SURAT KEPUTUSAN
SK DARI MENTERI PERTAHANAN DAN KEAMANAN RI
Minggu, 15 Mei 2011
Majukan Olahraga Bengkayang Dengan Menggandeng Pengusaha
BENGKAYANG. Dengan dukungan dari seluruh pecinta olahraga dan peran serta Pemda Bengkayang bersama pihak swasta, olahraga di Kabupaten Bengkayang akan cepat maju dan berkembang serta menelurkan atlit yang berprestasi gemilang. Berikut wawancara reporter Harian Equator Biro Bengkayang, Yopi Cahyono bersama Ketua Umum KONI Bengkayang periode 2011-2015 terpilih, Ir Martinus Khiu di Sekretariat KONI Bengkayang yang beralamat di Jalan Sanggau Ledo:
Apa perasaan anda setelah resmi dikukuhkan menjadi Ketua KONI Kabupaten Bengkayang?
saya sangat berbangga hati karena teman-teman pecinta olahraga telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin KONI Bengkayang empat tahun mendatang. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pecinta olahraga yang ada di Bumi Sebalo karena telah mempercayakan tugas ini kepada saya.
Apa program kerja anda selama empat tahun kedepan?
Untuk program jangka pendek, saya bersama pengurus KONI Bengkayang untuk melakukan penyusunan program kerja sesuai dengan tugas dan bidang masing-masing. Setelah itu, pembenahan internal juga perlu dilakukan untuk kemajuan olahraga Bumi Sebalo.
Sedangkan jangka panjang, bersama-sama pengurus kabupaten pada masing-masing cabang olahraga untuk memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana latihan untuk para atlit. Kemudian pembangunan gedung satu atap. Hal ini dimaksud untuk pengurus KONI Bumi Sebalo dan ke 25 Pengkab yang ada untuk bekerja memajukan olahraga di kabupaten kita. Dan mewujudnya cita-cita Bupati Bengkayang Suryadman Gidot untuk memiliki atlit yang membawa nama harum Bumi Sebalo baik di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
Macam mana caranya anda bersama pengurus KONI Bengkayang lainnya untuk mengembangkan olahraga di Bumi Sebalo, sedangkan dana hibah dari Pemda Bengkayang sangat terbatas. Untuk memperbaiki sarana dan prasarana olahraga saja sulit, apalagi mengadakan dan mengikuti event olahraga baik di kabupaten maupun provinsi?
Dengan dukungan dari seluruh pecinta olahraga dan peran serta Pemda Bengkayang bersama pihak swasta, saya yakin olahraga di Kabupaten Bengkayang akan cepat maju dan berkembang serta menelurkan atlit yang berprestasi gemilang. Walaupun dana terbatas, dengan peran serta pihak pengusaha dan investor yang mau menyumbang untuk kepentingan olahraga, apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud.
Baru-baru ini, dalam rangka memeriahkan HUT Pemda Bengkayang ke-XII, kita bersama-sama Pemda Bengkayang dan pengusaha serta perusahaan menyelenggarakan beberapa event olahraga local maupun kejurda. Sebagai contoh, Kejurda renang di kabupaten Landak Maret kemarin tiga atlit kita yag dikirim dapat meraih tiga perunggu, padahal PRSI Kabupaten Bengkayang belum lama terbentuk dan atlitnya semua dari putra Bumi Sebalo yang sedang menuntut ilmu di Penjaskes UNTAN. Kemudian, 30 April dan 1 Mei, kita bekerjasama dengan perusahaan rokok Win Mild menyelenggarakan Maraton lima kilometer dan 10 kilometer serta Kejurda Gasstrack Serie ke-II di Sirkuit Alam Bengkayang, dan kegiatan tersebut sukses berkat kerjasama seluruh pecinta olahraga di Bumi Sebalo.
Kabupaten Bengkayang banyak memiliki atlit yang berbakat dan potensial di segala cabang olahraga, macam mana caranya anda menggali para atlit yang pontensial dan berbakat tersebut?
Beberapa waktu lalu Bupati Bengkayang meminta saya untuk menyelenggarakan event olahraga setiap bulan. Kini kita memiliki 25 cabang olahraga, dalam setahun ada 12 bulan, jadi satu bulan ada dua sampai tiga cabor yang dapat kita selenggarakan event olahraga. Selain itu, ke-25 cabor wajib memiliki kepengurusan sampai ke tingkat kecamatan, bila perlu sampai ke desa. Dan secretariat pengkab harus jelas sehingga pecinta olahraga dapat berdiskusi untuk memajukan olahraga di Kabupaten Bengkayang.
Untuk mendapatkan atlit yang berbakat dan potensial, kejuaraan dilakukan dari tingkat kecamatan. Karena saat itulah kita dapat melihat bakat dan potensial yang ada pada atlit. Selain itu, event olahraga terprogram dari kecamatan sampai ke tingkat kabupaten sehingga dengan seringnya atlit mengasah kemampuannya, semakin menambah jam terbang dan pengalamannya dalam bertanding. Dengan terpogramnya jadwal petandingan, masyarakat dengan sadar akan membuat club atau team serta rutin latihan sehingga saat event berlangsung atlit dapat mengukir prestasi yang gemilang. Oleh karena itu, masing-masing cabor yang ada kita tekankan untuk membuat program kerja dan aktif menyelenggarakan kejuaraan dari tingkat kecamatan.
Sertijab Dan Lanud Singkawang II
Rusamsi: prajurit dapat menjalankan peran dan tugas dengan baik serta dapat memahi peran dan fungsinya dengan benar
Bengkayang. Pesawat Helly Super Puma NAS 332/H 3214 yang dipiloti Kapten Pnb Ronald dan copilot Lettu Pnb Cahyo tepat pukul 06.53 WIB, Kamis (12/5) berangkat menuju Lanud Singkawang II. Pesawat yang berhome base di Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja, Bogor membawa Panglima Komando Operasi TNI AU I (Pangkoopsau I) Marsekal Muda (Marsda) TNI Dede Rusamsi dan Ketua PIA AG Daerah I Koopsau I Ibu Dede Rusamsi beserta rombongan. Dengan tujuan menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danlanud Singkawang II dari Mayor Lek Harry Markonery kepada Mayor Lek Agus Rian Herdiana.
Ikut serta mendampingi Pangkoopsau I antara lain : Asops Kaskoopsau I Kolonel Pnb Agus Munandar, Aspers Kaskoopsau I Kolonel Pnb Jefry Yandi, Kaku Kaskoopsau I Kolonel Adm Sophian Kohar, Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Kustono S.Sos dan ibu, para pejabat dan pengurus PIA AG dan Yasarini Koopsau I.
Marsekal Muda Dede Rusamsi mengatakan, pergantian jabatan merupakan perisitiwa penting dan sebagai bagian dari mekanisme organisasi. Pergantian itu juga sebagai pembinaan kedirgantaran di tubuh TNI Angkatan Udara di Indonesia.
“Dengan pembinaan yang dilakukan, diharapkan semua prajurit dapat menjalankan peran dan tugas dengan baik serta dapat memahi peran dan fungsinya dengan benar. Pergantian ini, saya berharap semuanya dapat menjalankan tugas dengan baik," kata Dede ditemui usai Sertijab, Kamis (12/5).
Mayor LEK Agus Rian Herdiana Dan Lanud Singkawang II mengungkapkan, siap untuk menjalankan tugas. Kedepan ia berkeinginan Lanud Singkwang II sebagai Lanud Pangkalan Laju, karena selama ini Lanud Singkawang dua hanya sebagai Lanud Operasi Udara.
“Maksudnya ialah sebagai pendukung operasi udara yang dilakukan. Untuk menjadi landasan laju itu, saat ini kondisi belum maksimal, karena belum memiliki landasan pacu yang cukup untuk take off," jelas Agus, kemarin.
Sebagai komandan baru untuk bertugas di tempat yang baru, merasa bangga diberikan mandat oleh pimpinan. Walaupun kondisi yang dihadapi di daerah baru jauh lebih minim dari lokasi tugas sebelumnya.
“Kondisi minim itu terutama terlihat pada fasilitas yang ada. Walau fasilitas disini sangat tertinggal dengan Pulau Jawa, saya tetap merasa bangga, karena saya bisa menambah pengalaman dan bisa mengenal warga yang baru," ungkapnya.
Mayor Lek Markonery Mantan Dan Lanud Singkawang II berharap mudah-mudahanan dengan ada pergantian ini ada inovasi dan kereativitas yang baru dari pejabat baru. Ia menyarankan pada penggantinya untuk bekerja lebih maksimal dari pejabat sebelumnya.
“Kerja yang baik juga harus ditunjukkan oleh para anggota, diharapkan anggota yang ada di Lanud Singkawang II untuk tidak elek-elakan. Anggota harus berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditentukan, bila koridor itu dilanggar maka akan terdaji kekacauan dalam kerja organisasi,” terang Harry.
dari pantauan awak koran ini dilapangan, saat sertijab berlangsung dihadiri Bupati Kabupaten Bengkayang Suryadman Gidot, Kapolres Bengkayang AKBP Mosyan Nimitch, Ketua DPRD Bengkayang Sebastinus Darwis, serta beberapa pejabat lainnya, baik dari kalangan TNI/Polri ataupun dari kalangan sipil.
Mayor Lek Agus Rian Herdiana resmi menggantikan Mayor Lek Markonery sebagai Komandan Lanud Singkawang II. Serah terima jabatan (Sertijab) dua komandan ini dilakukan oleh Panglima Komando Operasi Satu, Marsekal Muda Dede Rusamsi, di markas Lanud Singkawang II yang terletak di Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang,
Sebelum menjadi Komandan Lanud Singkawang II, Mayor Lek Agus Rian Herdiana menduduki jabatan sebagai Ps Kapaslat Wing 3 Lanud Iswahyudi, Madiun. Sementara itu, Mayor Lek Markonery akan menduduki jabatan baru sebagai Dansat Komlek Kohanudnas, Jakarta. (CAH)
Bahasa Hakka Bengkayang Unik Dan Mudah Dimengerti
BENGKAYANG. Berbekal suara, pengusaha asli Bengkayang ini berkreasi dengan lagu berbahasa Hakka. Lagu lagu itu kini telah menyebar di Kabupaten Bengkayang dan mendapatkan sambutan baik dari warga. Bahasa Hakka Bengkayang unik dan mudah dimengerti.
Yakobus Sitolin, Anggota DPRD Bengkayang menerangkan, kami wakil rakyat akan mendukung siapapun orangnya yang ingin berbuat baik dan memajukan Bumi Sebalo, tidak memandang asal dan usul baik itu etnis maupun agama.
“Andi Max perlu terorgansir dalam mengolah manajemennya, supaya tetap eksis dan membawa harum nama Bengkayang. Bila perlu dirikan sekolah music atau mendirikan studio rekaman untuk generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang tarik suara dan tarian, baik itu etinis Jawa, Dayak, Melayu, Tioghoa dan suku lainnya di BUmi Sebalo,” saran legislator dari Partai Hanura Dapil I ini ditemui di Kadin BUmi Sebalo, Senin (9/5) .
Andy Max, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Bengkayang mengatakan, punya cara lain untuk memperkenalkan Kabupaten Bengkayang, karena melalui Kadin sudah berbagai macam dilakukan untuk membawa nama harus Bumi Sebalo di Indonesia bahkan dunia. Berbekal suara, pengusaha asli Bengkayang ini berkreasi dengan lagu berbahasa Hakka. Lagu lagu itu kini telah menyebar di Kabupaten Bengkayang dan mendapatkan sambutan baik dari warga.
"Lewat lagu saya ingin memperkenalkan Bengkayang. Lagu ini menggunakan bahasa Hakka, dan Hakka di Bengkayang mempunyai keunikan tersendiri, tidak seperti di Bangka dan Belitung yang sama bahasanya tetapi logatnya berbeda," jelas Andy saat ditemui di Kantor Kadin Bengkayang, Senin (9/5).
Andy menjelaskan,bahasa Hakka dari Bengkayang yang unik karena bahasa itu mudah dikenal dan di mengerti apabila dibandingkan dengan daerah lain, ini karena Bahasa Hakka ini tidak ditemukan di daerah China. Bahasanya sudah dicampur dengan tekanan atau logat yang ada satu-satunyaada di Bumi Sebalo.
Untuk memperkenalkan Hakka itu, Andy Max dengan berbekal rekomendasi dari Pemerintah Bengkayang melalui di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata membuat lirik lagu dengan bahasa Hakka. Kini lagu lagu tersebut telah dialbumkan dan dicetak dalam seribu kepingan VCD.
"Untuk awal, kita mencetak seribu keping dahalu, dan kita tidak mencari keuntungan. Dalam album perdana terdapat dua belas lagu, semuanya berbahasa Hakka. Lagu lagu itu berjudul Mo Liong Sim, Sam Nyit,Lo Lo Sim Siang Ho, Mung, Oi Chin Mo Po Chong, Good Bye my Love, San Kheo Jong, A Ko, Hakka Cu Chon, Hiung Jin, Thian Pian Thi Pian, Thian Ti Thi Ti,” beber Andi, kemarin.
Andi melanjutkan, lagu berbahasa Hakka itu pertama di dunia, di Indonesia, di Kalimantan Barat, juga di Bengkayang. Kita bangga dengan lagu bahasa Hakka yang kita miliki ini. Di Bengkayang mayoritas etnis cina kek. Cina kek merupakan sub suku warga tioghoa, seperti suku dayak yang sub sukunya ada dayak bakati, kanayath, benyadu, iban, dan lainnya.
“Bengkayang bagaikan mutiara di dalam lumpur, bnayak pendatang yang ingin menjadi warga Bumi Sebalo. Melihat situasi dan kondisi tersebut, kenapa kita asli orang Bengkayang yang sejak lahir dan dibedarkan disini tidak mau mengembangkan bakat dan minat untuk mengharum kabupaen kita. Mungkin orang bilang saya bermimpi, tetapi awal dari kesuksesan harus berani bermimpi dan realisasikan mimpi tersebut,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat ia akan melauncing lagu hasil karyanya sendiri. Dan ia tidak takut dibajak oleh pembajak lagu yang sudah menjamur di Indonesia. (cah)
Terbatasnya SPBU di Bengkayang Dampaknya BBM Langka
BENGKAYANG. Papan yang bertulisan Bensin dan Solar Habis sudah pemandangan biasa bagi warga ibu kota Kabupaten Bengkayang. Dalam satu SPBU di Bumi Sebalo, melayani beberapa kecamatan. Ini membuat cepat habisnya BBM yang ada di SPBU.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengatakan, keterbatasan jumlah SPBU di ibu kota Bumi Sebalo menjadi langkanya keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga saat ini. Sehingga pasokan BBM untuk daerah Bengkayang hanya sedikit dan tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
“SPBU dalam kota Bengkayang hanya satu-satunya saja di Jalan Sanggau Ledo, sedangkan masyarakat yang membeli BBM tersebut bukan hanya dari warga Bumi Sebalo saja tetapi penduduk Kabupaten Landak juga menyerbu ke sini,” ungkap Gidot di temui di Kantor Camat Bengkayang, belum lama ini.
Ketua Umum DPC Demokrat Kabupaten Bengkayang ini menjelaskan, warga Kabupaten Landak yang banyak membeli BBM di SPBU Bengkayang yang berada di Jalan Sanggau Ledo berasal dari Simpang Tiga sampai ke Tunang. Sedangkan masyarakat Bumi Sebalo dari Kecamatan Bengkayang, Lumar, Ledo, Teriak, Suti Semarang dan Sungai Betung.
“Wajar saja stok BBM di SPBU cepat habis karena satu-satunya di kota Bengkayang. Sedangkan SPBU yang ada di Kecamatan Sanggau Ledo melayani beberapa kecamatan seperti Tujuh Belas, Ledo, Seluas, Siding, dan Jagoi Babang,” terangnya.
Ia melanjutkan, SPBU yang berada di Kecamatan Samalantan melayani beberapa kecamatan yakni Capkala, Monterado, dan Lembah Bawang. Sama halnya di Kecamatan Sungai Raya. Oleh karena itu, perlu adanya penambahan jumlah SPBU yang ada di Kabupaten Bengkayang pada umumnya dan ibu kota pada khususnya.
Apabila tidak ada pengusaha yang mampu untuk membuka SPBU baru di Bengkayang, Pertamina seharusnya membantu terlebih dahulu untuk membukanya, jangan masyarakat yang menjadi korban dikarenakan keterbatasan BBM. Gidot berseloroh, tunggu ia menjadi Direktur Pertamina akan ia realisasikannya.
“Apabila dulu stock BBM terbatas karena di muara Jungkat ada kapal yang karam, kini kita tidak tahu alasan apa lagi yang membuat langkanya BBM. Depot Pertamina saat ini hanya satu-satunya di Pontianak, apa salahnya dipercepat pembangunan Depot Pertamina di Tanjung Gundul supaya tock BBM di Kalbar tetap terjaga dan aman,” saran Suami dari femi Oktaviani Gidot ini, kemarin.
Gidot yang pernah menjabat sebagai Wakil BUpati Bengkayang periode 2005-2010 ini mengungkapkan, dengan hanya satu saja SPBU di Bumi Sebalo dan pemiliknya hanya mampu membeli beberapa ribu liter saja dapat menjadi langkanya stock BBM. Parahnya, selama ini hanya buka dari pukul 06.00 sampai 22.00, tidak seperti di ibu kota provinsi yang banyak jumlah SPBUnya dan ada yang buka 24 jam.
Gidot tidak mau menyusahkan warga dengan dilarangnya masyarakat membeli BBM dengan jeriken, karena banyak rakyat Bumi Sebalo yang tidak memiliki motor dan mobil. Ditambah masih banyaknya daerah terisolir di Kabupaten Bengkayang karena akses jalan darat masih belum dibuka. Jalan menuju ibu kota kecamatan saja seperti Siding, Suti Semarang, dan Lembah Bawang saja masih belum dapat dilalui kendaraan roda empat apalagi jalan dari ibu kota kecamatan ke desa dan dusun.
“Mayoritas masyarakat Kabupaten Bengkayang membeli BBM dengan jeriken terutama yang tinggal di daerah terisolir untuk menghidupkan mesin yang digunakan penerangan pada malam hari dan pabrik padi. Karena kita ketahui besama, yang menikmati penerangan listrik dari PLN hanya sebagian saja,” ulas bapak dua anak ini. (cah)
Kamis, 05 Mei 2011
DPRD Brebes Jawa Tengah Kunker ke Bengkayang
Darwis: Produk unggulan Bumi Sebalo ialah rumput laut dan jagung
BENGKAYANG. Kabupaten Bengkayang sangat berabngga hati, karena disambangi oleh para legislator dari pulau Jawa yang paling banyak jumlah penduduknya di Provinsi Jawa Tengah. Wakil rakyat dari Brebes ialah dalam rangka kunjungan kerja, dan silahturami serta melihat perkembangan otonomi daerah yang baru terutama di Bumi Sebalo.
Sebastianus Darwis SE MM, Ketua DPRD Bengkayang mengatakan, hari ini ia bersama wakil rakyat Bumi Sebalo sangat berbangga hati dikarenakan telah kedatangan tamu dari Kabupaten Brebes. Karena, Kabupaten Brebes adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Luas wilayahnya 1.657,73 km², jumlah penduduknya sekitar 1.732.719 jiwa (2010).
“Maksud kedatangan para wakil rakyat dari Brebes ialah dalam rangka kunjungan kerja, dan silahturami serta melihat perkembangan otonomi daerah yang baru terutama di Bumi Sebalo,” terang Darwis ditemui diruang kerjanya, Rabu (4/5).
Darwis melanjutkan, Kabupaten Brebes memiliki produk unggulan seperti di bidang pertanian dan perikanan. Mereka ingin mengetahui lebih dekat lagi mengenai pertumbuhan perekonomian di kabupaten yang notabene merupakan wilayah perbatasan Indonesia dan Negara lain.
Selain itu, para wakil rakyat dari Brebes ingin mengetahui lebih jauh mengenai situasi dan kondisi Kabupaten Bengkayang yang kondusif, kebutuhan tenaga kerja dari luar terutama pada perusahaan perkebunana kelapa sawit.
“Produk unggulan Bumi Sebalo ialah rumput laut dan jagung, sedangkan Kabupaten Brebes ialah telur asin dan ikan. Intinya, mereka ingin mengetahui lebih jauh potensi pertanian dan perikanan di Kabupaten Bengkayang,” jelas putra sulung Jacobus Luna ini.
Ketua DPRD Brebes, Komisi dua dan empat yang menyambangi Bumi Sebalo juga membicarakan mengenai pendidikan dan kesehatan. Ditambah Kabupaten Bengkayang terkenal dengan daerah transmigrasi dimana warga dari transmigrasi banyak yang sukses setelah hijrah dari pulau Jawa ke kabupaten kita. (cah)
Rabu, 04 Mei 2011
Dekranasda Lindungi Hak Paten dan Merk Pengrajin Bengkayang
BENGKAYANG. Bertempat di lantai IV Aula II Kantor Bupati Satu Atap Bengkayang, sebanyak 37 orang Pengurus Dekranasda Kabupaten Bengkayang Periode 2010-2015 resmi dilantik. Acara Pelantikan berlangsung tepat pukul 08.30 dan dihadiri oleh Para Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Bumi Sebalo serta beberapa perwakilan organisasi wanita. Dekranasda dapat melindungi hak paten dan merk pengrajin yang ada di Bumi Sebalo.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengatakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah sebagai Mitra Kerja Pemerintah merupakan kelompok pencipta, pecinta dan peminat seni kerajinan dalam masyarakat yang mempunyai persamaan dan kehendak untuk mengembangkan seni produktivitas dan pemasaran kerajinan Indonesia sesuai dengan kebijakan Pemerintah.
“Dekranasda dapat berupaya aktif dan bekerja keras dalam rangka meningkatkan daya cipta serta ketrampilan dibidang kerajinan. Kemudian membina, meningkatkan, mempromosikan dan memasarkan hasil-hasil kerajinan. Mengembangkan potensi usaha kerajinan yang merupakan sumber kehidupan masyarakat dan membina masyarakat perajin di Bumi Sebalo,” harap Suami dari femi Oktaviani Suryadman Gidot ini di Satu Atap, Senin (3/5)
Wakil Bupati Bengkayang periode 2005-2010 ini melanjutkan, Dekranasda juga harus melestarikan dan mengembangkan warisan sejarah seni kerajinan dan budaya bangsa terutama dengan mengakar kepada budaya daerah lokal itu sendiri yaitu seni dan dan budaya masyarakat Bumi Sebalo. Yang tidak kalah pentingnya, harus mampu melakukan Perlindungan Hukum atas Karya Cipta dengan cara menfasilitaskan perajin untuk mendapatkan hak atas kekayaan intelektual Hak Paten dan Merk.
"Saya menilai bahwa Dekranasda Kabupaten Bengkayang selama ini telah melakukan hal-hal positif, antara lain ikut serta dalam berbagai kegiatan pameran berskala daerah dan nasional yang mengedepankan dan menampilkan produk dan kerajinan keunggulan daerah, melakukan pembinaan bagi perajin khususnya komoditi tas rotan dan tikar bidai, melakukan pemasaran hasil-hasil kerajinan lokal dan menjajaki berbagai hak untuk kerja sama baik dengan Pemda Bumi Sebalo maupun dengan pihak luar,” sarannya.
Dekranasda juga harus mampu membuat terobosan berbasis kerakyatan dengan mengedepankan membina usaha kecil dan menengah sehingga terciptalah rasa sense of belongin (rasa memiliki) masyarakat, membuat program kerja tahunan dengan berbagai kegiatan dan tentunya dengan mengedepankan anggaran berbasisi kinerja.
Untuk kedepan, pengurus dekranasda periode ini dapat berkarya dan berbuat lebih giat dan kreatif dalam bidang kerajinan sebagai salah satu unsur daripada ekonomi kreatif yang diharapkan dapat membuka kesempatan kerja bagi angkatan kerja di Pedesaan sebagai salah satu alternatif diluar sektor Pertanian.
Ketua Panitia Pelantikan, Bernadetha,SH MH membeberkan, sebenarnya SK dari Ketua Dekranasda Propinsi Kal-Bar tentang Pelantikan Kepengurusan Dekranasda Kabupaten Bengkayang sudah terbit sejak Tanggal 16 Desember 2010. Namun beberapa kendala teknis maka baru Tanggal 3 Mei 2011 inilah Pelantikan Kepengurusan dapat dilaksanakan.
“Beberapa kegiatan sudah jalan dan ini dikarenakan sebagian dari Pengurus adalah Pengurus Lama. Jadi sudah memahami sistem kerja Dekranasda, yang selama ini telah dilaksanakan,” jelas Bernadetha.
Perlu diketahui, dasar pelantikan pengurus Dekranasda Kabupaten Bengkayang ini adalah berdasarkan SK Ketua Dekranasda Propinsi Kal-Bar Nomor 57 Tahun 2010 Tentang Pelantikan Kepengurusan Dekranasda Kabupaten Bengkayang. Adapun susunan Kepengurusan terdiri dari, Ketua Ny Femy Suryadman Gidot SE, Wakil Ketua I Ny Kristina Agustinus Naon, Wakil Ketua II Ny Dra Anastasia Maria Anyim.
Ketua Harian adalah Bapak Drs M Syarief Rahman, Sekretaris Nn Bernadetha SH MH, Sekretaris II Ny Cesilia Ones, Bendahara I Nn Wati,SE, Bendahara II Ny Yuminawati AMd. Bidang Program dan Pengembangan Produk dikoordinatori oleh Ny Yustina Ita Wurini STP MM, Bidang Pameran, Produksi dan Kerjasama dikoordinatori oleh Yan SSos MSi, Bidang Humas dan Publikasi dikoordinatori oleh Drs Pinus Samsudin, Bidang Pengembangan Usaha dan Perbankan dikoordinatori oleh Agustinus BDN.
(cah/Humas Bky)
Senin, 02 Mei 2011
Majukan Olahraga Bengkayang Dengan Menggandeng Pengusaha
BENGKAYANG. Dengan dukungan dari seluruh pecinta olahraga dan peran serta Pemda Bengkayang bersama pihak swasta, olahraga di Kabupaten Bengkayang akan cepat maju dan berkembang serta menelurkan atlit yang berprestasi gemilang. Berikut wawancara reporter Harian Equator Biro Bengkayang, Yopi Cahyono bersama Ketua Umum KONI Bengkayang periode 2011-2015 terpilih, Ir Martinus Khiu di Sekretariat KONI Bengkayang yang beralamat di Jalan Sanggau Ledo:
Apa perasaan anda setelah resmi dikukuhkan menjadi Ketua KONI Kabupaten Bengkayang?
saya sangat berbangga hati karena teman-teman pecinta olahraga telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin KONI Bengkayang empat tahun mendatang. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pecinta olahraga yang ada di Bumi Sebalo karena telah mempercayakan tugas ini kepada saya.
Apa program kerja anda selama empat tahun kedepan?
Untuk program jangka pendek, saya bersama pengurus KONI Bengkayang untuk melakukan penyusunan program kerja sesuai dengan tugas dan bidang masing-masing. Setelah itu, pembenahan internal juga perlu dilakukan untuk kemajuan olahraga Bumi Sebalo.
Sedangkan jangka panjang, bersama-sama pengurus kabupaten pada masing-masing cabang olahraga untuk memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana latihan untuk para atlit. Kemudian pembangunan gedung satu atap. Hal ini dimaksud untuk pengurus KONI Bumi Sebalo dan ke 25 Pengkab yang ada untuk bekerja memajukan olahraga di kabupaten kita. Dan mewujudnya cita-cita Bupati Bengkayang Suryadman Gidot untuk memiliki atlit yang membawa nama harum Bumi Sebalo baik di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
Macam mana caranya anda bersama pengurus KONI Bengkayang lainnya untuk mengembangkan olahraga di Bumi Sebalo, sedangkan dana hibah dari Pemda Bengkayang sangat terbatas. Untuk memperbaiki sarana dan prasarana olahraga saja sulit, apalagi mengadakan dan mengikuti event olahraga baik di kabupaten maupun provinsi?
Dengan dukungan dari seluruh pecinta olahraga dan peran serta Pemda Bengkayang bersama pihak swasta, saya yakin olahraga di Kabupaten Bengkayang akan cepat maju dan berkembang serta menelurkan atlit yang berprestasi gemilang. Walaupun dana terbatas, dengan peran serta pihak pengusaha dan investor yang mau menyumbang untuk kepentingan olahraga, apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud.
Baru-baru ini, dalam rangka memeriahkan HUT Pemda Bengkayang ke-XII, kita bersama-sama Pemda Bengkayang dan pengusaha serta perusahaan menyelenggarakan beberapa event olahraga local maupun kejurda. Sebagai contoh, Kejurda renang di kabupaten Landak Maret kemarin tiga atlit kita yag dikirim dapat meraih tiga perunggu, padahal PRSI Kabupaten Bengkayang belum lama terbentuk dan atlitnya semua dari putra Bumi Sebalo yang sedang menuntut ilmu di Penjaskes UNTAN. Kemudian, 30 April dan 1 Mei, kita bekerjasama dengan perusahaan rokok Win Mild menyelenggarakan Maraton lima kilometer dan 10 kilometer serta Kejurda Gasstrack Serie ke-II di Sirkuit Alam Bengkayang, dan kegiatan tersebut sukses berkat kerjasama seluruh pecinta olahraga di Bumi Sebalo.
Kabupaten Bengkayang banyak memiliki atlit yang berbakat dan potensial di segala cabang olahraga, macam mana caranya anda menggali para atlit yang pontensial dan berbakat tersebut?
Beberapa waktu lalu Bupati Bengkayang meminta saya untuk menyelenggarakan event olahraga setiap bulan. Kini kita memiliki 25 cabang olahraga, dalam setahun ada 12 bulan, jadi satu bulan ada dua sampai tiga cabor yang dapat kita selenggarakan event olahraga. Selain itu, ke-25 cabor wajib memiliki kepengurusan sampai ke tingkat kecamatan, bila perlu sampai ke desa. Dan secretariat pengkab harus jelas sehingga pecinta olahraga dapat berdiskusi untuk memajukan olahraga di Kabupaten Bengkayang.
Untuk mendapatkan atlit yang berbakat dan potensial, kejuaraan dilakukan dari tingkat kecamatan. Karena saat itulah kita dapat melihat bakat dan potensial yang ada pada atlit. Selain itu, event olahraga terprogram dari kecamatan sampai ke tingkat kabupaten sehingga dengan seringnya atlit mengasah kemampuannya, semakin menambah jam terbang dan pengalamannya dalam bertanding. Dengan terpogramnya jadwal petandingan, masyarakat dengan sadar akan membuat club atau team serta rutin latihan sehingga saat event berlangsung atlit dapat mengukir prestasi yang gemilang. Oleh karena itu, masing-masing cabor yang ada kita tekankan untuk membuat program kerja dan aktif menyelenggarakan kejuaraan dari tingkat kecamatan.
Bus Penumpang Tabrak Rumah Warga
Haryadi: Satu orang mati di tempat,dan dua orang mati dalam perjalanan,sedangkan sebanyak 17 luka berat dan sisanya luka ringan.
BENGKAYANG. Bus Penumpang Fajar jurusan Pontianak-Seluas menabarak rumah wargadi Simpang Tiga Desa Untang. Satu orang mati di tempat,dan dua orang mati dalam perjalanan,sedangkan sebanyak 17 luka berat dan sisanya luka ringan.
Wakil Bupati Landak,A Sukiman SH mengatakan, dirinya memang sudah diprogramkan ke Desa Untang untuk bertemu dengan kadesnya.kebetulan ada kecelakaan yang terjadi di Dusun Simpang Tiga Desa Untang Kecamatan Banyuke Hulu merupakan musibah.
“Dalam menyelesaikan ini semua lebih baik ditempuh dengan cara musyawarah untuk mufakat. Sopir dan pemiliknya juga tidak ingin kecelakaan ini terjadi,begitu juga kepada pemilik rumah. Sama-sama tidak menginginkan hal ini terjadi,” saran Sukiman ditemui di Simpang Tiga, Senin (2/5).
Sukiman menjelaskan, kita harus mengambil hikmah dari musibah ini. Segala kerugian yang diderita oleh korban pasti pemilik mobil mau bertanggungjawab. Selesaikan smeuanya dnegan cara kekeluargaan dan musyawarah untuk mufakat.
Amin, 45, warga Desa Untang mengungkapkan, sudah tiga kali ini rumahnya disamperin seperti ini. Belum lama lalu dua buah motor nyungsep ke bengkelnya. Kini mobil Fajar jurusan Pontianak-Seluas yang meluluh lantahkan bengkelnya.
“Kejadiannya pada pukul 03.00, saya terkejut dengan dentuman dan ledakan,setelah saya bangun danmelihat mobil penumpang berplat KB 7708 A sudah terguling di bengkel saya. Syukur tempat tidur kami agak kedalam sehingga tidak menimbulkan korban jiwa pada keluarga saya,” terang Amin yang sudah 20 tahun lebih tinggal di Dusun Simpang Tiga ini.
Fera Kamsu,45,Kades Untang menerangkan, sopir bus penumpang KB 77o6 A bernama Nasri. Ia berharap musibah ini dapat diselesaikan dengan baik antara pemilik mobil dan rumah. Karena ada dua orang pemilik rumah yang rusak berat yakni Amin yang notabene merupakan rumah sekalian usaha bengkel dan Eran. Pemilik rumah hanya meminta ganti rugi,tidak ada permintaan lainnya.
“Warga melaporkan kepada saya bahwa ada mobil yang menabrak rumah masyarakat,jadi saya langsung bergegas ke TKP, dan melihat mobilbus Fajar sudah tergeletak di bengkel Amin,”terang Fera ditemui di TKP,kemarin.
Ferapun langsung meminta kepada warganya untuk menghubungi kepolisian diBengkayang dan Landak. Namun pihak keamanan dari Bumi Sebalo baru tiba keTKP sekitar pukul 06.00 dan dari Bumi Intan pukul 06.20.
Kami menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk mengurus semuanya para penumpang yang cedera parah dan ringan bahkan ada yang meninggal dunia. Fera sangat menyayangkan dengan tower telkomsel yang berdiri tegak di kampungnya. Padahal daerahnya rawan akan kecelakaan.
“Seharusnya pihak telkomsel langsung mengaktifkan sinyal karena sudah satu tahun tower ini berdiri,apabila dalam jangka waktu dekat tidak diaktifkan,masyarakat akan menebang tower tersebut,” tegasnya.
Bukan tanpa alasan ia menyalahkan telkomsel, para penumpang yang mati diakibatkan pendaraan dikarenakan sudah tiga jam menunggu pertolongan. Bayangkan saja, selama tiga jam menderita baru dievakuasi. Apabila ada sinyal,dengan segera menelpon polisi untuk meminta bantuan, dan menghubungi RSU Bengkayang.
Babinsa Untang, Sersan Mayor Haryadi menambahkan, sebanyak 38 penumpang di bus Fajar tersebut ditambah sopir dan kernet. Ke 38 orang tersebut di datangkan dari Jawa Tengah yang berasal dari kabupaten Kulon Progo, Pemalang, Kebumen, dan Wonosogo.
“Satu orang mati di tempat,dan dua orang mati dalam perjalanan,sedangkan sebanyak 17 luka berat dan sisanya luka ringan. Semua korban kecelekaaan di rujukke RSU Bengkayang menggunakan mobil Ambulance RSU Bumi Sebalo, dan mobil truck milik warga,” beber Haryadi.
Menurut informasi yang saya dapat, mereka diberangkatkan dari Pontianak menuju Kabupaten Sambas melalui Bengkayang tepatnya bersebelahan dengan kampung Pelanggor pada perusahaan AKAD, sebelah CV Ceria Prima untuk dipekerjakan di perkebunan sawit. (cah)
Buka Diri Demi Prestasi Olahraga Bengkayang
BENGKAYANG. Banyak kegiatan yang dilakukan panitia untuk memeriahkan HUT Pemda Bumi Sebalo ke-XII. Rentetan semua kegiatan ini berkat kerjasama dan dukungan dari semua pihak. Begitu juga dengan olahraga, sebanyak 20 cabang olahraga yang ada di Bumi Sebalo melakukan pertandingan. Gidot membuka diri kepada seluruh elemen masyarakat demi meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Bengkayang.
“Bagi masyarakat yang gemar balap-balapan di jalan raya, dengan gasstrack serie ke II ini, manfaatkan sebaiknya dan sebagai penyalur bakat kita. Begitu juga yang suka berkelahi dan lempar lembing, ada tempatnya. Jangan hanya suka lempar durian tetangga,” seloroh Suryadman Gidot SPd, Bupati Bengkayang di temui di Lapangan Alam Gasstrack Bengkayang, Sabtu (30/4).
Gidot menjelaskan, dengan dikukuhkannya kepengurusan KONI Bengkayang periode 2011-2015, masyarakat yang gemar akan olahraga dapat menyalurkan bakat dan minatnya, yang tentunya dengan semangat sportivitas para atlit Bumi Sebalo dapat ke pentas provinsi dan nasional untuk mengukir prestasi yang gemilang untuk membawa nama baik kabupaten kita.
“Kegiatan olahraga tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak di dukung dari sponsor dan pengusaha yang ada di kabupaten Bengkayang. Saya tetap membuka diri bagi yang ingin bekerjasama dan mengembangkan olahraga di Bumi Sebalo,” ungkap Wakil Bupati Bengkayang periode 2005-2010 ini.
Ir Martinus Khiu, Ketua KONI Kabupaten Bengkayang menerangkan, sebanyak 25 cabang olahraga yang adadi Bumi Sebalo hingga saat ini. Oleh karena itu, dengan semangat sportivitas kita tingkatkan prestasi olahraga sampai ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Bupati Bengkayang meminta setiap bulan ada kegiatan pertandingan olahraga, dan kita memiliki 25 cabor, sehingga dalam sebulan ada dua sampai tiga cabor yang melakukan kegiatan olahraga dalam sebulan,” ungkap Khiu ditemui di Mess Pemda Bengkayang, kemarin.
Sementara itu, Ketua DPRD Bengkayang Sebastianus Darwis SE MM menambahkan, dengan kegiatan olahraga kita dapat memersatukan masyarakat Bumi Sebalo yang berbeda tetapi tetap satu bangsa yaitu NKRI.
“Saya berencana memperingati HUT RI Agustus mendatang, ada kegiatan eksebisi sepakbola antara Pemda dan anggota dewan Bumi Sebalo. Karena sepakbola merupakan olahraga yang sudah merakyat bahkan sampai ke pelosok kabupaten kita,” ungkap Darwis, kemarin. (cah)
Masyarakat Dayak Bengkayang Kian Sadar
BENGKAYANG. Kabupaten Bengkayang terkenal dengan masyarakat yang gemar akan minum-minuman keras. Seiring bertambah usianya Bumi Sebalo dan tingkat pendidikan yang semkin meningkat, kesadaran masyarakat dayak di Bengkayang kian akan minum-minuman keras.
Drs Kristianus Anyim MSi, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Bengkayang mengatakan, sangat berbangga hati karena stand DAD meraih juara satu dalam Pameran Pembangunan untuk meriahkan HUT Pemda Bengkayang ke-XII yang diselenggarakan di Kompi Senapan C 641 Beruang sejak 25-30 April 2011.
“Ini berkat kerjasama semua pihak kepengurusan DAD Bengkayang, bukan hanya saya saja. Denga kerja keras jajaran saya, dan baru pertama kali berpartisipasi dalam pameran pembangunan, kami langsung mendapatkan juara,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang ini ditemui di Stand DAD Bengkayang, Sabtu (30/4).
Suami dari Anastasia Maria Anyim ini menjelaskan, kerja keras dan kompak merupakan kunci keberhasilan stand DAD Bengkayang menyabet juara satu dalam pameran tahun ini. Walaupun ia bekerja keras, tetapi tidak didukung dari jajarannya, mustahil akan berhasil dan sukses.
“Dengan bertambahnya usia Kabupaten Bengkayang, masyarakat dayak semakin berkurang untuk meminum minuman keras, dengan buktinya sekarang sudah terkendali menegak alcohol,” jelas Anyim, kemarin.
Masyarakat dayak sudah jauh berubah, kini mereka sudah paham dan meminum minuman keras sealakadarnya. Dengan semakin baiknya masyarakat dayak di Bumi Sebalo, yang dibuktikan dengan stabilitas keamanan sehingga orang dapat bekerja dengan baik, yang pada akhirnya investor datang ke Bengkayang untuk berusaha dan menanamkan modalnya.
“Pada akhirnya masyarakat menjadi sejahtera dan kabupaten kita dapat mengejar ketertinggalan dari kabupaten yang ada di Kalbar bahkan Nasional yang sudah lebih maju dari Bumi Sebalo,” ungkap bapak berkacamata putih dan berkumis tebal ini.
Masyarakat harus mendukung program pemerintah daerah, karena ini merupakan tanggungjawab bersama untuk membangun Bumi Sebalo yang tentunya sesuai dengan visi dan misi Bupati Bengkayang periode 2010-2015.
Petrus Diaz, Koordinator Lapangan Pameran Pembangunan HUT Pemda Bengkayang menerangkan, dari 87 peserta hanya di pilih 10 stand terbaik yang sesuai dengan criteria penilaian tim juri dan kesepakatan bersama panitia pameran.
“Juara satu di raih oleh stand DAD Bengkayang dengan nilai 1152, peringkat kedua Dinas Pertambangan dan Energi dengan nilai 1129. Tempat ketiga di raih oleh PKK dan Dekranasda dengan nilai 1061. Sedangkan posisi ke empat diduduki oleh Sekretaris Daerah,” papar Kepala Dinas Pertanian ini.
Dinas Pertanian yang merupakan instansi Diaz bekerja menduduki posisi ke lima dnegan poin 1041. Di ikuti Kecamatan Sungai Raya pada peringkat ke enam dengan nilai 983. Posisi ke tujuh dan delapan dimana standnya bersebelahan, diraih oleh Dinas Pekerjaan Umum dan KONI Bengkayang dengan poin masing-masing 973 dan 963.
Bappeda dan Badan Penyelenggara Penyuluh Terpadu harus puas di peringkat ke Sembilan dan 10, dengan point masing-masing 958 dan 957. Adapun tim jurinya ialah Denny Gunalan, Mardhani dan Yopy. (cah)
Kamis, 28 April 2011
Bengkayang Ada Aliran Radikalisme
BENGKAYANG. Terkait dengan isu-isu terrorisme dan radikalisme yang terjadi saat ini di pulau Jawa, Kapolres Bengkayang berinisiatif untuk melakukan Rapat Koordinasi bersama TNI dan Pemda Kabupaten Bengkayang.
Khusus di Kabupaten Bengkayang ada beberapa aliran yang masuk dalam indikasi aliran radikalisme
Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch SIK mengatakan, hari ini (kemarin, Red) melakukan rapat koordiansi antara Pemda, TNI dan Polri se-Kabupaten Bengkayang dalam rangka penanggulangan masalah terorisme dan radikalisme.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan aparat Pemda Bengkayang, TNI dan Polri dalam rangka menyikapi masalah terorisme dan radikalisme di Bumi Sebalo,” terang Nimitch ditemui di aula Mess Pemda Bengkayang, Kamis (28/4).
Nimitch melanjutkan, kegiatan ini ialah menindaklanjuti arahan dan petunjuk dari Menkopolkam melalui Kapolda, Pangdam dan Gubernur Kalimantan Barat. Awalnya kegiatan ini di pusatkan di Singkawnag yaitu Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Sambas (Singbebas), berhubung ada kendala, kegiatan ini dilakukan pada masing-masing kabupaten.
Dengan telah diadakannya kegiatan ini, Nimitch berharap bukan hanya pihak kepolisian saja yang menanggulangi masalah terorisme dan radikalisme, tetapi bersama-sama natara Pemda, TNI dan Polri untuk menyelesaikannya.
“Para peserta rapat dapat memahami dan mendapatkan pencerahan mengenai terorisme, aliran-aliran yang masuk dalam indikasi radikalisme. Karena selama ini mereka belum mengetahui aliran apa yang masuk dalam kategori radikalisme. Khusus di Kabupaten Bengkayang ada beberapa aliran yang masuk dalam indikasi aliran radikalisme,” jelas Nimitch, kemarin.
Namun, orang nomor satu ini tidak memberikan secara rinci aliran apa yang di maksud termasuk dalam indikasi aliran radikalisme. Dalam menangani masuknya indikasi aliran radikalisme di Bumi Sebalo, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama dan ditindaklanjuti dengan memanggil dan memberikan pencerahan kepada pengikutnya.
Ia menegaskan, bagi masyarakat yang ikut aliran yang diindikasikan radikalisme akan diberikan pencerahan. Dari pantauan awak koran ini dilapangan, para peserta sangat antusia mengikuti kegiatan ini yang diselenggarakan setiap tahunnya. Para peserta berjumlah 250 orang yang terdiri dari Babinsa, Dan ramil, Babin Kamtibmas, Kanit Bimas, Kapolsek, Camat dan Kades se-Kabupaten Bengkayang , Waka Polres, Kasat dan Kabag Polres serta Jurnalis yang ada di Bumi Sebalo.(cah)
Bengkayang Ada Aliran Radikalisme
BENGKAYANG. Terkait dengan isu-isu terrorisme dan radikalisme yang terjadi saat ini di pulau Jawa, Kapolres Bengkayang berinisiatif untuk melakukan Rapat Koordinasi bersama TNI dan Pemda Kabupaten Bengkayang. Khusus di Kabupaten Bengkayang ada beberapa aliran yang masuk dalam indikasi aliran radikalisme
Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch SIK mengatakan, hari ini (kemarin, Red) melakukan rapat koordiansi antara Pemda, TNI dan Polri se-Kabupaten Bengkayang dalam rangka penanggulangan masalah terorisme dan radikalisme.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan aparat Pemda Bengkayang, TNI dan Polri dalam rangka menyikapi masalah terorisme dan radikalisme di Bumi Sebalo,” terang Nimitch ditemui di aula Mess Pemda Bengkayang, Kamis (28/4).
Nimitch melanjutkan, kegiatan ini ialah menindaklanjuti arahan dan petunjuk dari Menkopolkam melalui Kapolda, Pangdam dan Gubernur Kalimantan Barat. Awalnya kegiatan ini di pusatkan di Singkawnag yaitu Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Sambas (Singbebas), berhubung ada kendala, kegiatan ini dilakukan pada masing-masing kabupaten.
Dengan telah diadakannya kegiatan ini, Nimitch berharap bukan hanya pihak kepolisian saja yang menanggulangi masalah terorisme dan radikalisme, tetapi bersama-sama natara Pemda, TNI dan Polri untuk menyelesaikannya.
“Para peserta rapat dapat memahami dan mendapatkan pencerahan mengenai terorisme, aliran-aliran yang masuk dalam indikasi radikalisme. Karena selama ini mereka belum mengetahui aliran apa yang masuk dalam kategori radikalisme. Khusus di Kabupaten Bengkayang ada beberapa aliran yang masuk dalam indikasi aliran radikalisme,” jelas Nimitch, kemarin.
Namun, orang nomor satu ini tidak memberikan secara rinci aliran apa yang di maksud termasuk dalam indikasi aliran radikalisme. Dalam menangani masuknya indikasi aliran radikalisme di Bumi Sebalo, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama dan ditindaklanjuti dengan memanggil dan memberikan pencerahan kepada pengikutnya.
Ia menegaskan, bagi masyarakat yang ikut aliran yang diindikasikan radikalisme akan diberikan pencerahan. Dari pantauan awak koran ini dilapangan, para peserta sangat antusia mengikuti kegiatan ini yang diselenggarakan setiap tahunnya. Para peserta berjumlah 250 orang yang terdiri dari Babinsa, Dan ramil, Babin Kamtibmas, Kanit Bimas, Kapolsek, Camat dan Kades se-Kabupaten Bengkayang , Waka Polres, Kasat dan Kabag Polres serta Jurnalis yang ada di Bumi Sebalo.(cah)
Rabu, 27 April 2011
PT MISP Potong 10 % Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Petani
BENGKAYANG. Sudah puluhan tahun PT MISP beroperasi dan berada Kabupaten Bengkayang. Daerah yang dahulunya hutan belantara kini menjadi wilayah yang ramai. Namun sejak awal tahun 2011, pihak PT MISP memberlakukan kebijakan yang merugikan masyarakat dengan pemotongan 10 persen TBS.
Pardi, 42, warga Dusun Sangat Molo Desa Semangat Kecamatan Ledo mengatakan, sejak Januari 2011 PT MISP melakukan pemotongan 10 persen kepada petani sawit yang menerima plasma. Untuk April saja sebanyak kurang lebih 500 ton tandan buah segar milik petani yang di potong 10 persen. Kebijakan ini banyak tidak diterima petani sawit.
Pihak PT MISP mengambil kebijakan sendiri tanpa koordinasi dengan petani, buah yang kurang bagus lagsung diambil sampel tetapi yang bagus dibebaskan, setelah di potong 10 persen (terutama buah sawit yang masih kuning telur, Red) dianggap tidak layak jual.
“Buah batu saja walau masak dan diketuk tidak lepas dianggap buah mentah. Parahnya, hasil dari sampel buah yang tidak layak dan hasil pemotongan 10 persen di olah semua oleh pihak perusahaan. Dari pemotongan ini sudah dapat membayar honor karyawan PT MISP,” keluh Pardi ditemui dikediamannya, belum lama ini.
Pardi meminta pihak Pemda dan DPRD Bengkayang ikut campur menyelesaikan permasalahan ini. kasihan dengan kami petani sawit yang di tindas oleh pihak perusahaan. Sudah biaya pemeliharaan tinggi, kebijakan perusahaan yang merugikan petani lagi.
Petani hanya menginginkan potongan tersebut dikurangi, minimal 3-5 persen. Dan apabila ada buah mentah yang dijual oleh petani sawit, langsung dikembalikan kepada petani, jangan di simpan dan di olah oleh pihak perusahaan.
Pardi menyarankan kepada pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk membantu petani memperbaiki jalan, supaya buah sawit dari petani bagus dan baik sesuai dengan permintaan PT MISP. Perlu diketahui, bulan Maret lalu harga Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 1.864,26 rupiah dan bulan April sebesar 1.631 rupiah. Apabila dikalikan 500 ton, sudah berapa besar keuntungan yang diraup oleh pihak perusahaan. (cah)
Robohkan RukoPemda Harus Ganti Rugi 200 Juta Rupiah
BENGKAYANG. Masih terngiang dipelupuk mata atas kebakaran pasar Bengkayang yang menghanguskan puluhan ruko dengan korban satu meninggal dunia dan beberapa luka bakar. Pada 14 September 2010 lalu. Korban kebakaran tidak boleh membangun ruko kembali, dan warga menuntut biaya ganti rugi 200 juta rupiah kepada Pemda Bengkayang.
H Agus Lazim, 72, warga RT 014/RW 08 Jalan Migang Kelurahan Bumi Emas mengatakan, ia merupakan salah satu korban kebakaran pasar Bengkayang pada 14 September 2010 lalu bersama pemilik ruko lainnya di jalan Pasar Tengah dan Jalan Ngura Bengkayang.
“Dua hari pasca kebakaran, Camat Bengkayang yang waktu itu di jabat Aci Sood mendatangi kami dan mengatakan kami tidak dapat membangun ruko di TKP lagi, tetapi pak lurah membolehkan kami membangun,” kisah Agus ditemui dikediamannya, Rabu (27/4).
Agus dan istrinya pun langsung merespon ucapan Lurah Bumi Emas dengan memberikan uang 1,9 juta rupiah kepada tukang untuk menempelkan batako pada tiang ruko yang telah berdiri. Namun, selang beberapa hari, tiba-tiba tukang mengembalikan uang tersebut atas perintah Aci Sood.
“Sampai saat ini, hanya pondasi dan tiang ruko saja yang masih berdiri, padahal itu merupakan satu-satunya mata pencaharian kami sekeluarga untuk menyambung hidup. Bukan baru setahun atau dua tahun ruko eks kebakaran tersebut kami bangun, tetapi sejak 1987 bagunan tersbeut berdiri dan tempat mencari nafkah,” keluh Haji Agus-sapaan akrabnya, kemarin.
Menurut info, Pemda Bengkayang siap ganti rugi. Informasi ini kami ketahui sejak akhir Desember 2010 lalu tetapi sampai sekarang tidak ada hitam dan putih. Sudah tiga kali kerumah Bupati Bengkayang namun baru sekali ketemu. Usai ketemu dengan Kepala Daerah Bumi Sebalo waktu itu pukul 07.00, dua hari kemudian datang surat teguran dari BUpati Bengkayang tentang larangan mendirikan bangunan.
Agus menjelaskan, surat dari Bupati Bengkayang SUryadman Gidot SPd perihal larangan mendirikan bangunan sudah tiga kali bertandan kerumahnya, yakni tertanggal 9 dan 21 Februari serta 11 April 2011 lalu.
Bangunan ruko kami yang kebakaran memiliki rekomendasi izin mendirikan bangunan bernomor 644/12/87.C.XII yang ditandatangani oleh Camat Bengkayang Drs Sjamsudin Jusuf, dimana waktu itu masih bergabung dengan Kabupaten Sambas.
Kami berharap ruko dapat dibangun kembali, karena satu-satunya sumber mata pencaharian kami sekeluarga. Selama surat teguran dilayagka, tidak pernah di panggil oleh camat ke kantornya baik yang lama maupun yang baru.
“Kami mau merobohkan pondasi dan tiang ruko tersebut, tetapi Pemda Bengkayang harus ganti rugi 200 juta rupiah. Apabila tidak setuju, kami tidak mau merobohkannnya. Karena bukan ruko kami saja yang menonjol keluar tetapi di sepanjang Jalan Tabrani masih ada ruko bakso, obat, dan tiga warung kopi. Ruko kami dirobohkan, ruko yang menonjol juga haru dirobohkan,” tegas Agus.
Hj Hajijah, 61, istri Agus Lazim menambahkan, kami memiliki surat tanah dengan pada ruko tersebut dengan luas 45 meter persegi (5 m x 9 m, Red). Tanah tersebut dikuasai sejak 1981 berturut-turut. Yang ditandatangani oleh Kepala Desa Bengkayang kota Busri Husin dan Camat Bengkayang Drs Sjamsuddin Jusuf. Dengan register nomor 34/KD/02/1/SPT-1987. (cah)
Selasa, 26 April 2011
Rakyat Bengkayang Butuh Sentuhan Pelayanan
BENGKAYANG. Pameran Pembangunan merupakan moment yang tepat untuk mempromosikan, memahami, dan mengevaluasi hasil pembangunan di Bumi Sebalo. Kita harus bekerja keras lagi, Karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh akan nikmatnya hasil pembangunan. Rakyat Bengkayang butuh sentuhan pelayanan.
Suryadman Gidot SPd, Bupati Bengkayang mengatakan, dengan pameran pembangunan yang diselenggarakan di Kompi Senapan C 641 Beruang selama seminggu, menjadi momentum intropeksi diri para SKPD selama setahun.
“Kita harus bekerja keras lagi, Karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh akan nikmatnya hasil pembangunan. Kita jangan berlengah-lengah lagi, karena rakyat Bengkayang butuh sentuhan pelayanan dari kita,” ajak Gidot di Kompi Senapan C 641 Beruang, Senin (25/4).
Gidot menjelaskan, kerja keras kita ini dimaksud untuk mengejar ketertinggalan. Kita perlu bekerja lebih baik lagi demi kesejahteraan rakyat Bumi Sebalo yang menjadi cita-cita kita dan amanat UUD 1945. Karena dengan kerjasama, kita lebih maju dan berkembang dengan semangat yang merupakan modal untuk berkembang.
“Bagi yang belum berpartisipasi, kedepannya berilah informasi kepada masyarakat karena ini merupakan momentum evaluasi atas kinerja kita selama setahun yang lalu,” harap Wakil Bupati Bengkayang periode 2005-2010 ini, kemarin.
Saat Gidot memasuki stand Dinas Pertanian, ia ingin di Kabupaten Bengkayang ada suatu daerah yang di fokuskan untuk pengembangan pertanian. Karena Bumi Sebalo rata-rata masyarakatnya bermata pencaharian petani.
“Dinas Pertanian tolong mencari daerah untuk dibangun tempat pengembangan ilmu pertanian, pelatihan petani, yang pada intinya untuk kesejahteraan petani. Karena selama ini banyak petani yang menggarap lahan dengan metode tradisional, itu yang ingin kita ubah dari cara bertani tradisional menjadi modern,” ungkap Gidot.
Koordiantor Lapangan Pameran Pembangunan, Petrus Diaz mengungkapkan, dasar pelaksanaan kegiatan ini ialah surat Bupati Bengkayang No. 71/setda/2011 tertanggal 8 Maret 2011 tentang pembentukan panitia penyelenggaraan peringatan HUT Pemda Bengkayang ke-12 tahunnya.
“Ini merupakan moment yang tepat untuk mempromosikan, memahami, dan mengevaluasi hasil pembangunan di Bumi Sebalo. Dan dapat dijadikan sebagai proses pembelajaran dan bekal untuk mendukung pembangunan kabupaten ini ke depan,” terang Plt Kadis Pertanian Bengkayang ini, kemarin.
Selain itu, akan dilakukan penilaian empat stand terbaik selama pameran. Tim juri independen sebanyak tiga orang yang bukan merupakan peserta pameran. Dengan criteria penilaian system pembobotan dari unsure yang dinilai yaitu eksterior, interior, keseuaia materi, pelayanan pengunjung dan jumlah pengunjung.
Peserta pameran diikuti oleh 87 peserta yang semuanya dari Bumi Sebalo yang terdiri dari SKPD, instansi vertical, organisas wanita, lembaga pendidikan, adat, lainnya, perusahaan daerah, dan sector swasta atau dunia usaha.
Setibanya Bupati Bumi Sebalo dan rombongan ke stand Dinas Perikanan dan Kelautan, hujan lebat mengguyur kota Bengkayang hingga malam. Namun, tak mengurungkan niat kepala daerah untuk mengunjungi peserta pameran pembangunan hingga selesai. (cah)
Selasa, 12 April 2011
Kades Puteng Terpilih, Tak Miliki Ijazah dan Palsukan Dokumen
Daut: Pemda Bengkayang harus menunda pelantikan Ahin menjadi Kades Puteng
BENGKAYANG. Kisruh Pemilihan Umum Kepala Desa Puteng Kecamatan Teriak semakin meruncing. Sibuh selaku calon Kades yang kalah akan membawa kasus penipuan dokumen atas nama Ahin ke ranah hukum. Ahin lahir tahun 1963 dan dalam buku besar SD Amkur tidak tercatat apakah lulus atau tidak alias tanpa keterangan. Pemda Bengkayang harus menunda pelantikan Ahin menjadi Kades Puteng.
Daut, 32, Warga Dusun Tengkurap Desa Puteng Kecamatan Teriak mengungkapkan, umur dan nama Ahin selaku pemenang Pilkades Puteng di SD berbeda. Di Raport SD Sekaruh ia lahir tahun 1965, di SD Amkur 1965, dan di Suat Keterangan dan Paket B, Ahin lahir tahu 1967. Begitu juga nama, baru di cantumkan Yohanes pada surat keterngan dan Paket B.
“Dengan keganjilan data tersebut, Pemda Bengkayang harus adil. Kami tidak mau dikemudian hari ada yang akan mengikuti jejak Ahin. Dan ini akan kami bawa keranah hukum. Oleh karena itu, Pemkab Bumi harus menunda pelantikannya karena urusan administrasi belum selesai. Selesaikan dahulu adminstrasinya baru ia dilantik,” pinta Daut ditemui di Jalan Sanggau Ledo, lasa (5/4).
Pemenang Pemilihan Umum Kepala Desa Puteng yang di lakukan pada 23 Febuari lalu penuh dengan kecurangan. Hal ini telah diketahui sebelum pencalonan dilakukan. Ahin peserta Pilkades Puteng dengan nomor urut dua tidak memiliki ijazah SD, begitu juga dengan Paket B, ia hanya memakai surat keterangan saja.
Daut menjelaskan, menurut data yang ia foto kopi, buku laporan pendidikan murid sekolah dasar sesuai dengan kurikulum SD tahun 1968 di SD Sekaruh Wilayah Bengkayang Kabupaten Sambas atas nama Ahin anak Sinto kelahiran Punti 16 Juli 1965 dengan mulai masuk sekolah tanggal 1 Januari 1972.
Ahin kemudian pindah ke SD Amkur Bengkayang saat duduk di kelas lima. Saat Sibuh mendatangi SD Amkur dan meminta kepada kepala sekolah tentang data Ahin, ia pun terkejut.
“Data yang ada, Ahin lahir tahun 1963 dan dalam buku besar SD Amkur tidak tercatat apakah lulus atau tidak alias tanpa keterangan. Menurut surat keterangan No. 442/104/SDS-AMK/II/2011 dari Yayasan Amal dan Kurban SD Khatolik Bengkayang yang beralamat di jalan Gereja 25 Desa Bumi Emas Bengkayang dengan ditandatagani kepala sekolahnya Petrus Mustadji, menerangkan Ahin lahir di Punti tanggal 16 Juli 1967 dengan nomor induk 863 dan lulus tahun 1979,” terangnya.
Hal serupa berdasarkan surat keterangan dari Kapolsek Teriak No. STPLKB/51/C/II/2011 tertanggal 10 Februari 2011, yang menerangkan ijazah atas nama Yohanes Ahin telah hilang. Sedangkan dari Paket B, Ahin hanya berdasarkan SK lulus dengan nomor 421/0085/PNFI/pend/II/2011 yang ditandatangani oleh Yustini Kepala Bidang PNFI tertanggal 2 Februari 2010. Ahin dinyatakan lulus ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) periode II 2009/2010. Dengan nomor urut enam dan nomor peserta 13-09-02-006 dengan jumlah nilai 37,90 dengan dibuktikan daftar kolektif nilai ujian umum kesetaraan Paket B yang ditandatangani oleh Drs Akim MM Kepala Dinas Pendidikan Kalbar.
Sibuh, 40, Warga Dusun Tengkurap Desa Puteng Kecamatan Teriak mengatakan, dalam Pilkades Puteng hanya ada dua calon saja, yakni ia dan Ahin. Saat pemungutan dan penghitungan suara dilakukan, pada TPS 1 mendapat 105 suara, da TPS 2 sebanyak 27 suara. Sedangkan Ahin di TPS 1 meraup sebnayk 126 suara dan di TPS 2 sebanyak 102 suara. Dengan surat suara sisa sebanyak tiga lembar dan satu surat suara rusak.
“Parahnya, orang gila atas nama Apolus alias Imui warga Tengkurap kelahiran Elok Asam 30 Januari 1969 dan anggota ABRI bernama Junior anak Tambal kelahiran Bengkayang 13 Januari 1989 masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Pilkades Puteng. Padahal sesuai aturan perundang-undangan keduanya tersebut tidak memiliki hak pilih,” kesal Sibuh.
Zakarias SH, Pengacara Sibuh menerangkan, dalam waktu dekat akan melaporkan Ahin ke Polisi dalam hal pemalsuan data atau dokumen. Karena ini nyata-nyata telah melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku. (cah)
Kantor Desa Mayak Berdiri di Tanah Warga
Kambli: Pemilik tanah tidak mau menjual tanah, sehingga banguna desa rusak parah
BENGKAYANG. Sudah 12 tahun Bengkayang menjadi kabupaten, Kantor Bupati Bumi Sebalo pun nan megah, tetapi berbanding terbalik 180 derajat dengan kondisi kantor desa yang ada di Desa Mayak kecamatan Seluas. Tanah tempat berdirinya kantor desa saja masih pinjam pakai dengan warga setempat.
Kambli, SPd Kepala Desa Mayak Kecamatan Seluas mengatakan kantor desa yang ia pimpin saat ini tanahnya bermasalah. Tanah tempat bangunan kantor Desa Mayak saat ini merupakan tanah warga setempat. Atas nama Joni anak Sekdes Desa Mayak saat ini.
“Saat ini tanah desa untuk membangun kantor desa sudah ada di Dusun Pejampi arah ke Dusun Marga Utama kurang lebih jauhnya 300 meter dari jalan Provinsi. Luas tanah tersebut 17 meter x 15 meter,” terang Kambli dite.ui di Kantor Bupati Bengkayang, Selasa (12/4).
Kambli mengungkapkan, ia sangat riskan dengan status tanah yang di Kantor Desa Mayak saat ini. ia khawatir apabila pemilik tanah berniat untuk menjul atau membuka lahan di tanah yang di pinjam oleh desa saat ini. Oleh karena itu, ia bersama Kaur Pembanguan menghadap BUpati Bengkayang untuk mencarisolusi terbaik.
Parahnya, WC atau Toliet tidak ada di kantor desa. Dana ada, hanya tanah tersebut bukan milik desa. Apabila pejabat baik dari kecamatan maupun kabupaten ingin buang air besar atau kecil harus menumpang di rumah penduduk.
Bambang Nudianto, Kaur Pemerintahan menjelaskan, kondisi bangunan kator desa saat ini sangat memprihatinkan sekali. Pintu, jendela dan tiang sudah rapuh dan berlubang. Sama halnya dengan lantainya setali tiga uang.
“Kami telah meminta kepada tuan punya tanah untuk membeli tanah tersebut, namun pemiliknya tidak mau menjual tanah tersebut. Bukanhanya sekali kami meminta untuk membelinya, tetapi sudah sering kali, namun hasilnya nihil,” ungkap Bambang.
Nurat Efendi AMd, Warga asal Dusun Segorong Desa Mayak menuturkan, kedepannya diharapkan kepada perangkat desa untuk melengkapi sarana dan prasarana. Baik itu kantor, toilet, gedung serba guna, dan alat-alat kantor.
“Gedung serba guna snagat bermanfaat bagi masyarakat, karena setiap kegiatan untuk rapat atau kunjungan kerja dari kecamatan dan kabupaten dapat mengumpulkan warga di satu tempat, tidak lagi meminjam ruangan sekolah,” saran Nurat, kemarin.
Sudah puluhan tahun sejak Kades masih disebut kepala kampung, apabila ada pertemuan antara warga dan pejabat baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten meminjam ruangan sekolah. Oleh karena itu, perangkat desa harus pro aktif untuk terealisasikannya pembangunan gedung serba guna. (cah)
Dishubkominfo Bengkayang Akan Razia KIR Kendaraan
BENGKAYANG. Semenjak Bengkayang dijadikan kabupaten, kendaraan roda dua dan empat makin meningkat jumlahnya. Begitu juga dengan KIR kendaraan, masih banyak yang kadarluarsa, oleh karena itu dalama waktu dekat Dishubkominfo akan melakukan razia KIR kendaraan yang ada di Bumi Sebalo.
AKP Purwanto Kasat Lantas Polres Bengkayang mengatakan, saat melakukan razia, bukan hanya kendaraan roda dua saja, tetapi roda empat juga ikut di razia. Hanya kendaraan roda empat kelengkapan administrasinya diancungi jempol.
“Pelanggaran yang paling banyak ialah pengendara roda dua. Baik itu tidak memakai helm ganda standar, tidak memiliki SIM, STNK, bahkan ada yang tidak memiliki semuanya,” terang Purwanto ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Purwanto menjelaskan, razia sering dilakukan untuk menyadarkan asyarakat akan pentingnya kesadaran dalam berlalu lintas. Di pagi hari sejak pukul 06.00-07.00 dikerahkan personilnya untuk mengatur lalu lintas disetiap persimpangan jalan dan sekolah yang ada di ibu kota Bengkayang.
Saat awak Koran ini menanyakan kenapa tidak pernah melakukan razia KIR Kendaraan roda empat. “Untuk melakukan razia KIR Kendaraan roda dua ialah wewenang Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkayang melalui DLLAJnya, kami tidak memiliki wewenang untuk melakukan razia,” jelas Purwanto.
Yulis Yulianus, Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkayang menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin melakukan KIR kendaraan silakan datang ke kantor. Di Bumi Sebalo, satu-satunya tempat KIR Kendaraan di instansi yang ia pimpin.
“Untuk melakukan razia kendaraan roda empat yang sudah kadarluasa KIR kendaraannya sudah di atur dalam UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah jelas di terangkan mengenai hal tersebut,” tegas Yulius via telepon seluler, belum lama ini.
Yulius mengungkapkan, dalam penertiban KIR Kendaraan yang ada di Kabupaten Bengkayang akan dilakukan secara bertahap dan sinergis. Namun, untuk saat ini masih belum dapat dilakukan razia, berhubung ia baru beberapa bulan menjabat sebagai Kadishubkominfo.
Saat ini Yulius sedang focus untuk pembenahan internal, Karena banyak tugas rumah yang harus diselesaikan untuk mencitrakan kembali nama baik instansi yang ia pimpin. Ia berjanji dalam waktu dekat akan melakukan razia KIR Kendaraan bagi roda empat yang ada di Bumi Sebalo. Perlu diketahui, saat ini para kadis yang baru dilantik sedang mengikuti pelatihan kepemimpina di Jakarta. (cah)
Minggu, 03 April 2011
Bengkayang Tuan Rumah Kejurda Gresstrack Seri 2 Kalbar
BENGKAYANG. Kabupaten Bengkayang sangat berbangga hati dalam menyambut HUT Pemda Bumi Sebalo ke 12. Hal ini bukan tanpa alasan, dengan jadwal padat kegiatan olahraga disegala cabag olahraga, spesialnya menjadi tuan rumah Kejurda Grasstrack Seri ke II 2011 se-Kalbar pada 30 April-1 Mei di Sirkuit Angkasa Bengkayang.
Johanes A Dopong, Ketua Harian KONI Bengkayang mengatakan, dalam memperingati HUT Pemda Bumi Sebalo ke 12, Team Otomotif Bengkayang (TOB) menjadi tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grasstrack Seri ke II 2011 se-Kalbar pada 30 April-1 Mei di Sirkuit Angkasa Bengkayang.
“Kejurda ini bertujuan untuk menyalurkan bakat dan minat para koser yang ada di Kalbar, mengembangkan existensi olahraga otomotif di Bumi Sebalo, dan melaksanakan jadwal yang telah ditetapkan oleh pengprov,” terang Dopong yang juga Ketua TOB di temui di Jala Sanggau ledo, Sabtu (2/4).
Dopong menjelaskan, Bengkayang menjadi tuan rumah Kejurda Gasstrack seri ke II berdasarkan rapat kerja nasional IMI No. 005/IMI/Rakernas/X/2010 pada 28/10 2010 tentang penetapan peraturan organsiasi IMI. Selain itu, hasil kerja darah IMI 2010 dengan nomor 04/IMI-KB/Rakerprov/XII/2010 tentang kalender olahraga IMI 2011.
“Kegiatan gasstrack seri ke II di bagi tiga kelas, yakni kelas kejurda, open, dan exebishi. Untuk kelas exebishi yang dipertandingkan ialah sport trail. Kelas open ialah bebek standart pemula dan campuran open. Sedangkan kelas kejurda adalah bebek standar pemula dan 1110 cc 2 tak modifikasi, bebek sampai dengan 130 cc 4 tak modifikas junior, modifikas open, dan campuran open,” jelas Dopong.
Dopong mengungkapkan, sebenarnya tuan rumah gasstrack seri ke II ialah Kabupaten Kayong Utara, berhubung ada yang menghambat, korwil prov pindahkan kegiatan tersebut ke Bengkayang. Dan para pecinta otomotif di Bumi Sebalo menyambut dengan antusias.
Tedi, Seksi Usaha Dana TOB mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya telah mengajukan proposal kepada sejumlah sponsor. Karena kegiatan ini tidak akan berhasil apabila tidak di dukung oleh sponsor dan dana yang memadai.
“Sampai saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang berminat menjadi sponsor Kejurda Grasstrack Seri ke II Kalbar, namun belum final apakah mereka akan menjadi sponsor atau tidak,” aku Tedi yang juga Agen Harian Equator Biro Bengkayang, ini. (cah)
Buang Kepala SKPD Kabupaten Bengkayang Penyumbang Disclemer
BENGKAYANG. Pengambil kebijakan daerah ini bukan hanya mengganti SKPD pengelolaan keuangan dan asset daerah namun seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD)di lingkungan Pemda Bumi Sebalo yang terindikasi penyumbang temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. kinerja kepala SKPD-nya perlu dipertanyakan dan harus diganti, jangan lagi dipertahankan.
Ketua Lintas Organisasi Pengawas Pembangunan Kabupaten Bengkayang, Irawan S Sos, Msi mengatakan, berdasarkan LHP (BPK-RI) APBD Kabupaten Bengkayang tahun 2009 memberikan opini disclaimer, hal ini semestinya menjadi perhatian serius bagi kepala daerah untuk memberikan penyegaran bagi SKPD pengelolaan keuangan dan aset daerah hal ini tentunya untuk membantu memperbaiki sistim pengelolaan keuangan daerah beranjak dari predikat disclemer.
“Karena diketahui beberapa tahun berturut-turut selalu menjadi temuan BPK, jelas kinerja kepala SKPD-nya perlu dipertanyakan dan harus diganti, jangan lagi dipertahankan,” jelas irawan ditemui di jalan Jerendeng AR Bengkayang, belum lama ini.
Pergeseran SKPD di lingkungan pemda baru-baru ini, irawan meyakini belum tentu dapat memberikan pengaruh perbaikan, sepanjang pengelolaan keuangan daerah ini masih di pegang orang lama. Untuk itu, pengambil kebijakan daerah ini mengganti kepala SKPD-nya karena ini demi kepentingan masyarakat dan kelangsungan hasil pemekaran otonomi daerah.
“Ada dua masalah utama yang menyebabkan pelaporan keuangan daerah masih buruk yakni sumber daya manusia yang menangani pengelolaan keuangan daerah di sebagian besar pemerintahan daerah tidak ditangani oleh tenaga profesional. kedua, pencatatan aset daerah masih kurang diperhatikan pemerintah daerah,” ulas pria berambut cepakd an berkulit sawo matang ini.
Ia merincikan, salah satu penyebab rusaknya neraca daerah adalah akibat aset-aset yang tak dicatat dengan baik. Berdasarkan BPK RI Perwakilan Provinsi Kalbar dimana Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bengkayang TA 2009 mendapat opini Disclaimer (Tidak Menyatakan Pendapat). Laporan Keuangan tidak dapat diperiksa sesuai dengan standar pemeriksaan dan pemeriksa tidak dapat memberikan keyakinan bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.
Selain itu, ditemukan dalam pelaksanaan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang mengakibatkan tingkat keandalan informasi dalam laporan keuangan menjadi rendah antara lain saldo persediaan per 31 Desember 2009 sebesar Rp4.866.388.453,00 belum disajikan sesuai dengan hasil stock opname seperti yang dipersyaratkan dalam Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Saldo awal Aset Tetap pada Neraca Pemerintah Kabupaten Bengkayang per 31 Desember 2009 tidak sama dengan saldo akhir aset tetap per 31 Desember 2008, aset tetap tanah senilai Rp68.849.018.268,00 belum dapat diyakini kewajarannya dan tanah milik pemda Bengkayang belum minimal seluas 3.007.554 m2 belum bersertifikat.
Kemudian, terdapat penghapusan kendaraan senilai Rp355.000.000,00 yang belum disajikan sebagai pengurang nilai akun aset tetap peralatan dan mesin, pengadaan meubelair sebesar Rp1.521.676.000,00 pada Dinas Pendidikan. Diklasifikasikan tidak tepat menjadi gedung dan bangunan serta aset peralatan dan mesin pada Dinas Pertanian minimal sebesar Rp841.612.500,00 tidak tercatat dalam neraca. Di tambah aset jalan, irigasi dan jaringan minimal senilai Rp3.862.948.000,00 pada Dinas Pertanian belum dicatat. Parahnya, penyajian SILPA TA 2009 sebesar Rp84.020.328.247,38 tidak andal. Belum lagi belanja jasa konsultansi senilai Rp2.120.443.271,73 tidak sesuai ketentuan dan diantaranya sebesar Rp149.297.500,00 tidak didukung bukti pertanggungjawaban yang memadai.
Juga pembayaran ganti rugi pengadaan TA 2009 tidak didukung bukti yang memadai senilai Rp6.434.118.000,00 dan terdapat pemotongan dana senilai Rp350.796.000,00 serta terdapat transaksi untuk kepentingan pribadi senilai Rp167.500.000,00. Penggunaan dana Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Pendidikan sebesar Rp1.689.500.897,00 belum dipertanggungjawabkan secara memadai.(cah)
Langganan:
Postingan (Atom)


