partisipasi rakyat dari tingkat lokal hingga terbentuknya solidaritas nasional baik itu melalui jalur partai politik maupun non-partai politik. Untuk mewujudkan itu semua, kita semua harus bersama-sama memantapkan reformasi birokrasi sebagai pelayan rakyat dan bukan alat kekuasaan. “Kabupaten Bengkayang memiliki tiga kecamatan yang masih belum merdeka yakni Suti Semarang, Siding dan Lembah Bawang. Ironisnya, hampir setiap kecamatan se-Kabupaten Bengkayang memiliki daerah terisolir. Susahnya mobilitas menuju suatu daerah, membuat terhambat pembangunan di segala bidang. Mobilitas jalan yang kurang memadai merupakan factor utama penyebab lambannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedalaman sehingga masih banyak warga Bumi Sebalo yang miskin karena tidak dapat menjual hasil pertaniannya,” ulasnya. Bagi masyarakat Bumi Sebalo yang merasa terpanggil dengan melihat situasi dan kondisi saat ini yang ada di Kabupaten Bengkayang, bahkan NKRI yang makin memperihatinkan ini, dapat bergabung untuk menyuarakan gerakan kepedulian bersama Nasdem. Organisasi ini bukan partai politik, tetapi hanya ormas, siapapun boleh menjadi anggota. Baik pekerjaannya PNS, TNI, Polri, Petani, Swasta, Nelayan, Pemulung, Buruh, maupun pengurus parpol. Untuk menjadi keanggotaan tidak terbatas, sesuai dengan ART Nasdem Pasal 1, setiap WNI yang telah mencapai usia 17 tahun atau sudah kawin yang menerima AD, ART, Program Umum, dan Peraturan Organisasi Nasdem serta bersedia untuk bergabung secara aktif, melaksanakan setiap keputusan organisasi, dapat mendaftar untuk menjadi anggota Nasdem. (cah)

Sabtu, 27 November 2010

Kapuas Hulu Perlu Dimekarkan

BENGKAYANG. Luas Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu seluruhnya adalah 29.842 kilometer persegi yang merupakan 20,33 persen dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat (146.807 Km2). Secara Administratif Surat Keputusan Bupati Kapuas Hulu Nomor 143 Tahun 2007, Kabupaten Kapuas Hulu di bagi menjadi 25 Kecamatan, 4 Kelurahan, 208 Desa dan 547 Dusun. Dengan luasnya wilayah dan tidak meratanya pembangunan, pemekaran wilayah merupakan solusinya. Obaja SE MSi, Ketua P3KPU (Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Perbatasan Utara) Kapuas Hulu Kalbar mengatakan, tata kelola pemerintahan yang kurang responsive bagi kepentingan public dapat mengakibatkan dampak yang serius. Bukan hanya menimbulkan masalah kekacauan system manajemen pemerintahan tetapi degradasi kemakmuran dalam bentuk kondisi sosial ekonomi masyarakat yang memperihatinkan. “Kerangka untuk menjawab sejumlah persoalan daerah yang sering muncul akibat luasnya wilayah dan banyaknya jumlah penduduk. Oleh karena itu, pemekaran merupakan salah satu solusinya. Kabupaten Kapuas Hulu, sesungguhnya punya modal utama meningkatkan kemakmuran, meski harus melepaskan sebagian wilayahnya untuk kepentingan pemekaran,” Mantan Kasi Perekonomian Kantor Pembantu Gubernur Wilayah I Sintang Kalbar 1998-1999 ini ditemui di kediamannya di Jalan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang Nomor 8, belum lama ini. Mantan Staff bagian Keuangan Setda Kabupaten Sintang 1992-1995 ini menjelaskan, untuk mengatasi problem manajerial dalam system pemerintahan daerah, ada dua pendekatan yang harus dilakukan, yakni mencari kepala daerah yang benar-benar responsive terhadap kepentingan public dan agenda pemekaran. Secara teroritis, pemekaran dilakukan untuk memperpendek rentang kendali antara pengambil kebijakan dan masyarakat. Dengan demikian, akan terjadi peningkatan responsitivitas birokrasi terhadap kepentingan rakyatnya. Secara geografis dan otomatis dari pemekaran kabupaten Kapuas Hulu, mempersempit atau membagi wilayah administrasi kenegaraan. Adapun kecamatan yang akan masuk daerah pemekran ialah Embaah Hulu, Batang Lupar, Badau Empanang, dan Puring Kncana. Kelima kecamatan tersebut merupakan wilayah perbatasan line merah dengan Serawak Malaysia. Dengan radius yang relative terbatas, tingkat penduduknya bukan hanya terbatas, tetapi akan lebih memudahkan sekaligus memaksimalkan system pelayanan untuk kepentingan public. Daerah pemekaran ini akan lebih mudah melakukan pemetaan berbagai masalah, investarisasi sekaligus mengkalkulasi potensi daerahnya untuk kepentingan kemakmuran rakyat. “Bagi Kapuas Hulu, sesungguhnya punya modal utama meningkatkan kemakmuran, meski harus melepaskan sebagian wilayahnya untuk kepentingan pemekaran. Seperti yang diamanatkan oleh Konvensi Bali, keberadaan hutan di Kapuas Hulu bagian utara di jadikan paru-paru dunia. Ini bukan untuk pengekangan terhadap daerah dan masyarakat, tetapi untuk memanfaatkan hutan dan memeliharanya semaksimal mungkin,” saran Asisten III Setda Kabupaten Bengkayang ini. Obaja menerangkan, maksimalisasi tata kelola akan berpengaruh sangat konstruktif bagai kepentingan daerah dan masyarakatnya. Karena mampu menjangkau berbagai sector strategis dan potensial serta menjadi pintu masuk pemberdayaan daerah sekaligus rakyatnya yang berbasiskan pontensi wilayah pemekaran yang berkaitan erat dengan SDM, SDA dan SDB (Sumber Daya Buatan). “Kita menyaksikan sejumlah besar potensi alam yang dapat dirancang bangunkan lebih baik untuk misi kemakmuran. Baik itu dari bidang pertanian, perikanan darat pemanfaatan sungai, dan tata kelola sumber daya hutan. Bayang-bayang kemakmuran itu semuanya tergantung dari kebersamaan semua pihak,” katanya. Perlu diketahui, secara umum Kabupaten Kapuas Hulu memanjang dari arah Barat ke Timur, dengan jarak tempuh terpanjang kurang lebih 240 Km dan melebar dari Utara ke Selatan kurang lebih 126,70 Km serta merupakan Kabupaten paling Timur di Provinsi Kalimantan Barat. Jarak tempuh dari Ibukota Provinsi adalah kurang lebih 657 Km melalui jalan darat, kurang lebih 842 Km melalui jalur aliran sungai kapuas dan kurang lebih 1,5 jam penerbangan udara. (cah)

Porseni PGRI, Suti Semarang Absen

BENGKAYANG. Dalam rangka HUT PGRI ke-65 Tahun 2010 di Kabupaten Bengkayang, PGRI mengadakan Porseni PGRI, kali ini dipusatkan di Kecamatan Samalantan. Sebanyak 1030 orang dari 16 Kecamatan mengirimkan atlitnya, sedangkan Kecamatan Suti Semarang untuk tahun ini absen.. Utin SPd, Ketua Panitia Porseni PGRI 2010 mengatakan, Kegiatan Porseni PGRI bertujuan untuk mempererat Silahturahmi keluarga besar PGRI Kab. Bengkayang, mengembangkan potensi dan bakat para guru khususnya di bidang olahraga dan seni. Kegiatan diikuti oleh 16 Pengurus Cabang PGRI se-Kabupaten Bengkayang, yang mana Kontingen dari Kecamatan Sei Raya sebanyak 63 orang, Sei Raya Kepulauan 92 orang, Capkala 50 orang, Monterado 66 orang, Samalantan 100 orang, Sei Betung 62 orang, Bengkayang sebanyak 127 orang, Teriak 64 orang. “ Lumar 65 orang, Ledo 55 orang, Seluas 51 orang, Jagoi Babang 64 orang, Siding 42 orang dan Tujuh Belas 100 orang sedangkan Kecamatan Suti Semarang tidak mengirimkan Kontingen,” terang Utin, Senin (22/11). Silverius Sinoor SH MH selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang mewakili Bupati Bengkayang membuka Porseni PGRI, pukul 09.00 di halaman SD Negeri 01 Samalantan menuturkan, bahwa kegiatan yang dihelat dalam rangka memperingati Hari Guru Internasional 5 Oktober 2010, HUT PGRI, serta Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2010 mendatang. “Kegiatan ini merupakan bentuk manifestasi sikap kebersamaan dalam menjalin solidaritas dan soliditas diantara guru, tanpa memandang asal guru, baik negeri maupun swasta, latar belakang pendidikan, agama, ras, dan lain-lainnya” ujarnya. Porseni PGRI Tahun 2010 berlangsung selama tiga hari 22-24 November 2010, Dengan empat cabang yang dipertandingkan antara lain Sepak Bola (Putra dan Putri), Volly (Putra dan Putri), Tenis Meja (Putra dan Putri) serta Paduan Suara. Sinor kembali menegaskan, peran guru sungguh besar dan sangat menentukan karena guru merupakan salah satu faktor yang strategis untuk menentukan keberhasilan, mempersiapkan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa. (cah/humas)

Selasa, 23 November 2010

Bengkayang Kota Terselubung

BENGKAYANG. Dengan rekoleksi, iman Kristiani dapat tumbuh dan berkembang dalam kehidupan menggereja sehingga menjadi dewasa guna membawa perubahan dan pembaharuan tingkah laku dari yang lama berganti baru. Bengkayang seperti kota terselubung, walaupun hanya kota kecil, tetapi anak-anak di bawah umur banyak yang hamil di luar nikah. Dahlia Sag, Ketua WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) Kabupaten Bengkayang periode 2010-2013 mengatakan, generasi muda terutama remaja di Bumi Sebalo saat ini sangat memprihatinkan sekali. Dikarenakan pergaulan bebas, narkoba, dan iman remaja semakin merosot. “Sebagai Ketua organsiasi wanita Katolik dan seorang ibu, saya sangat tergugah untuk membantu remaja yang ada di Kabupaten Bengkayang supaya mereka tidak terjerumus dengan pergaulan bebas dan narkoba. Dengan bentuk nyatanya, kami membuat program penyuluhan ke kost, asrama kepada remaja,” ungkap Dahlia yang juga Guru Agama Katolik SMP Negeri 1 Bengkayang ini, Selasa (23/11). Dahlia menjelaskan, untuk merealsiasikan program ini, ia meminta bantuan kepada pihak kepolisian dan Polisi Pamong Praja yang ada di Bengkayang untuk membantu mereka dalam memberikan penyuluhan dan pengawasan dan bimbingan tentang bahayanya pergaulan bebas dan narkoba. Oleh karen itu, peran serta orang tua dalam mengawasi dan membimbing anaknya sangat dibutuhkan. Tidak dapat dipungkiri, mayoritas siswa dan siswi yang bersekolah di ibu kota kabupaten Bengkayang dan ibu kota kecamatan,banyak berasal dari daerah pedalaman. Mereka indekos dan ada yang tinggal di asrama ataupun keluarga. “Bengkayang seperti kota terselubung, walaupun hanya kota kecil, tetapi anak-anak di bawah umur banyak yang hamil di luar nikah. Ini merupakan beban moral bagi kita semua. Apabila dari sejak dini kita tidak membimbing dan mengawasi mereka, niscaya akan lebih banyak lagi korban dari pergaulan bebas dan narkoba,” jelasnya. Banyak contoh kejadian-kejadian yang sangat memilukan hati, beberapa bulan lalu, anak di bawah umur di perkosa di Kecamatan Ledo, di Bengkayang, baik yang bersekolah di SMA, dan SMK negeri atau swasta, belum ujian nasional sudah hamil di luar nikah. Parahnya, ada yang membunuh bayinya sendiri karena ibunya masih sekolah dan laki-laki yang menhamilinya tidak bertanggungjawab. Upaya memperkuat iman dalam menghadapi era perubahan yang semakin komplek dimasa ini serta berusaha menjaring pengaruh negative dari adanya perubahan tersebut, beberapa waktu lalu, Minggu (14/11), Kepengurusan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Bengkayang menggelar rekoleksi atau pendalaman iman bagi para anggotanya di Aula Paroki Santo Pius X. Kegiatan yang digelar selama satu hari ini menghadirkan pembicara Katekise Theresia dari Paroki Santa Bernadetta, Cileduk, Jakarta. Serta dengan jumlah peserta 139 orang Wanita Katolik yang berasal dari 11 Ranting WKRI. “Pembinaan iman melalui rekoleksi ini bertujuan akhir untuk memperkuat iman wanita Katolik dalam interaksi mereka, baik dalam keluarga, masyarakat maupun lingkungan luar lainnya dengan menemukan kebehargaannya dengan damai terhadap dirinya sendiri dan orang sekitarnya,” tuturnya. (cah)

Selasa, 09 November 2010

P2DTK Kecamatan Teriak Adakan Liga Sepakbola

BENGKAYANG. Wujud nyata yang dilakukan oleh PNPM-P2DTK Kecamatan Teriak untuk mengembangkan sepakbola diancungi jempol terutama bagi para pemuda begitu antusias sekali terbukti saat pendaftaran bakal calon tim sepak bola. Lingga, Ketua PNPM-P2DTK Kecamatan Teriak mengatakan, saat ini mulai melirik program olahraga khususnya dibidang olahraga sepak bola, dimana saat ini kalau dilihat dari minat dengan olahraga persepakbolaan ini terutama bagi para pemuda begitu antusias sekali terbukti saat pendaftaran bakal calon tim sepak bola langsung diserbu oleh peminat. Adapun Tujuan dari diadakannya kejuaraan sepakbola ini adalah untuk menjaring calon-calon pemain terbaik khususnya untuk Kecamatan Teriak, serta memupuk rasa kebersamaan antar masing-masing Pemuda yang ada di tiap-tiap desa se kecamatan Teriak. “Dukungan dari semua Stagholder yang ada di Kecamatan Teriak untuk ikut mensukseskan kegiatan ini, jika memang kejuaraan ini nanti sukses kemungkinan besar akan kita adakan setiap tahun”, terang Lingga, belum lama ini. Ia menjelaskan, adapun rentang kegiatan selanjutnya adalah pencabutan undi pada tanggal 12 November 2010 dimana saat ini telah mendaftar 21 tim yang berasal dari masing-masing desa, pertandingan nanti akan diadakan dengan sistem gugur, pertandingan perdana akan kita buka pada tanggal 14 November 2010 direncanakan akan dibuka langsung oleh Camat Teriak serta disaksikan oleh Muspika Kecamatan seperti Kapolsek, Danramil, masyarakat, serta Fasilitator Kecamatan P2DTK Teriak. Kegiatan ini sangatlah baik karena dengan adanya kejuaraan seperti ini para pemuda di Kecamatan Teriak akan lebih mengutamakan olahraga dibanding dengan menghabiskan waktunya dengan kegiatan yang menjurus kepada hal-hal negatif. Tempat sama, Heru Kamaruzzaman SE Ketua Pemuda dari Organisasi Kepemudaan “Sejaret Never Dies” menjelaskan, menyambut positif niat P2DTK yang telah memasukan program kerjanya untuk olahraga di Kecamatan Teriak. “Diharapkan setiap tahun agar bisa dilaksanakan dan tidak luput dari pintanya adalah kalau bisa di Kecamatan Teriak harus bisa mempunyai lapangan sepak bola yang bisa di pakai buat bermacam-macam kegiatan baik itu untuk kegiatan olahraga maupun,” harapnya. Lapangan tersebut yang sangat strategis dengan lokasi terdekat kota Kecamatan dan Kabupaten Bengkayang. Adapun lapangan yang ada saat ini menurutnya masih merupakan lapangan tradisional yang tidak tertata dengan rapi serta jauh dari Lokasi Strategis dari Pusat Pemerintahan. Dengan adanya lapangan sepakbola itu nanti bisa mengakomodir semua kegiatan baik itu yang berupa kegiatan pemerintahan maupun masyarakat Kecamatan Teriak pada khususnya serta seluruh masyarakat Kabupaten Bengkayang pada umumnya. Lokasi perencanaan lapangan tersebut sudah kita rembuk dengan semua pemilik tanah tersebut beberapa waktu dahulu saat rapat pembentukan organisasi kepemudaan “Sejaret Never Die’s” di Desa Dharma Bhakti Kecamatan Teriak. “Sekarang tinggal proses pelepasan tanah saja lagi. Seluruh lapisan Organisasi Kepemudaan “Sejaret Never Dies” sangat mengharapkan bantuan dan kerjasamanya untuk merealisasikan lapangan tersebut, terutama harapnya kepada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ini untuk memasukan program-program yang berbasis kerakyatan di tahun anggaran berikutnya,” jelasnya. Adapun hadiah yang akan di dapat dalam kejuaran ini ialah Juara satu sampai empat akan mendapat uang sebesar dua juta rupiah, satu juta, tujuh ratus lima puluh ribu dan lima ratus ribu rupiah. Besarnya biaya pendaftaran hanya dua puluh lima ribu rupiah.(cah)