SURAT KEPUTUSAN
SK DARI MENTERI PERTAHANAN DAN KEAMANAN RI
Sabtu, 22 Januari 2011
Polres dan Polhut Dishutbun Kabupaten Bengkayang Sita 5.738 Batang Kayu di Lembah Bawang
BENGKAYANG. Kerjasama antara Polres dan Polhut Dishutbun Kabupaten Bengkayang membuahkan hasil dengan melakukan penangkapan pembalakan liar yang ada di Kecamatan Lembah Bawang. Sebanyak 5.738 batang kayu berhasil di sita oleh Polres Bumi Sebalo. Barang bukti kayu illegal tersebut masih berada di TKP dan telah diberikan police line. Masyarakat sekitar TKP tidakmengetahui pemilik kayu tersebut.
AKBP Mosyan Nimitch SIK Kapolres Bengkayang didampingi Waka Polres Kompol Arianto, Kabag Ops Cepi Noval SIK, dan Kasat Intel Herman SIK mengatakan, Kamis (20/1) lalu bersama Polisi Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunanan Bumi Sebalo melakukan penangkapan pembalakan liar dalam rangka mendukung program kerja 100 hari Kapolri dimana kamis lalu memasuki hari yang ke 81 harinya.
“Sebanyak 5738 batang kayu berhasil diamankan di Dusun Meranti Desa Kinande Kecamatan Lembah Bawang. Jenis kayu yang diamankan tersebut terdiri dari jenis kayu meranti dan campuran. Ada yang berukuran 9 x 18 dan 8 x 12,” beber Nimitch saat konferensi pers di ruang kerjanya, Jumat (21/1).
Nimitch menjelaskan, kayu tersebut ditemukan dalam kawasan hutan produksi bukan dalam lahan perusahaan kelapa sawit. Ini sesuai kenyataan saat Polhut bersama jajaran Polres Bengkayang yang turun ke TKP mengecek lokasi pembalakan liar tersebut dengan menggunakan GPS (Global Potation Satelit) dan peta topografi kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan tahun 2000.
“Sebanyak 10 orang saksi dimintai keterangannya mengenai pemilik kayu tersebut. Saat ini dan kami akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus ini. Untuk 2011, ini merupakan kasus pembalakan liar yang pertama kalinya kami tangani,” aku Nimitch.
Nimitch melanjutkan, baru tiga truck yang sudah digeserkan dari lokasi kayu tersebut ke Kecamatan Samalantan. Sebenarnya kayu yang telah dibuat police line tersebut di bawa ke Mapolres Bengkayang, berhubung truck yang kami mintai bantuan untuk membawa barang bukti kayu tersebut tidak berani melintasi gunung Vandering.
“Mobil yang kami miliki tidak mampu membawa kayu tersebut, oleh karena itu kami memintai bantuan masyarakat yang memiliki truck untuk menggeserkan kayu yang berada di TKP ke Kecamatan Samalantan. Para wartawan dapat melihat sendiri kondisi mobil milik Polres Bengkayang yang rata-rata tidak mampu melalui jalan ke TKP,” jelas Nimitch kepada para wartawan.
Laporan polisi telah dibuat dan akan menindaklanjutinya. Kami juga telah melakukan pemeriksaan meraton terhadap kasus ini. Nimitch mengungkapkan pembalakan liar ini pasti ada tersangkanya, saat ini masih dalam proses penyidikan sehingga kami belum memberikan nama-nama tersangka, dan akan diberitahu kepada wartawan setelah selesai penyidikan.
Nimitch telah memerintahkan jajarannya untuk mengembangkan kasus ini lebih lanjut. Karena calon tersangka sudah ada. Perlu diketahui, setiap kegiatan pembalakan liar pasti ada pemodal, pengendali dan pekerja.
“Mengenai rumor atau isu yang mengatakan bahwa pembalakan liar di Kecamatan Lembah Bawang tersebut di boking oleh aparat keamanan, itu tidak benar,” tegas orang nomor satu di Mapolres Bumi Sebalo ini.
Sebanyak 57 personil dari Polres Bengkayag dikerahkan ke TKP baik itu dari satuan Intel, Serse dan Samapta. Polisi Hutan Dishutbun Bumi Sebalo mengerahkan tujuh personilnya. Sedangkan dari Polsek Samalantan hanya satu orang saja, sebagai penunjuk jalan menuju TKP. (cah)
Minggu, 16 Januari 2011
Jembatan di Jalan Menuju Suti Semarang Banyak Memakan Mangsa
Robertus: Sembilan Jembatan Menuju Suti Semarang Hanya Menggunakan Dua Keping Papan
BENGKAYANG. Bukan hanya jalan yang rusak berat di Kecamatan Suti Semarang, kondisi jembatan pun tidak kalah ironisnya. Bayangkan saja, kurang lebih sebanyak Sembilan buah jembatan menuju Suti Semarang hanya menggunakan dua keping papan, celakanya ada beberapa yang menggunakan satu keping saja. Dengan kondisi ini, jembatan tersebut hingga kini banyak memakan mangsa.
Robertus STh, Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang mengatakan, Kecamatan Suti Semarang merupakan salah satu daerah terisolir yang ada di Bumi Sebalo. Hal ini dikarenakan akses jalan darat yang tidak memadai.
“Sebanyak Sembilan buah jembatan menuju Suti Semarang yang memakai dua keping papan, bahkan ada yang menggunakan satu keping papan saja. Kondisi in sangat memperihatinkan dan mengancam keselamatan setiap orang yang melewatinya,” beber legislator dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil III ditemui dikediamannya di Sentagi Dalam, belum lama ini.
Petrus Landuk, 40, Kades Suti Semarang mengisahkan pengalamannya, Jumat (24/12) 2010 lalu diirnya pulang berbelanja dari Pasar Bengkayang untuk kebutuhan menyambut hari raya Natal. ia membawa kue, minuman, dan rempah-rempah.
Jembatan yang saya lalui hanya dua keping papan saja, saya terjatuh dan kaki di timpa motor. Nama sungainya ialah Sijahan. Lebar sungai kurang lebih 10 meter dan dengan ketinggian enam meter. Semua belanjaan basah, satu pun tak dapat di bawa pulang sehingga hanya merayakan Natal apa adanya. “Sudah banyak yang jungkir balik saat melewati jembatan tersebut, salah satunya Camat Suti Semarang, Yohanes Atet dan Wakil Bupati Bengkayang Agustinus Naon saat ia masih menjabat sebagai Staf Ahli Pemerintahan pernah jatuh disitu juga,” beber Landuk ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Wakil Bupati Bengkayang periode 2010-2015 terjatuh saat mengikuti rombongan Bupati Bengkayang periode 2005-2010, Drs Jacobus Luna MSi melakukan kunjungan kerja ke Tapen dan Safari Ramadhan di Desa Cempaka Putih tepatnya sebelum Pemilukada Bumi Sebalo dilakukan. Hanya sangat disayangkan, Kadis PU belum pernah melintasi jembatan tersebut sehingga tidak merasakannya.
Landuk beharap kepada pemerintah daerah segera membangun jembatan tersebut. Sehingga tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena selama ini jembatan tersebut mengancam keselamatan bagi yang mengguunakannnya. (cah)
Natal Oikumene Kabupaten Bengkayang Sederhana Tapi Meriah
Cornelis: Ajak Masyarakat bersama dirinya membangun Kalbar dari ketertinggalan
BENGKAYANG. Natal Oikumene yang diselenggarakan di Lantai V Kantor Bupati Bengkayang Jumat (14/1) diselenggarakan dengan sederhana tetapi meriah. Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalbar mengajak seluruh elemen masyarakat Bumi Sebalo bersama dirinya membangun Kalbar dari ketertinggalan.
Drs Cornelis MH, Gubernur Kalimantan Barat mengatakan, dirinya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkayang karena telah lama menunggu kedatangan dirinya. Ini dikarena dalam sehari ia beserta istri dan rombongan mengikuti Natal Oikumene 2010 di tiga wilayah termasuk Bumi Sebalo. Sebelum di Bengkayang, ia dari Serimbu dan Ngabang. Jadi harap dimaklumi.
“Kita sebagai WNI, harus saling harga dan menghargai serta toleransi dalam keberagaman. Apabila merayakan Imlek atau lebaran, kita jangan pawai sehingga mengganggu bagi yang merayakannya untuk beribadah,berikanlah ketenangan dalam menjalankan ibadah. Begitu juga saat Natal, mereka pun memahami dan toleransi dimana kita sedang merayakannya dan melakukan ibadah. Jadi kita harus tetap toleransi dan tenggang rasa dalam keberagaman keyakinan,” saran Mantan Bupati Landak di Lantai 5 Kantor Bupati Bengkayang, Jumat (14/1).
Ketua DAD Kalbar ini menjelaskan, beberapa waktu lalu ia bersama masyarakat dayak lainnya melakukan orasi di Bundaran Hotel Indonesia untuk menuntut prof. Thamrin yang telah menghina suku dayak. Ia mengajak kepada seluruh warga Bumi Sebalo membantu dirinya untuk melawan professor gila tersebut. Bagi sarjanawan dan sarjanawati yang besic pendidikannya social dan hukum dapat kiranya membantu ia dalam penelitian untuk mementahkan penelitian dosen UI tersebut.
“Hari ini merupakan Hari Ulang tahun saya menjadi Gubernur Kalbar yang ketiga tahunnya dan saya merayakan bersama masyarakat Kabupaten Bengkayang. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama membangun Kalbar dari ketertinggalan, karena suatu daerah dikatakan terisolir dikarenakan insfrastuktur jalan yang tidak memadai. Tahun kemarin saya fokuskan pembukaan PPLB di Kabupaten Sambas dan kini sudah terealisasikan, tahun mendatang PPLB Kabupaten Bengkayang akan diperjuangkan untuk dibuka,” tegasnya.
Cornelis juga menyinggung wakil rakyat di provinsi yang tidak mendukung adanya proyek multi years. Padahal tidak dipungkiri, masyarakat sekitar proyek tersebut sangat mendambakan segera terealisasikan. Ini nyata sekali, hati mereka sudah tertutup karena demi kepentingan politik dan kelompok, bukan untuk kepentingan rakyat kecil.
“Bagi Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Bengkayang serta pejabat eselon II untuk dapat kiranya hadir pada natal oikumene di pendopo Gubernur yang dilaksanakan Minggu (15/1). Bagi yang belum mendapatkan undangan, anggap saja ucapan saya secara lisan ini sebagai undangan. Hari ini saya memenuhi undangan ditiga daerah yang berbeda, besok baru melayani para undangan saya,” seloroh Cornelis,kemarin.
Sementara itu, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot SPd mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Bumi Sebalo dari ketertinggalan dari kabupaten lain sesuai dengan bidang masing-masing.
“Pemda dan DPRD Bengkayang walau macam manapun berusaha, apabila tidak ada dukungan dari seluruh elemen masyarakat, susah untuk mewujudkan tanda dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan cita-cita kita membuat Kabupaten Bengkayang lebih maju dari kabupaten lainnya. Mari bersama-sama mengejar ketertingalan kabupaten yang kita cintai ini,” ajaknya.
Mengenai daerah tertinggal dan terisolir yang ada di Bumi Sebalo,Gidot bersama SKPD akan berusaha sekuat tenaga untuk membuka wilayah terisolir yang tentunya tanpa bantuan dari semua pihak, hal ini tidak akan terealisasikan.
Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch SIK membeberkan, sebanyak 50 personil ia kerahkan jajarannya untuk mengamankan kegiatan Natal dan Tahun Baru yang diselenggarakan di kantor satu atap ini. Masing-masing satuan Lantas dan Samapta yang diturunkan di lapangan.
Dari pantauan Equator dilapangan, Gubernur Kalbar beserta istri dan rombongan datang ke Bumi Sebalo pukul 16.40 dan disambut langsung oleh Bupati Bengkayang berserta istri dan seluruh elemen masyarakat yang hadir dengan diiringi tarian dayak sambut tamu.
Dikarenakan perjalanan jauh dan tidak berhenti dari Kabupaten Landak ke Bengkayang, kepala daerah Kalbar dan istri langsung mencari toilet, 10 menit kemudian baru menempati tempat yang telah disediakan oleh Panitia Natal.
Tampak hadir mantan Bupati Bengkayang periode 1999-2010, Drs Jacobus Luna MSi, Ketua dan Anggota DPRD Bengkayang, Dandim 1202 Singkawang, Kapolres Bengkayang, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan Negeri, Kepala SKPD se-Kabupaten Bengkayang, tokoh masyarakat, adat, agama, pastor, pendeta, serta suster.
Tema Natal dan Tahun Baru secara nasional ialah terang sesungguhnya yang menerangi setiap manusia sedang datang kedalam dunia , yohanes 1:1-9. Natal Oikumene 2010 Kabupaten Bengkayang. Kali ini sangat meriah, karena di hadiri oleh Gubernur Kalbar dan artis ibu kota Obbie Mesakh.
Cornelis sebagai Gubernur Kalbar menyalakan lilin pertama yang disiapkan oleh panitia, disusul oleh Suryadman Gidot selaku Bupati Bengkayang, kemudian Sebastianus Darwis sebagai Ketua DPRD Bengkayang, diikuti Agustinus Naon yang merupakan Wakil Bupati Bengkayang, Kristianus Anyim menjabat sebagai Sekda Bumi Sebalo.
Kepala Bimas Khatolik dan Protestan di Kementerian Agama Kantor Kabupaten yakni Alexander Tinggi SPd, Sag dan Yusak, serta terakhir Bupati Bengkayang periode 2000-2010, Drs Jacobus Luna MSi. Sebanyak delapan lilin yang disiapkan oleh panitia.
Sementara itu, suasana tempat kegiatan ini di Lantai lima, kursi yang disediakan oleh panitia baik di sayap kiri dan kanan dipenuhi oleh para undangan, baik itu dari umat kristiani maupun muslim dalam merayakan Natal Dan Tahun Baru di satu atap dari anak-anak sampai kakek-nenek.
Sebanyak empat layar televise berukuran 21 inci disiapkan oleh panitia di empat penjuru. Kejadian unik yang kerap terjadi apabila ada suatu kegiatan di Lantai Lima Satu Atap ialah, masyarakat yang hadir banyak terjebak dengan cat tembok kapur di satu atap. Pakaian mereka yag bersandar pun langsung putih dan ada beberapa warga yang sadar langsung mengibas-kibaskan pakaiannya yang terkena cat putih kapur tersebut. Sedangkan bagi yang tidak sadar, membawa kado manis dari satu atap ke rumahnya.
Di saat orang tua sedang khusyuk ibadah, sekelompok anak laki-laki di sayap kanan sibuk bermain dan ribut, tidak ada satu pun panitia yang menegur supaya tidak mengganggu acara yang sedang berlangsung. Sedangkan sebagian anak-anak lainnya, tampak mata yang lelah ingin tidur karena lelah menunggu selama beberapa jam baru kegiatan dimulai.
Perlu diketahui, panitia menebarkan undangan kepada para undangan menyebutkan kegiatan dimulai jam 16.00, tetapi berhubung menunggu tamu dari provinsi, acara baru dimulai pukul 07.00 sampai 22.15. Masyarakat banyak yang mengeluhkan dengan molornya kegiatan. Bagi yang sudah mengetahui acara akan molornya waktu kegiatan tersebut, datang pukul 18.00, tetapi bagi warga yang disiplin waktu, pukul 16.00 sudah ada ditempat kegiatan.
Celakanya, banyak para tamu baik itu masyarakat Bumi Sebalo yang menghadiri kegiatan dan para tamu dari provinsi banyak yang tidak kebagian makanan. Kejadian ini membuat para PNS Bumi Sebalo menyayangkan kejadian ini terjadi dan menjadi pembicaraan hangat usai kegiatan tersebut. Awalnya awak Koran ini tidak mengetahui kejadian tersebut, berhubung disana-sini membicarakan hal tersebut. Dapat dibayangkan, para tamu undangan yang tidak makan dari rumah, harus menunggu pukul 21.00 kampung tengahnya terisi. Parahnya, tamu VIP baru terisi perutnya usai acara di kediaman Bupati Bengkayang bagi umat Nasrani, dan di Pendopo Pemda untuk yang muslim.
Obbie Mesakh Bius Warga Bengkayang
Obbie Mesakh artis ibu kota Jakarta yang dihadirkan oleh Gubernur Kalbar dalam rangka merayakan Natal Oikumene, berhasil membius seluruh elemen masyarakat Bumi Sebalo dan ia juga sebagai daya tarik masyarakat rela menunggu berjam-jam walau belum makan dari rumah. Obbie membawakan beberapa lagu ciptaanya salah satunya ialah Kisah Kasih Di Sekolah dan lagu-lagu natal.
Disaat Obbie Mesakh dan Cornelis berduet maut dengan menyanyikan lagu ciptaan Pance Pondang dengan spontan tepuk tangan meriah dari para undangan. Gidot dengan replek ikut bernyanyi walau d kursi dan tangannya sesekali bergendang dengan meja di hadapannya. Sementara itu, ibu-Ibu pejabat Bumi Sebalo disibukkan dengan mengabadikan duet maut Kepala Daerah Kalbar dan Obbie Mesakh menggunakan handphone. Tamu undangan lainnya tak kalah saing dengan apa yang diperbuat oleh para tamu VIP, suara riang gembira membuat suasana meriah dan bahagia.
Seakan tidak mau kalah dengan suaminya, istri gubernur pun berduet maut dengan Obie Mesakh dan menyanyikan lagu demi kau si buah hati. Tidak dapat diperkirakan oleh semua orang, termasuk para wartawan dan juru gambar, tiba-tiba Cornelis membawakan sebuah bunga mawar dan diberikan kepada istri tercintanya dan langsung mencium pipi kiri dan kanan pasangan hidupnya dengan disaksikan ribuan pasang mata warga Bumi Sebalo. Tepuk tangan yang meriah dan terharu nampak di raut wajah para undangan.
Usai kegiatan, setelah Gubernur Kalbar beserta Istri dan pejabat Kabupaten Bengkayang meninggalkan ruangan, masyarakat menyerbu Obbie Mesakh untuk diabadikan sebagai kenang-kenangan. Mereka berfoto bersama dan saling berebut berada disisi artis ibu kota tersebut. Setelah itu, obbie Mesakh bersama panitia bersantai ria di tempat duduk VIP untuk menikmati buah-buahan yang telah tersedia kurang lebih lima menit termasuk awak Koran ini. (cah)
Jumat, 14 Januari 2011
Jumlah Guru Di Siding Memprihatinkan
Bengkayang. Kecamatan Siding salah satu kecamatan yang masih terisolir yang ada di Kabupaten Bengkayang. Selain akses jalan darat yang masih belum memadai, tenaga pengajar juga sangat memprihatinkan di wilayh perbatasan Indonesia-Malaysia ini.
Egarius Anggota DPRD Bengkayang mengatakan, dirinya selalu memantau kinerja para guru PNS yang mengajar di SMP Negeri 1 dan 2 Siding. Hal ini bertujuan untuk kemajuan pendidikan di Kecamatan Siding.
“Masyarakat Kecamatan Siding sangat peka apabila salah satu guru yang malas masuk mengajar. Pernah beberapa waktu lalu beberapa orang tua murid melaporkan kepada saya bahwa tenaga pengajar jarang masuk kantor, sehingga anak didik cepat pulang dan tidak mendapatkan ilmu pengetahuan,” beber Legislator dari Dapil III ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Pria asal Sungkung Kecamatan Siding ini menjelaskan, setelah ia menerima keluhan dari orang tua murid, Egarius pun langsung memanggil guru tersebut dan meninjau langsung dilapangan walau dengan dana pribadi.
Legislator dari Partai Demokrat ini mengungkapkan, tingkat pendidikan di Kecamatan Siding hanya sampai SMP saja, apabila ingin meneruskan ke jenjang SMA harus keluar kecamatan. Banyak siswa-siswi yang melanjutkan ke SMA di Seluas, Jagoi Babang, Sanggau Ledo, Bengkayang. Bahkan ada yang bersekolah di Kabupaten Sanggau dan Landak.
“Orang tua murid sadar akan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, apabila masih ditemukan tenaga pengajar di Kecamatan Siding yag malas masuk mengajar, dirinya tidak segan-segan membeberkan di media massa. Karena dengan dipublikasikannya guru tersebut, ada efek jera dan yang bersangkutan dapat intropeksi diri yang akhirnya rajin masuk mengajar,” tegasnya.
Lain halnya dengan Nuroji anggota Komisi X DPR RI saat kunjungan kerja Ke Kabupaten Bengkayang beberapa waktu lalu, ketersediaan guru bahasa Inggris di sejumlah daerah masih mengkhawatirkan melihat banyak sekolah yang tidak memiliki guru bahasa Inggris.
"Bagaimana mereka mau lulus dalam ujian nasional, sementara dalam ujian nasional (UN), matematika, Bahasa Inggris adalah yang ikut diujikan. Bukan hanya itu, sekolah-sekolah di sana juga tidak memiliki laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Itu banyak dikeluhkan masyarakat " Tanya legislator dari Partai Gerindra Dapil Jawa Barat VI.
Karena itu, Nuroji sepakat agar formula UN diubah yakni 40 persen untuk mata pelajaran yang terdapat dalam nilai rapor dan 60 persen adalah mata pelajaran yang diujikan di UN. Sebab, ada beberapa mata pelajaran yang juga bisa menilai kecakapan siswa, seperti kesenian atau olahraga. Namun UN tetap diperlukan sebagai pemetaan ini.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang menjelaskan, untuk Kecamatan Siding belum ada TK dan SMA. Yang ada baru SD dan SMP saja. Dan ketersediaan guru yang mengajar disana masih sangat terbatas.
Ditambahkan oleh Matius Pan Basten Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Siding mengungkapkan, ditempat ia mengajar hanya ada tiga PNS termasuk dirinya, dan sisanya tenaga honor dari daerah setempat. Setiap guru yang PNS merangkap dua sampai tiga mata pelajaran.
“Dana BOS yang di dapat dari pemerintah hanya cukup untuk membayar tenaga honor, sedangkan kebutuhan lain di sekolah harus dibeli sedikit demi sedikit karena terbatasnya anggaran,” jelas Basten saat ditemui Equator di Pasar Seluas, belum lama ini.
Wakil Bupati Bengkayang Jatuh Melewati Jembatan Menuju Suti Semarang
Robertus: Sembilan Jembatan Menuju Suti Semarang Hanya Menggunakan Dua Keping Papan
BENGKAYANG. Bukan hanya jalan yang rusak berat di Kecamatan Suti Semarang, kondisi jembatan pun tidak kalah ironisnya. Bayangkan saja, kurang lebih sebanyak Sembilan buah jembatan menuju Suti Semarang hanya menggunakan dua keping papan, celakanya ada beberapa yang menggunakan satu keping saja.
Robertus STh, Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang mengatakan, Kecamatan Suti Semarang merupakan salah satu daerah terisolir yang ada di Bumi Sebalo. Hal ini dikarenakan akses jalan darat yang tidak memadai.
“Sebanyak Sembilan buah jembatan menuju Suti Semarang yang memakai dua keping papan, bahkan ada yang menggunakan satu keping papan saja. Kondisi in sangat memperihatinkan dan mengancam keselamatan setiap orang yang melewatinya,” beber legislator dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil III ditemui dikediamannya di Sentagi Dalam, belum lama ini.
Petrus Landuk, 40, Kades Suti Semarang mengisahkan pengalamannya, Jumat (24/12) 2010 lalu diirnya pulang berbelanja dari Pasar Bengkayang untuk kebutuhan menyambut hari raya Natal. ia membawa kue, minuman, dan rempah-rempah.
Jembatan yang saya lalui hanya dua keping papan saja, saya terjatuh dan kaki di timpa motor. Nama sungainya ialah Sijahan. Lebar sungai kurang lebih 10 meter dan dengan ketinggian enam meter. Semua belanjaan basah, satu pun tak dapat di bawa pulang sehingga hanya merayakan Natal apa adanya. “Sudah banyak yang jungkir balik saat melewati jembatan tersebut, salah satunya Camat Suti Semarang, Yohanes Atet dan Wakil Bupati Bengkayang Agustinus Naon saat ia masih menjabat sebagai Staf Ahli Pemerintahan pernah jatuh disitu juga,” beber Landuk ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Wakil Bupati Bengkayang periode 2010-2015 terjatuh saat mengikuti rombongan Bupati Bengkayang periode 2005-2010, Drs Jacobus Luna MSi melakukan kunjungan kerja ke Tapen dan Safari Ramadhan di Desa Cempaka Putih tepatnya sebelum Pemilukada Bumi Sebalo dilakukan. Hanya sangat disayangkan, Kadis PU belum pernah melintasi jembatan tersebut sehingga tidak merasakannya.
Landuk beharap kepada pemerintah daerah segera membangun jembatan tersebut. Sehingga tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena selama ini jembatan tersebut mengancam keselamatan bagi yag mengguunakannnya. (cah)
Selasa, 04 Januari 2011
Keterisoliran dan Kemiskinan Tantangan Pemda Bengkayang
BENGKAYANG. Berkaitan dengan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan tahun 2011 yang akan datang Gidot mengungkapkan, bahwa keterisoliran dan kemiskinan merupakan tantangan yang harus terus dijawab oleh daerah ini.Wakil Bupati Bengkayang 2005-2010 ini berpendapat bahwa keterisoliran memberikan kontribusi yang besar terhadap tingkat kemiskinan.
Suryadman Gidot, SPd Bupati Bengkayang mengatakan, keberhasilan yang telah diraih oleh pemerintah kabupaten dari berdiri hingga tahun 2010, dari beberapa keberhasilan tersebut yaitu aktivitas perekonomian yang menujukan peningkatan yang positif yang ditandai dengan tingkat pertumbuhan pdrb diatas rata-rata 4,5%, yang berdampak pula pada pendapatan perkapita yang mengalami kenaikan rata-rata 13 persen untuk setiap tahunnya dimana pada tahun 2005 PDRB perkapita atas dasar harga berlaku sebesar 6,1 juta rupiah menjadi 10,2 juta rupiah pada tahun 2009 yang lalu.
“Prestasi ini sangat menggembirakan kita bersama dan untuk kinerja ekonomi tersebut maka Kabupaten Bengkayang dianugerahkan sebagai kabupaten yang menerima penganugerahan sebagai kabupaten yang menduduki peringkat kedua se Propinsi Kalimantan Barat yang kinerja perekonomiannya menujukan pertumbuhan yang baik oleh lembaga GTZ JERMAN bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan media cetak lokal beberapa waktu yang lalu,” terang Gidot ditemui di Mess Pemerintah Kabupaten Bengkayang, belum lama ini.
Suami dari Femi Oktaviani Gidot SE menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut telah membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Bengkayang yang tergambar dari peningkatan usia rata rata harapan hidup masyarakat Bumi Sebalo dari 68,4 tahun pada tahun 2007 menjadi 68,57 tahun pada tahun 2008.
Karena dengan dengan keterisoliran daerah maka hasil usaha masyarakat tidak dapat memberikan kontribusi yang memadai dalam meningkatkan pendapatan karena biaya yang ditanggung dalam proses produksi dan distribusi tidak sebanding dengan harga yang diterima.
“Kondisi ini tidak dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan produktivitasnya. Berikutnya kondisi terisolir ini juga telah berdampak pada sulitnya masyarakat untuk menikmati pembangunan dan memperoleh layanan yang memadai terutama bidang kesehatan dan pendidikan. Untuk menjawab masalah ini, pembukaan kawasan terisolir melalui pembangunan jalan dan jembatan merupakan kebijakan prioritas yang dijalankan beberapa tahun kedepan terutama dua kecamatan yang belum dapat dilalui kendaraan roda 4 yakni kecamatan siding dan kecamatan suti semarang,” tegasnya.
Dengan kebijakan ini diharapkan dapat menjadi urat nadi yang dapat menggeliatkan aktivitas ekonomi masyarakat di dua kecamatan tersebut yang muaranya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jika hal ini dapat dengan cepat diatasi maka Gidot berpendapat bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Bengkayang akan dapat ditekan pertumbuhannya bahkan dikurangi.
“Semoga apa yang akan dijalankan oleh pemerintah daerah sebagaimana visi dan misi daerah yang dijabarkan dalam rpjmd kabupaten bengkayang 2010–2015 dapat didukung bersama oleh seluruh lapisan masyarakat dan steakholder di Bumi Sabalo ini agar masyarakat kabupaten bengkayang yang sejahtera, cerdas, sehat, beriman, demokratis dan mandiri dalam keberagaman sebagaimana visi kabupaten bengkayang 2010-2015 dapat diwujudkan,”harapnya.(cah/humas bky)
Perusahaan Perkebunan Sawit Bermasalah, Masyarakat Harus Intropeksi Diri
Ebot: Kabupaten Bengkayang belum ada aturan mengenai ijin lokasi oleh instansi teknis
Bengkayang. Yulianus Widodo S Farm Apt anggota DPRD Bengkayang mengatakan, mengenai pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan dimana sebanyak enam perusahaan perkebunan kelapa sawit yang bermasalah di Bumi Sebalo yang semuanya sudah beroperasi dengan luas area mencapai 28560 hektar belum mendapat izin lokasi tetapi sudah ditanam, masyarakat harus intropeksi diri mengenai hal ini. Kabupaten Bengkayang belum ada aturan mengenai ijin lokasi oleh instansi teknis.
“Apabila masyarakat sekitar tahu dengan semua aturan mengenai izin lokasi pada perusahaan perkebunan sawit, hal ini tidak akan terjadi dan pihak perusahaan tidak berani beroperasi. Ini merupakan pelajaran berharga bagi kita supaya tetap jeli apabila perusahaan mau masuk ke daerah kita,” saran Legislator Demokrat dari Dapil III via telepon seluler, Selasa (4/1).
Sugianto Ebot, Sekretaris LSM Bina Lingkungan Hidup Borneo Kabupaten Bengkayang menuturkan, banyaknya terjadi permasalahan tentang warga masyarakat dengan perusahaan perkebunan yang terjadi di Kabupaten Bengkayang, di duga akibat tidak adanya perhatian pihak perusahan perkebunan.
Ini bukan merupakan wujud ke tidak patuhan saja, melainkan juga sebagai wujud dari memang tidak adanya rencana yang terukur dalam pemanfaatan lahan tersebut. Kesimpulannya kita meminta ke Bupati Bengkayang agar tidak memberikan izin lokasi tersebut dan kemudian melepaskannya kepada pihak lain untuk dapat di manfaatkan dalam rangka meningkatkan PAD Bengkayang.
Masalah izin lokasi yang di atur di Permen Agraria BPN No. 2/ 1999, kalau tidak sampai pembebasan Lahannya 50% dari luas izin lokasi, maka izin lokasi tidak dapat di perpanjang dan pemegang izin harus melaporkan kemajuan pembebasan/tri wulan ke Dinas Perkebunan
“Parahnya, di Kabupaten Bengkayang belum ada aturan mengenai ijin lokasi oleh instansi teknis. Oleh karena itu, perlu dibuat segera perda atau peraturan bupati, sehingga aturan itu jelas dan tidak tumpang tindih. Selama ini kita hanya mengacu kepada Permen Agraria BPN No. 2/ 1999 tentang izin lokasi.
Peranan eksekutif dan legislatif sangat penting dalam hal ini“ terang Ebot ditemui dikediamannya di jalan Basuki Rachmad, Selasa (4/1).
Ebot membeberkan, pihaknya akan memanggil enam perusahaan perkebunana sawit yang bermasalah tersebut untuk beraudiensi mengenai permasalahan dalam hal izin lokasi. kami siap memfasilitasi antara pihak eksekutif, legislatif dan perusahaan dalam hal ini.
Namun, tak mudah juga bagi perusahaan baru itu untuk mendapatkan izin perkebunan sawit. Mekanisme perizinan pendirian perkebunan sawit dilakukan melalui tiga tahap yakni izin informasi lahan, izin usaha perkebunan, dan izin lokasi.
Setiap tahapan memiliki tenggat waktu dan serangkaian proses yang harus dilakukan. Kalau tidak dipatuhi, izin-izin itu akan dicabut. Untuk tahap izin informasi lahan, tenggat yang diberikan adalah satu tahun. Di sini, investor harus melakukan studi awal lokasi dan analisis dampak lingkungan.
Perusahaan mesti menganalisis luas lahan yang efektif untuk perkebunan sawit. Jadi, misalnya, ada 25 ribu hektare lahan yang diberikan bupati sebuah wilayah kepada satu perusahaan untuk dianalisis. Ternyata, hanya 18 ribu hektare yang cocok untuk dikembangkan. Lahan yang cocok itulah yang harus dikembangkan oleh investor.
Pontius S Hut, Aktivis Pemuda Kabupaten Bengayang menjelaskan, pencadangan tanah dan izin lokasi diatur dalam peraturan Kepala Daerah Kabupaten/kota dengan Peraturan Daerah masing-masing yang esensinya kurang lebih mencakup perusahaan–perusahaan yang memerlukan tanah untuk keperluan usahanya harus mengajukan permohonan arahan lokasi kepada Bupati/Walikota dengan tembusan kepada kepala kantor Pertanahan, Kepala Dinas Perkebunan dan Kepala Dinas Kehutanan Dati II dengan melampirkan rekanan akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh menteri Kehakiman dan HAM.
Dalam memperoleh arahan lokasi tersebut Kepala Kantor Pertanahan mengadakan koordinasi dengan instansi terkait dan mencadangkan areal nonhutan (di Kalteng disebut sebagai kawasan pengembangan produksi-KPP, di propinsi lain disebut Areal Pengembangan Lain–APL).
Bupati / Walikota menerbitkan surat keputusan arahan lokasi yang berlaku 6 - 12 bulan ( tergantung kabupatennya ). Berdasarkan surat keputusan arahan lokasi perusahaan dapat melakukan kegiatan Survey lahan . Jika lahan yang diarahkan sesuai untuk pengembangan sawit maka perusahaan dapat mengajukan permohonan izin prinsip.
Izin Prinsip akan dikeluarkan oleh Bupati/walikota untuk jangka waktu selama 1 tahun . Selama periode tersebut, pengusaha harus melakukan kegiatan/penguasaan atas tanah dan mengajukan izin prinsip.
Permohonan izin lokasi di ajukan kepada Bupati/Walikota dengan lampiran status penguasaan tanah yang telah dilakukan. Izin lokasi biasanya berlaku 2 tahun.
“Setelah mendapatkan izin lokasi , Perusahaan harus melakukan AMDAL sebagai syarat untuk mendapatkan Izin Usaha Perkebunan ( IUP ). Setelah IUP diterbitkan, perusahaan harus mengajukan Izin pembukaan lahan ( LC ) dan dapat segera beroperasi sejalan dengan permohonan HGU kepada BPN,” jelas Pontius ditemui di Jalan Basuki Rachmad, kemarin.
Pontius menerangkan, Izin lokasi yang telah berakhir dapat diperpanjang. Permohonan perpanjangan izin tersebut harus diajukan selambat-lambatnya 10 hari kerja sebelum habis jangka waktu izin lokasi berakhir disertai dengan alasan perpanjangannya. Permohonan izin lokasi hanya boleh diajukan bila syarat perolehan tanah sudah lebih dari 50 % areal yang dicadangkan.
Perpanjangan izin lokasi hanya diperbolehkan satu kali untuk periode 12 bulan. Bupati/Walikota menerbitkan keputusan perpanjangan izin lokasi selambat-lambatnya 10 hari kerja setelah diterimanya berkas permohonan perpanjangan izin lokasi. (cah)
Senin, 03 Januari 2011
Rabat Beton Tak Kuat, Pronton, Eskapator, dan Truck Tumbang
BENGKAYANG. Proyek multi years yang mengeluarkan dana milyaran rupiah untuk meningkatkan jalan Sanggau Ledo-Seluas-Jagoi Babang ke titik nol perbatasan terindikasi tidak kuat. Hal ini dikarenakan rabat beton tersebut tidak memakai tulang dan saat ini banyak yang rusak. Parahnya, dalam sebulan dua buah mobil tumbang, yakni truck dan pronton yang membawa eskapator.
Egarius, anggota DPRD Bengkayang mengatakan, jalan rabat beton yang dibuat di jalan provinsi tepatnya di Dusun Pereges Desa Seluas Kecamatan Seluas kualitasnya dipertanyakan. Hal ini dikarenakan dalam pembuatan jalan rabat beton tersebut tidak memakai tulang atau besi.
“Tulang atau besi sangat berpengaruh dalam ketahan jalan rabat beton. Apalagi ini jalan provinsi, banyak aktifitas lalu lintas baik kendaraan roda dua, empat dan bahkan pronton. Jalur ini juga menuju ke Serikin Serawak Malaysia, apabila kualitasnya tidak baik, jalan akan cepat rusak,” terang Legislator dari Dapil III ini ditemui dikediamannya di Dusun Pereges, belum lama ini.
Legislator dari Partai Demokrat inimenjelaskan, ia yakin rabat beton yang dibuat di jalan provinsi ini tidak bertahan dengan lama. Baik itu karena dalam pembuatannya tidak memakai tulang, juga campuran nya sedikit semen tetapi banyak pasirnya.
Apabila memakai tulang, apabila jalan rabat beton tersebut retak, tidak akan hancur. Tetapi apabila tidak memakai tulang, akan hancur dan berderai bongkahan beton tersebut. Egarius sangat menyayangkan pihak ketiga dalam membuat jalan dengan kualitas tidak baik.
“Saya juga tukang, jadi tahu takaran semen dan pasir mana yang lebih banyak. Pernah waktu itu saya menegur para pekerja tersebut karena banyak pasir dibandingkan semen untuk rabat beton. Apabila kualitas jalan tidak baik, kami yang merasakannya karena kami warga sini,” ungkap Eqarius.
Egarius mengungkapkan, siapa saja yang bekerja, kerjakanlah dengan baik. Percuma saja pemerintah mengeluarkan dana milyaran rupiah tetapi kualitas dalam pengerjaannya asal-asalan. Kasihan dengan warga yang menggunakan jalan ini sehari-hari.
“Warga banyak mengusulkan kepada dewan dan bupati untuk memperbaiki jalan di wilayahnya. Setelah terealisasikan, jalan yang diperbaiki tidak bagus dan asal jadi. Bagi yang mengerjakan jalan tersebut, kerja yang betul-betul, walaupun tidak sampai 100 persen, tetapi minimal 75 persen jadilah. Jangan pengerjaannya hanya 35 persen, masyarakat yang sakitnya,” sarannya.
Bukan rahasia lagi dalam hal pengerjaan proyek, pemerintah sudah menghitung berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk pengerjaan jalan rabat beton tersebut, dan biaya untuk keuntungan pemborongnya. Apabila jalan selalu diperbaiki tetapi pengerjaannya asal jadi tidak memikirkan kualitas ketahanan jalan, perhatian pemerintah bukan hanya untuk jalan tersebut saja tetapi masih banyak lagi.
“Oleh karena itu, kepada semua pihak dalam hal ini bekerjalah sesuai bistek dan tetap menjaga kualitas ketahanan jalan,” harap pria asal Sungkung Kecamatan Siding ini.
Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Seluas yang tidak ingin disebutkan namanya saat melintas jalan di Pereges, ia meragukan ketahanan rabat beton yang ada di daerah tersebut. Belum saja diresmikan sudah banyak yang retak dan hancur rabat betonnya.
“Rabu (15/12) lalu, sebuah mobil truck milik orang Kabupaten Landak saat melintas jalan yang rabat beton ini tumbang. Dan Kamis (30/12), sebuah mobil tronton yang membawa eskapator dari PT WKN tumbang saat melintas jalan rabat beton di Kuburan Desa Pereges Kecamatan Seluas,” beber pria berambut lurus dan berkulit sawo matang ini.
Ia menjelaskan, hingga saat ini eskapator tersebut masih berada di tempat kejadian. Sedangkan trontonnya sudah kembali ke Pontianak. Ia menarik kesimpulan, badan jalan rabat beton tersebut tidak kuat menahan beban, sehingga pronton tersebut tumbang.(cah)
Kamis, 30 Desember 2010
Terlambat, Pengurusan Akte Kelahiran Harus Lampirkan Bukti Pengadilan
BENGKAYANG. Bagi jabang bayi yang baru lahir dan anak di Kabupaten Bengkayang hendaknya cepat-cepat mengurus Akte Kelahiran di kantor Dispenduk Capil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) setempat. Dalam waktu dekat, Dinas ini akan menerapkan aturan melewati batas dua bulan sejak kelahiran tidak diurus Akte tersebut, maka harus melampirkan bukti dari Pengadilan setempat.
Untuk tahun 2010 ada toleransi satu tahun sebelum akhirnya aturan ini diberlakukan secara efektif. Kepala Desa Lamolda Kecamatan Lumar, Gregorius Muksin mengtakan, mendekati akhir tahun 2010 ini dan seiring dengan batas akhir toleransi pembuatan akta kelahiran, anyak warganya yang secara spontanitas menitipkan kpada dirinya untuk membuat akta kelahiran, baik itu akta pokok maupun dispensasi.
“Untuk memaksimalkan pelayanan saya sampai lembur hingga larut malam untuk mengerjakannya untuk segera selesai, karena apabila tidak segera dibuat akta kelahiran warga yang ingin membuat akta lahir melalui persidangan dan membayar dengan biaya yang cukup besar,” terang Muksin di temui di Kantor Camat Lumar, Kamis (30/12).
Muksin sangat senang dengan warganya yang sadar akan pentingnya melengkapi administrasi kependudukan. Ini menandakan masyarakat sudah dewasa dan mulai mengerti akan pentingnya identitas diri.
Sementara itu, Sunardi Kepala Desa Belimbing Kecamatan Lumar mengungkapkan, dirinya untuk mengingatkan warga akan pentingnya memuat identitas kependudukan dan akta lahir melalui gereja, masjid, pertemuan-pertemua desa, dan di warung kopi.
“Saya selalu berpesan kepada masyarakat untuk segera membuat akta kelahiran baik pokok dan dispensasi, tetapi warga banyak yang membandel dan seakan tidak percaya 31 Desember 2010 batas terakhir dibuat langsung ke Disdukcapil tanpa melalui pengadilan,” keluh SUnardi ditemui diruang kerjanya di Dusun Sempayuk Desa Belimbing, kemarin.
Sunardi menceritakan, melihat gelagat warganya seakan tidak percaya 31 Desember 2010 batas terakhir pembuatan akta kelahiran tersebut, dirinya berinisiatif meminta bantuan kepada pendeta, tokoh adat, masyarakat, agama setempat untuk sering mengingatkan masyarakat untuk segera membuat akta lahir.
“Ada beberapa masyrakt yang ingin segera membuat akta kelahiran terlambat tetapi banyak yang tidak lengkap, dan belum di foto copy, sehingga sayatalangi dulu, dan parahnya, setelah akta lahir sudah jadi, tidak sedikit warganya yang belum mengambil sehingga menumpuk diruang kerjanya,” ungkapnya.
Ditambahkan oleh Kepala Dispenduk CapilKab Bengkayang, Drs Lorensius, Akta Kelahiran sangat penting untuk dimiliki oleh masyarakat. Untuk itu, dia menghimbau agar agar masyarakat mengurus akta kelahiran untuk putra putrinya tepat waktu.
Akta kelahiran gratis jika diurus maksimal dua bulan setelah kelahiran. Jika pelaporan kelahiran guna mengurus Akta Kelahiran terlambat, maka akan dikenakan denda. Masuk katagori terlambat jika lebih dari dua bulan pasca kelahiran, tidak dilaporkan kepada Dispenduk.
“Meski begitukami masih melayani keterlambatan. Keterlambatan pelaporan data kelahiran hingga akhir tahun 2010. Jika melewati tahun 2010, maka pengurusan akta kelahiran harus harus mendapatkan penetapan dari pihak pengadilan terlebih dahulu sebelum diproses Disdukcapil,” tegas Lorensius. (cah)
Lima Tahun Kedepan, Pembangunan Asrama Mahasiswa Bengkayang Terealisasi
BENGKAYANG. Sejak Jacobus Luna masih menjabat sebagai Bupati Bengkayang hingga ia lengser dan di gantikan oleh Suryadman Gidot, asrama mahasiswa asal Kabupaten Bengkayang yang ada di Pontianak hanya sekedar wacana. Lima Tahun Kedepan, pembangunan asrama mahasiswa Bengkayang terealisasi
Wakil Bupati Bengkayang Agustinus Naon S Sos mengatakan, asrama mahasiswa Kaupaten Bengkayang yang berada di Jalan Sungai Raya Dalam Gang Ceria III Kabupaten Kubu Raya tepatnya di samping Polda Kalbar sudah tidak layak huni dan ini menjadi target utama kita.
“Kita jangan dulu memikirkan untuk bagun asrama disetiap SMA dan SMP yang ada Bumi Sebalo, karena yang terutama dipikirkan kedepannya ialah membangun asrama mahasiswa dan mahasiswi yang ada di Pontianak,” tegas Mantan Kepala KD Kaupaten Bengkayang diruang kerjanya, belum lama ini.
Naon menjelaskan, apabila asrama yang ada di Pontianak sudah rampung, baru kita bangun asrama disetiap SMP dan SMA di seluruh kecamatan yang ada di kabupaten yang kita cintai ini. Hal ini dikarenakan, terbentur oleh anggaran yang dimiliki oleh Bumi Sebalo.
“Minimal, target yang ingin kita capai lima tahun kedepan asrama mahasiswa dan mahasiswi harus jadi. Kasihan dengan generasi penerus kita yang sedang menuntut ilmu di ibu kota provinsi, banyak yang indekos padahal banyak orang tuanya yang tidak mampu untuk menguliahkan anaknya, tetapi demi pendidikan anaknya rela banting tulang,” tegas Naon.
Ia mengungkapkan, kebanyakan orang tua mahasiswa yang menguliahkan anaknya di Pontianak rata-rata bermata pencaharian petani. Sedangkan asrama yang ada disana tidak cukup untuk menampung semuanya, sehingga banyak yang indekos walaupun memaksakan diri.
Naon merincikan, tanah yang ada sekarang terutama di Pontianak sangat mahal sekali, belum lagi biaya untuk pembangunannya. Berhubung anggaran yang ada sangat terbatas, kita sedikit-demi sedikit merelasiasikannya.
Sementara itu, Hendro Kamseno Ketua IMKB (Ikatan Mahasiswa Kabupaten Bengkayang) mengatakan, sangat merespon adanya niat dari Pemda Bumi Sebalo untuk segera membangun asrama mahasiswa dan mahasiswi yang ada di Pontianak.
“Penghuni yang ada di asbeng (sebutan asrama mahasiswa Bengkayang) jumlahnya tidak mencapai 30 orang, karena tidak cukup untuk menampung mahasiswa Bumi Sebalo semuanya. Bangunan yang ada merupakan bekas rumah pribadi tetapi dimodivikasi menjadi arama,” terang Hendro Alumnus SMA Negeri 1 Ledo ditemui di Kantor Bupati Bengkayang, Kamis (30/12).
Mahasiswa Fisipol Untan ini menerangkan, wacana pembangunan asrama ini sudah di enduskan oleh Bupati Bengkayang periode 1999-2010 Drs Jacobus Luna MSi, tetapi sangat disayangkan hingga sekarang masih belum terealisasikan.
Parahnya, lahan milik Pemda Bengkayang yang ada di Sepakat II di Belakang Untan banyak mahasiswa asal Bumi Sebalo belum mengetahui secara pasti dimana keberadaannnya dan luasnya juga tidak diketahui berapa luas lahan tersebut.
Hendro berargumen, apabila Pemda Bumi Sebalo kekurangan anggaran atau tidak memiliki anggaran untuk pembangunan asrama mahasiswa yang ada di Pontianak, untuk apa menjadi kabupaten. Karena untuk menjadi sebuah kabupaten ada beberapa criteria yang wajib dan harus ada. (cah)
Rabu, 29 Desember 2010
Respon Multiyear Segera Terealisasikan
Bengkayang. walaupun Partai Golkar tidaks etuju dengan multiyear jalan provinsi dari Ledo-Subah-Sambas, tetapi masyarakat yang ada di lapangan sangats etuju dengan adanya proyek multiyear, salah satunya Camat Ledo. ia sangat mendukung proyek multiyear segera terealsiasikan demi keamanan, kenyamanan, dan mudahnya akses allaulintas keluar masuk baik kegunaan untuk warga sekitar maupun untuk dua kabupaten.
Idrus Camat Ledo mengatakan, jalan provinsi yang ada di wilayah kerjanya saat ini memang rusak berat, tetapi 2011 akan diperbaiki oleh pemerintah provinsi melalui multiyear. selaku pemerintah di tingkat kecamatan kami sangat merespon dengan baik.
"Jalan provinsi Ledo-Subah-Sambas cepat rusak karena banyak angkutan buah sawit di luar Kecamatan Ledo masuk melalui jalan ini menuju ke PT MISP, sehingga jalan cepat rusak. apabila mobil truck yang tidak membawa tandan buah sawit melalui jalan ini, saya yakin tidak cepat rusak," tegas Idrus ditemui diruang kerjanya, Rabu (29/12).
idrus menjelaskan, setiap hari berpuluh-puluh truck melalui Jalan Provinsi ini membawa tandan sawit, sedangkan ketahanan jalan tidak sesuai dengan beban yang dibawa angkutan tersebut. makanya jalan disini tidak dapat bertahan dengan lama.
truck yang membawa tandan buah sawit banyak berasal dari luar wilyah kerjanya seperti Kecamatan Jagoi Babang, Seluas, Sangggau Ledo, dan Lumar. karena banyak masyarakat yang menanam sendiri sawitnya. dan ada juga perusahaan sawit yang menjaul buah tandan ke PT MISP melalui jalur sini. karena jalan ini merupakan satu-satunya akses yang dapat dilalui oleh kendaraan roda empat menuju PT MISP dari Jalur sutra.
ia mengungkapkan, kasihan dengan masyarakatnya yang setiap hari apabila musim penghujan menghadapi jalan rusak berat dan dan badan jalan dipenuhi genangan air bercampur lumpur. sedangkan musim kemarau, warganya menghadapi debu yang mengganggu pemandangan saat berkendaraan.
"Tak jarang pengendara kendaraan roda dua atau empat mengeluh dengan situasi jalan seperti ini. Kami berharap, ada kebijakan dari pemerintah provinsi mengenai hal ini terutama dalam hal pemeliharaannya kelak setelah jalan telah baik diperbaiki melalui proyek multiyear ini," harapnya.
idrus melanjutkan, parit atau drainase untuk pembuangan air saat hujan pun tidak ada pada jalan provinsi ini. ini juga harus dipertimbangkan untuk di buat parit atau drainase sehingga jalan yang mengeluarkan dana besar tidak digenai oleh air saat hujan tiba. karena kita ketahui bersama, faktor lain terjadinya percepatan rusaknya jalan juga dipengaruhi oleh genangan air. (cah)
Pemerintah dan Masyarakat Mesti Tanamkan Sikap Disiplin
Menjalankan roda pemerintahan di daerah guna mencapai sebuah keberhasilan bagi
seluruh masyarakatnya tak semudah membalikkan telapak tangan. Melimpahnya
Sumber Daya Alam (SDA) bukan sebuah jaminan suatu daerah dapat memberikan
kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengatakan, perlu dukungan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Memadai dalam arti bukan dilihat dari kapasitas semata akan tetapi juga dilihat kemampuan SDM tersebut untuk membangun daerah dengan kerja keras dan semangat kerja yang tinggi serta profesional.
"Untuk mencapai keberhasilan tersebut, perlu dukungan dari semua pihak, baik
unsur pemerintah maupun masyarakat," ungkap Wakil Bupati Bengkayang 2005-2010, ketika wartawan ini mengunjungi kediamannya belum lama ini.
Menurut orang nomor satu di Bumi Sebalo ini, kedua unsur yang dimaksud harus
mampu menanamkan sikap kedisiplinan pada diri mereka. Sebab kedisiplinan
merupakan kunci yang paling penting guna mencapai keberhasilan dalam sistem
pemerintahan.
Dalam struktur pemerintahan, apabila sikap tersebut dapat ditanamkan, hal yang
akan diperoleh adalah terciptanya pelayanan publik yang baik, minimnya
kesalahan-kesalahan kerja, manejemen yang teratur dll. Sementara bagi
masyarakat, sikap tersebut akan mampu menciptakan masyarakat yang mandiri dan
memiliki kreativitas tinggi.
"Bengkayang tidak akan maju bila sikap dan nilai positif seperti kedisiplinan
tak dimiliki oleh seluruh unsur didaerah ini," tandasnya.(cah)
Senin, 27 Desember 2010
Rayakan Natal Jangan Berlebihan Dan Memaksakan Diri
BENGKAYANG. Bagi yang merayakan Natal dengan semangat Natal minimal diharapkan kepada masyarakat semakin baik dalam hal keimanannya sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya. Dalam Natal tahun ini kita memohon kepada Tuhan, untuk memberikan mental, kekuatan dan spiritual kepada kita semua untuk lebih baik kedepannya. merayakan Natal jangan berlebihan dan memaksakan diri untuk menghindari terjadinya utang di toko-toko.
Agustinus Naon S Sos Wakil Bupati Bengkayang mengatakan, menyambut Natal dan Tahun Baru mari kita bekerja sesuai bidang masing-masing. Bagi pekerjaan petani, macam mana caranya menjadi petani yang baik Begitu juga pejabat, jadilah pejabat yang baik.
“Yang terpenting ialah bagaimana Kabupaten Bengkayang lebih maju dari kabupaten lainnya yang ada di Kalbar. Dalam Natal tahun ini kita memohon kepada Tuhan, untuk memberikan mental, kekuatan dan spiritual kepada kita semua untuk lebih baik kedepannya,” terang Kepala Kantor di Kantor Camat Kabupaten Sanggau 1980 ditemui di Rumah Dinasnya Jalan Guna BaruTrans Rangkang, Senin (27/12).
Mantri Polisi Pamong Praja di Kantor Camat Meliau Kabupaten Sanggau Tahun 1980 ini menjelaskan, dalam memaknai Natal, masyarakat harus memikirkan bagaimana massa depannya kelak. Jangan dalam sehari mendapatkan penghasilan seratus ribu rupiah, tetapi menghabiskan 150 ribu rupiah. Ini yang banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat di Bumi Sebalo dan pola piker seperti itu perlu di ubah untuk saat ini.
“Masyarakat Kabupaten Bengkayang menyambut Natal tahun ini sangat antusias dan luar biasa sekali. Dengan kesadaran yang tinggi, diharapkan dalam merayakan Natal jangan berlebihan dan memaksakan diri untuk menghindari terjadinya utang di toko-toko,” harap Camat Nanga Taman Kabupaten Sanggau 1985 ini, kemarin.
Camat Parindu Kabupaten Sanggau 1990 ini menyarankan, masyarakat Bumi Sebalo harus rajin menabung untuk massa depannya kelak. Apabila mendapatkan anggaran dana yang lebih, lebih baik ditabung jangan foya-foya atau menghambur-hamburkan uang.
Apabila sudah banyak masyarakat Kabupaten Bengkayang sadar akan pentingnya menabung dan disiplin, ia yakin pasti semua generasi penerus dapat melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi.
Naon menceritakan saat dirinya masih sekolah, tepatnya pada tahun 1960, ia harus bersekolah di Nyarongkop Singkawang. Kasi Objek dan Daya Tarik Wt Kantor Pariwisata Kabupaten Sambas 1995 ini mengungkapkan waktu itu untuk tamat SMP saja susah payah.
Namun, untuk saat ini untuk menamatkan di bangku SMP dan SMA sangat mudah. Pemerintah telah membangun sarana dan prasarana tersebut hampir disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang.
Sementara itu, Ketua Umum DAD Bengkayang Drs Kristianus Anyim M Si menambahkan, bagi yang merayakan Natal dengan semangat Natal minimal diharapkan kepada masyarakat semakin baik dalam hal keimanannya sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya.
“Bagi masyarakat yang tidak merayakan Natal, lebih meningkatkan rasa toleransi yang lebih baik lagi dengan dibuktikan saling silahturami dan mengunjungi kepada yang merayakannya,” ajak Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang ditemui dikediamannya di Jalan Sanggau Ledo, kemarin.
Suami dari Nyonya Anastasia Maria Anyim ini menjelaskan, makna Natal untuk mengingat kembali kelahiran Yesus Kristus. Tentunya, makna jaman dahulu dengan sekarang berbeda. Saat ini, kita harus mengisi hal-hal yang positif dan memberikan motivasi serta semangat terutama semangat keimanan.
“Semakin tahun semakin baik, karena hidup ini hanya sementara. Oleh karena itu, selama hidup walaupun berbuat sekecil apapun itu lebih baik daripada tidak sama sekali,” tegas bapak berkacamata putih dan berkumis ini. (cah)
Minggu, 26 Desember 2010
Natal Momen Intropeksi Diri
BENGKAYANG. Komitmen untuk mewujudkan kemandirian masyarakat Bumi Sebalo dengan semangat natal ini sebagai momentum untuk intropeksi diri sekaligus menguatkan kemitraan untuk kemajuan kabupaten yang kita cintai ini.
Suryadman Gidot SPd Bupati Bengkayang mengatakan, dalam suasana Natal ini hendaknya kita memahami arti penting kelahiran Yesus Kristus yang secara prinsip mengajarkan kepada umatmanusia tentang kesederhanaan, perbaikan, perhatian terhadap kaum lemah dan cinta kasih sesama umat.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Yesus Kristus tersebut, seperti juga nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai ajaran agama lainnya merupakan pembimbing moral kehidupan umat pemeluknya danbagi umat manusia,” terang Gidot di temui di kediamannya di Jalan Sanggau Ledo, Sabtu (25/12).
Gidot menjelaskan, nilai-nilai tersebut hendaknya dapat diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena dalam perkembanganmasyarakat dunia termasuk masyarakat Indonesia saat ini, telah banyak terjadi pergeseran dari nilai-nilai ajaran agama.
Di berbagai belahan bumi di dunia, serta beberapa daerah di Tanah Air tercinta akhir-akhir ini telah terjadi berbagai gejolak, konflik,krisis, pertikaian antar etnis dan pemeluk agama serta pelanggaran terhadap hak azasi manusia yang sangat merugikan dan memperkecil harkat dan martabat kemanusiaan yang selama ini diajarkan dalam setiap agama bagi pemeluknya.
Melalui semangat Natal Tahun 2010 dan Tahun Baru 2011 ini, kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga dalammembangun kebersamaan, saling pengertian, hidup secara harmonis dan untuk peningkatan kualitas kehidupan umat di masa yang akan datang. hikmah dan makna Natal akan lebih mencerahkan kita danmewarnai sikap kita dalam pengabdian kepada Bangsa dan Negara.
Dengan semakin meningkatnya usia Kabupaten Bengkayang, momen Natal dan tahun baru dapat meningkatkan peranan masing-masing untuk mengembangkan diri baik itu ditingkat masyarakat, kabupaten, dan provinsi.
“Jadilah sebagai momen intropeksi diri untuk berbuat kepada orang banyak. Mari bersama-sama meneguhkan komitmen untuk Bumi Sebalo dan terwujudnya visi pemda yang akhirnya tercipta masyarakat yang sejahtera,” ajak Wakil Bupati Bengkayang 2005-2010 ini.
Namun, semuanya tidak akan berhasil apabila tidak dibarengi dengan disiplin, karena disiplin merupakan kunci keberhasilan dalam organsiasi di kabupaten. Tanpa itu semua, sulit untuk mewujudkan cita-cita kita semua untuk mewujudkan Kabupaten Bengkayang lebih maju dari kabupaten yang ada di Kalbar..
“Kita harus meningkatkan disiplin diri, keluarga, masyarakat dan pemerintah. Natal hakekatnya bukan bicara materi, tetapi hati dan niat. Apabila tidak mampu merayakan natal, jangan memaksakan diri. Yang mampu jangan berlebihan dan yang tidak mampu jangan dipaksakan. Karena memaknai natal lebih penting, jangan terlalu berlebihan tetapi sederhana saja,” saran Suami Femi Oktaviani Gidot ini.
Ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Bumi Sebalo untuk dapat bertandan ke kediamannya di Jalan Sanggau Ledo pada tanggal 25 dan 27 Desember 2010. Dari Pukul 09.00-19.00 WIB. Apabila warga ada waktu silakan datang, setiap tahun akan diadakan open house dirumahnya untuk slaing silahturami. (cah)
Selasa, 21 Desember 2010
wawancara bersama Bupati Bengkayang Suryadman Gidot SPd
By: yopi cahyono
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Bupati Bengkayang Suryadman Gidot SPd, saya berusaha untuk menemui beliau demi seluruh elemen masyarakat Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Bengkayang pada khususnya.
Suryadman Gidot SPd seorang Bupati Bengkayang yang masih muda dan energik ingin membantu masyarakat Bumi Sebalo yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dan mengejar ketertinggalan Kabupaten Bengkayang dari kabupaten lainnya yang ada di Kalbar.
Apa yang membuat bapak lebih memilih terjun ke dunia politik di bandingkan menjadi guru karena basic bapak ialah sarjana pendidikan?
Dengan saya terjun kedunia politik, saya dapat masuk ke pemerintahan karena memiliki kesempatan untuk mengembangkan, memajukan, serta mewujudkan cita-cita mempercepat ketertinggalan, keterbelakangan, kemiskinan dan lain sebagainya. Apabila kita tidak masuk ke pemerintahan, dan kita diluar system, sulit untuk kita merealisasikan hal tersebut.
Saya memang berlatarbelakang pendidikan. Saya sering melihat banyak anak-anak yang tidak sekolah dan bahkan putus sekolah. Bagaimana upaya saya dapat membantu mereka semuanya. Satu-satunya jalan bagi saya ialah masuk keranah pemerintah. Karena salah stau cara untuk masuk keranah pemerintah ialah melalui jalur politik.
Kesempatan dan peluang ada pada 1999, saya masuk. Apabila saya tidak masuk dunia politik saat itu, saya tidak dapat masuk ke ranah pemerintah dan membnatuanak yang tidak sekolah dan putus sekolah. Saya pernah masuk menjadi anggota dewan, Wakil Ketua Dewan, Wakil Bupati Bengkayang sampai menjadi Bupati Bengkayang. Inilah sata nya bagi saya untuk mewujudkan hal terebut.
Macam mana caranya bapak melihat peluang sehingga bapak dapat mewujudkan keinginan bapak sampai menjadi Kepala Daerah Kabupaten Bengkayang dengan usia yang masih muda?
Peluang memang suatu kejelian kita untuk melihat, membaca salah satu peluang. Pertama, melihat kabupaten baru hasil pemekaran tidak banyak orang yang mau terjun keranah politik. Kedua, saya seorang guru, apabila saya masuk kedunia politik, saya banyak didukung oleh teman-teman guru. Ketiga, saya terlahir dari kelompok yang dikatakan miskin, apabila saya ungkapkan cita-cita saya, saya pasti banyak mendapatkan simpatik. Keempat, saya putra daerah. Tidak mungkin kita tidak di dukung di daerah kita sendiri.
Dengan kesibukan bapak sebagai Kepala Daerah Kabupaten Bengkayang, macam mana caranya bapak membagikan waktu antara pekerjaan dan keluarga?
Semuanya sudah diatur jadwalnya. Senin sampai Jumat untuk kerja dari jam 08.00 sampai 15.00. Sabtu dan Minggu istirahat tidak kerja, itulah waktu untuk keluarga. Hari-hari libur, kita manfaatkan untuk keluarga. Apabila kita tidak dapat betemu dengan keluarga, sekarang jaman sudah canggih, dapat berbicara melalui telepon seluler. Kan mudah saja berkomunikasi dengan keluarga. Tidak sulit sekarang ini. Ini semua tergantung dengan komitmen kita, macam mana caranya membagikan waktu antara kerja dan keluarga. Kita selalu membuat program, jadi manajemen keluarga juga perlu di buat supaya tidak terganggu antara pekerjaan dan kleuarga.
Macam mana anda dapat merealsiasikan visi dan misi bapak dan pasangan bapak Agustinus Naon?
Saya pikir, visi dan misi ini dapat terealsiasikan. Tetapi untuk merealsiasikan ini dapat cepat atau lambat bahkan sampai ke generasi penerus kita. Artinya, merealsisikan visi dan misi inikan membuat pondasi. Pondasi ini harus kokh. Apabila pondasinya kokh, aparatur pemda bnegkayang sudah kokoh, rakyat kita bersemangat, disiplin dan sebaginya, itu lah pondasinya.
Kedepannya, apabila pondasi sudah kokoh, kita berbicara sedikit saja, mereka sudah merespon dan tanggap. Salah satu contoh, tanah tanpa menanam sesuatu tumbuhan yang dapat meningkatkan taraf hidup keluarga tidak ada artinya. Oleh karena itu,visi ini tidak dapat diwujudkan sendiri tanpa adanya dukungan, perlu dukunga dari seluruh elemen masyarakat.
Kabupaten Bengkayang yang kita ketahui ketertinggalan dari kabupaten lainnya di Kalbar, apa terobosan yang akan bapak lakukan untuk dapat bersaing dengan kabupaten lain dan Bumi Sebalo berkembang dan lebih maju dari kabupaten lainnya?
Kita harus melihat spesifikasi masalahnya lebih terdahulu. Apabila wilayah atau kecamatan itu spesifikasinya terisolir, kita jawab jangan sampai terisolir lagi. Apabila daerah tersebut pada tingkat perekoniomiannya kurang mampu, kita bnatu. Apabila mereka membutuhkan bibit untuk mengembangtkan pertanian, kita bantu. Begitu juga di bidang lainnya. Antara kecamatn yang satu dan yang lainnya berbeda permasalahannya. Permaslahan itu harus kita pilah, jangan di samakan. Porsi yang kita berikan secara porprosional pada masing-masing kecamatan. Kita sekarang mendorong percepatan pembangunan perekonomian untuk 2011. Dengan memberikan bantuan bibit karet, sawit, ternak, sapi dan lainnya
Seperti kita ketahui, di kabupaten Bnegkayang memiliki tiga kecamatan yang masih terisolir, jadi macam mana cara bapak untuk mengatasi permasalahan yang ada pada ketiga daerah tersebut?
Yang perlu kita lakukan ilaah berbicara dengan kementerian. Baik itu PU, PDT, Transmigrasi dan sebagainya. Penyebab daerah terisolir ialah jalan. Saya yakin, lima tahun ini kita akan mewujudkan hal itu. Bukan hanya ketiga keca,atan tersbeut, tetapi Capkala dan Sungai Raya juga masuk dalam wilayah terisolir. Pada musim-musim tertentu, Kecamatan Sungai Raya tidak dapat keluar dari wilayahnya karena factor cuaca dan gelombang.
Saya yakin,target lima tahun kedepan, daerah tersebut akan dapat dilalui oleh kendaraann roda empat, minimal daerah Sebalo dan Suti Semarang pada 2014 dapat dilalui kendaraan. Jalan dari Jagoi Take sampai Siding 2013 harus sudah tuntas. Untuk daerah Sungkung, kita akan coba lewat Suti Semarang menuju Kabupaten Landak baru ke Sungkung. Kita mencari alternative yang mudah, murah dan cepat terlayani transportasinya.
Nama : SURYADMAN GIDOT, S.Pd
Tempat dan tanggal lahir : Pejampi, 15 Mei 1971
Alamat dan tempat tinggal : Jl. Guna Baru Trans Rangkang Rt. 08 / Rw. 004 Kelurahan Sebalo Kec.
Bengkayang Kabupaten Bengkayang 79182
Jenis kelamin : Laki – laki
Agama : Kristen Protestan
Status keluarga : Sudah menikah
Nama Istri: : Femi Oktaviani Heriyanti, SE
Jumlah anak : 2 orang (Laki-laki dan Perempuan)
Riwayat Pendidikan :
a. SD Negeri 5 Pejampi Tahun 1980 - 1986
b. SMP Negeri 1 Seluas Tahun 1986 - 1989
c. SMA Talenta Singkawang Tahun 1989 – 1992
d. S-1 UNTAN Fakultas Pendidikan Pontianak Tahun 1992 – 1998
e. S-2 UNTAN Fakultas Hukum Tahun 2006 dalam proses Tugas Akhir
f. S-2 UNTAN Fakultas Ekonomi Tahun 2006 dalam proses Tugas Akhir
g. S-2 UNTAN Fakultas ISIPOL Tahun 2003 dalam proses Tugas Akhir
h. S-2 UT Program Manajemen Administrasi Public Tahun 2006
Pengalaman organisasi :
- Ketua FMPKB Prov. KALBAR Tahun 1996 - 1998
- Ketua HKTI Kabupaten Bengkayang Tahun 2003 -sekarang
- Ketua Harian KONI Kab. Bengkayang Tahun 2005 - 2010
- Ketua FPTI Kab. Bengkayang Tahun 2002 - 2004
- Dewan Pakar PIKI Prov. KALBAR 2006 – sekarang
- Ketua Pemuda Demokrat Kab. Bengkayang Tahun 2002 – 2005
- Wakil Ketua PORT Kab. Bengkayang Tahun 2003 – sekarang
- Pengurus Dewan Pendidikan Kab. Bengkayang Tahun 2002 – 2005
- Sekretaris DAD Kab. Bengkayang Tahun 2000 – 2005
- Ketua BNK Kab. Bengkayang Tahun 2005 – 2010
- Ketua KTPI Kab. Bengkayang Tahun 2006 – sekarang
- Ketua Kwarcab Pramuka Kab. Bengkayang Tahun 2007 – 2011
- Ketua Yayasan Pendidikan Borneo Bengkayang Tahun 2001 – 2005
- Penasehat DPC PIKI Kab. Bengkayang Tahun 2003 – 2006
- Penasehat DPC GAMKI Kab. Bengkayang Tahun 2007 – 2011
- Anggota Pendiri :
a. Akademi Bumi Sebalo Bengkayang
b. TK Anugerah Bengkayang
c. SMP Shalom Bengkayang
d. SMA Shalom Bengkayang
- Penasehat KNPI Kab. Bengkayang Tahun 2003 – sekarang
- Pengurus KNPI KALBAR Bid. Hubungan Luar Negeri Tahun 2011 – sekarang
- Ketua Pemuda Pancasila Kab. Bengkayang Tahun 2007 – 2011
- Ketua LPPD Kab. Bengkayang Tahun 2001 – 2004, 2004 – sekarang
Pengalaman pekerjaan :
a. Tenaga Sukarela YSKM Bengkayang Tahun Alamat Pekerjaan 1998 – 1999
b. Kepsek SMK YPSD Bengkayang Tahun 1999 – 2000
c. Kepsek SMA Borneo Bengkayang Tahun 2000 – 2004
d. Anggota DPRD Kab. Bengkayang periode 2004 – 2009
e. Wakil Bupati Bengkayang 2005-2010
f. Bupati Bengkayang 2010 sampai sekarang
2011, Dishutbun Bengkayang Siapkan 1.650.000 Bibit Untuk KBR
BENGKAYANG. Tahun 2020 hutan tanaman rakyat ini dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat di Bumi Sebalo. 2011 mendatang, Dishutbung Kabupaten Bengkayang telah menyiapkan bibit sebanyak 1.650.000 untuk KBR.
Ir supriadi, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang melalui Usman Yahya S Hut MM, Kabid Kehutanan mengatakan, program KBR (Kebun Bibit Rakyat ) lanjutan dari tahun 2010 akan siap menanami satu juta enam ratus lima puluh ribu bibit dengan target areal sekitar 3750 hektar pada 2011 mendatang.
“Untuk merehabilitasi hutan yang akan di kelola langsung oleh masyarakat dengan mengutamakan lahan kritis yang ada di sekitar daerah aliran sungai,” ungkap Usman kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (21/12).
Lebih jauh, Usman menjelaskan, unit KBR (kebun bibit rakyat) di tahun 2011mendatang memberikan peluang kepada masyarakat yang berminat khususnya di daerah Bengkayang untuk menyiapkan rencana usulan kegiatan di wilayah masing-masing.
Usman merincikan, bagi kelompok tani yang ingin mendapatkan bibit, teknis pengusulan harus menyusun rencana usulan kegiatan kelompok berisi lokasi persemaian, deskripsi wilayah, nama anggota kelompok, dan rencana pemanfaatan bibit yang disampaikan kepada Dishutbun.
Setelah itu, Petugas Balai Pengelolaan DAS setempat akan menilai usulan tersebut,kemudian setelah di bentuk maka kelompok tani yang terpilih akan mendapatkan dana sekitar Rp 50 juta untuk 50.000 jenis bibit perkelompok, seperti sengon,karet , dan trembesi.
“Semua kecamatan di Kabupaten Bengkayang mendapatkan kesempatan yang sama membentuk kelompok KBR tergantung kondisi dilapangan kita mengutamakan lahan kritis yang ada. Mengingat saat ini lahan kritis di daerah kita masih luas. Kita berharap masyarakat bisa memberikan peranan besar untuk mendukung program utama Menhut menanam pohon tanpa henti,” tegasnya.
Apabila hal ini dapat dilaksanakan dengan baik maka, 20-30 tahun kedepan di perkirakan dapat mendongkrak produksi kayu rakyat yang berdampak kepada kesejahteraan masyarakat itu sendiri. selain itu akan mengurangi dampak pemanasan global,serta dapat mengurangi emisi karbon 26 persen.(cah)
Senin, 20 Desember 2010
Bupati Bnegkayang Ingatkan, Camat Harus Peka Terhadap Permasalahan
BENGKAYANG. Dalam sehari, Dalam sehari, dua camat dilantik oleh Bupati Bengkayang. Dikarenakan Camat Bengkayang Aci Sood pensiun, posisinya digantikan oleh Yustinus Kancil yang sebelumnya Camat Tujuh Belas yang dilakukan di aula kantor camat Bengkayang. Sedangkan untuk mengisi kekosongan Camat Tujuh Belas, dilantiklah Frans Ahu dan kegiatan serah terima jabatan dilakukan di Aula Kantor Camat Tujuh Belas. Gidot pinta camat peka terhadap permasalahan yang ada.
Suryadman Gidot SPd Bupati Bengkayang mengigatkan kepada seluruh SKPD jangan percaya 100 persen laporan yang dilakukan oleh bawahannya dan terima di atas meja saja, tetapi turun ke lapangan secara langsung. Jangan lagi ada istilah ABS (Asal Bapak Senang). Pola pikir terima apa adanya seperti itu harus dijauhi, apabila kepala SKPD seperti itu, macam mana Bumi Sebalo cepat berkembang.
“Jangan malu bertanya apabila memang tidak tahu. Lebih baik malu daripada dipermalukan. Saya meminta kepada camat, berilah pelayanan yang memuaskan, sehingga ada SKPD di Bumi Sebalo yang berprestasi. Kecamatan harus melakukan pelayanan prima jangan sampai saya mendengar keluhan dari masyarakat untuk membuat surat pengantar KTP, KK, camatnya tidak berada ditempat,” tegas Gidot saat melantik Camat 17, Kamis (16/12).
Gidot meminta kepada jajarannya untuk tingkatkan disiplin. Apabila masuk kantor pukul 08.00, datang dan buka kantor pukul 07.30. jangan jam 09.00 baru buka kantor. Gidot kembali menyampaikan, masyarakat Kecamatan Tujuh Belas jangan sampai menenteskan air mata dengan ditugasnya Yustinus Kancil menjadi camat kota Bengkayang. Bagi camat yang baru, Frans Ahu, segera melakukan rapat koordinasi dengan jajarannya untuk membenahi yang ada di lingkungan kerjanya.
“Camat selain disipilin, juga peka terhadap keluhan atau kejadian yang ada di wilayah kerjanya. Apabila ada permasalahan, segera diselesaikan jangan ditunda-tunda. Jangan sampai orang luar yang bertanya kepada camat kenapa guru di SD yang ada di Kecamatan Tujuh Belas jarang masuk mengajar. Bagi tokoh masyarakat dan adat, berilah dukungan kepada camat yang baru dalam mengemban tugasnya,” pinta Gidot.
Gidot mengucapkan terima kasih dan bangga kepada kecamatan tujuh belas karena disegani dengan membayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dengan tepat waktu. Gidot selalu di sindir mengenai jalan kabupaten yang rusak parah, dan ia menjawab begitulah keadaannya. Ia mengajak masyarakat rajin dan tepat waktu untuk membayar pajak. Karena dari pajak akan dikembalikan lagi untuk membangun daerah kita.
“Saya tidak mau mendengar laporan lagi antara camat dan sekretaris camat tidak singkron atau antara kasi dan camat di kantor Camat Tujuh Belas jalan sendiri-sendiri. Apabila dalam suatu organsiasi masing-masing jalan sendiri, maka tidak akan berkembang organisasi tersebut. Dalam suatu lingkungan kerja, antara atasan dan bawahan harus kompak dan sejalan supaya apa yang ingin dicapai dapat terealisasikan,” ingatnya.
Selain Camat Bnegkayang dan Tujuh Belas dilantik, sekalian dilantik juga Ketua PKKnya oleh Ketua PKK Kabupaten Femi Suryadman Gidot SE. Ketua PKK Kecamatan Bengkayang yang sebelumnya dijabat oleh Elpira Upik Aci Sood digantikan oleh Rukina Yustinus Kancil, dan PKK Kecamatan Tujuh Belas digantikan oleh Fransiska Frans Ahu.
Dari pantauan Equator dilapangan, seluruh elemen masyarakat Kecamatan Tujuh Belas sangat antusias mengikuti pelantikan Camat yang baru. Walau kegiatan di tunda beberapa menit dikarenakan diguyur hujan lebat tetap meriah dan semangat. (cah)
Orang eropa tidak tahu dayak ada di Indonesia
BENGKAYANG. Acara pengukuhan maupun Rakerdat, keduanya dibuka dengan diadakannya upacara adat "Nyabul Adup", adat dari Dayak Bakati' Binua Palayo yang mana bertindak sebagai Panyangahatn, yakni Gubang. Pengukuhan tersebut ditandai dengan Penyematan Mahkota yang terbuat dari Burung Enggang oleh Ketua Umum DAD Kalbar, Cornelis kepada Kristianus Anyim.
Cornelis SH MH, Ketua DAD Kalbar mengatakan, keberadaan DAD sangatlah penting terutama dalam memajukan masyarakat Dayak agar dapat mensejajarkan diri dengan masyarakat lain dalam membangun NKRI diberbagai bidang. Terbentuknya DAD ini dimaksud agar dapat membela kepentingan masyarakat Dayak.
"DAD diharapkannya juga sebagai organisasi yang mampu membuka wawasan Masyarakat Dayak itu sendiri serta dunia luar terhadap keberadaan Dayak, sebab menurutnya, keberadaan suku Dayak selama ini seakan tertutup bagi dunia luar. Orang eropa tidak tahu dayak ada di Indonesia, mereka hanya mengetahui dayak ada di Malaysia saja. Ini sangat menyedihkan sekali,” ungkap Bupati Landak ini di Aula Paroki Santo Pius X Bengkayang, Sabtu (18/12)
Cornelis meminta agar masyarakat Dayak dapat menempatkan diri bersama masyarakat dari suku lain dalam membangun negeri ini. Meskipun terdiri atas keanekaragaman suku bangsa, Masyarakat Dayak harus bisa menempatkan diri dengan masyarakat lain dalam membangun bangsa ini dibawah ke-Bhineka Tunggal Ika-an.
“Kepengurusan dewan adat provinsi belum 100 persen resmi, karena kita belum mendapatkan surat resmi dari majelis dewan adat nasional. Mengenai proyek multiyear, ia meminta kepada pihak yang tidak terima pembangunan jalan, mereka tidak memeikirkan untuk kepentingan rakyat. Untuk kepentingan rakyat, harus kita dukungdi segala bidang. Seperti planning saja membangun daerah perbatasan, mereka tolak,” beber nya.
Sementara itu, Suryadman Gidot SPd Bupati Bengkayang berharap, DAD dapat memainkan peranannya sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan. DAD tak hanya organisasi semata tanpa ada terobosan yang baik dalam membantu pemerintah daerah ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam berbagai bidang, seperti Pengembangan Budaya, Ekonomi, Pendidikan dll.
“Apabila berbicara masalah dayak, sesuai dengan Ketua DAD Kalbar, tidak ada mengenai partai, apakah itu Demokrat, PDI Perjuangan, Golkar, atau partai yang lainnya. Kita sama-sama orang dayak, orang dayak tidak pendendam, apabila yang suka dendam, bukan orang dayak. Orang dayak sangat baik, suku lain datang ke Kalimantan diberi istri,” selorohnya.
Sedangkan Drs Kristianus Anyim MSi Ketua DAD Bengkayang mengatakan ucapan terimaksih kepada Ketua Umum DAD Kalbar yang bersedia datang guna memberikan penguatan bagi Kepengurusan DAD Bengkayang. Terkait Rakerdat itu sendiri, pria yang juga Sekda Bengkayang ini mengungkap bila hal ini sebagai wujud penataan kelembagaan serta pemantapan rencana dan program kerja DAD Bengkayang kedepannya.
“Mari jadikan DAD sebagai lembaga pemersatu dan penggerak seluruh potensi masyarakat dayak untuk bersama-sama memperjuangkan dan mewujudkan cita-cita yang tercermin pada visi dan misi DAD. Selain itu, menjadikan DAD sebagai lembaga yang berada di posisi terdepan dalam menjaga citra masyarakat dayak sebagai masyarakat yang berbudaya, kreatif dan inovatif,” ajak Anyim yang juga sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bnegkayang, kemarin.
Suami dari Anastasia Maria Anyim ini mengungkapkan, prioritas DAD Bengkayang ialah untuk mendorong pelaksanaan konsolidasi organsiasi kepada DAD kecamatan, mensosialisasikan dan intekrnalsiasikan visi, misi dan program kerja serta tugas pokok dan fungsi lembaga DAD.
Bukan hanya itu saja, kita harus memantapkan koordinasi kelembagaan baik intern maupun ekstern, menyusun rencana kerja pemberdayaan dan penguatan masyarakat dayak petani sawit, pertambangan dan lainnya. Dalam upaya memperjuangkan kebijakan yang memenuhi rasa keadilan baik menyangkut peluang kerja, pola kemitraan, konsisten kebijakan termasuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yang telah terlanjur diserobot perusahaan.
“Yang tidak kalah pentingnya, kita menyusun kebijakan memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat adat serta merencanakan pembangunan rumah panjang atau rumah dayak Kabupaten Bengkayang. Untuk mempermudah penyusunan dan evaluasi program kerja, dibagi dalam tiga tahapan, yakni jangka pendek (0-1 tahun), jangka menengah (0-2,5 tahun) dan jangka panjang (0-4 tahun) baik program kerja internal maupun eksternal,” jelasnya.
Yakobus Niron SH, Ketua Panitia Pengukuhan Adat Pengurus DAD Bengkayang Periode 2010-2014 dan Raker DAD Bengkayang 2010 mengatakan, tema kegiatan kali ini ialah dengan rapat kerja adat, kita tingkatkan peranan lembaga adat dayak dalam rangka penguatan keberadaan masyarakat adat dayak di Kabupaten Bengkayang. Sebanyak 300 orang peserta yang menghadiri kegiatan ini.
“Kegiatan ini diselenggarakan sejak 17 sampai 19 Desember 2010 di Aula Paroki Santo X Bengkayang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun dan menetapkan program kerja DAD Bengkayang 2010-2014 sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan organsiasi. Dan sebagai penguatan lembaga DAD yang mempunyai semangat adil ka’Talino Bacuramin Ka’Saruga Basengat Ka’Jubata,” terang Niron, Sabtu (18/12). (cah)
DAD Rencanakan Pembangunan Rumah Dayak Kabupaten Bengkayang
BENGKAYANG. Selama tiga hari di Aula Paroki Santo X Bengkayang di adakan Pengukuhan Adat Pengurus DAD Bengkayang Periode 2010-2014 dan Raker DAD Bengkayang 2010 sejak 17-19 Desember 2010. DAD berkomitmen menyusun kebijakan memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat adat serta merencanakan pembangunan rumah panjang atau rumah dayak Kabupaten Bengkayang.
Yakobus Niron SH, Ketua Panitia Pengukuhan Adat Pengurus DAD Bengkayang Periode 2010-2014 dan Raker DAD Bengkayang 2010 mengatakan, tema kegiatan kali ini ialah dengan rapat kerja adat, kita tingkatkan peranan lembaga adat dayak dalam rangka penguatan keberadaan masyarakat adat dayak di Kabupaten Bengkayang. Sebanyak 300 orang peserta yang menghadiri kegiatan ini.
“Kegiatan ini diselenggarakan sejak 17 sampai 19 Desember 2010 di Aula Paroki Santo X Bengkayang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun dan menetapkan program kerja DAD Bengkayang 2010-2014 sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan organsiasi. Dan sebagai penguatan lembaga DAD yang mempunyai semangat adil ka’Talino Bacuramin Ka’Saruga Basengat Ka’Jubata,” terang Niron, Sabtu (18/12).
Ketua DAD Bengkayang, Drs Kristianus Anyim MSi menjelaskan, dalam upaya mewujudkan visi dan misi dewan adapt Bumi Sebalo, dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan kelembagaan DAD Kabupaten Bengkayang, kota dan kecamatan baik internal lembaga maupun pengelolaan hubungan kemitraan dengan pihak-pihak di luar lembaga dalam arti seluas-luasnya baik itu Pemda Bumi Sebalo dan masyarakat adat lainnya.
“Mari jadikan DAD sebagai lembaga pemersatu dan penggerak seluruh potensi masyarakat dayak untuk bersama-sama memperjuangkan dan mewujudkan cita-cita yang tercermin pada visi dan misi DAD. Selain itu, menjadikan DAD sebagai lembaga yang berada di posisi terdepan dalam menjaga citra masyarakat dayak sebagai masyarakat yang berbudaya, kreatif dan inovatif,” ajak Anyim yang juga sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bnegkayang, kemarin.
Suami dari Anastasia Maria Anyim ini mengungkapkan, prioritas DAD Bengkayang ialah untuk mendorong pelaksanaan konsolidasi organsiasi kepada DAD kecamatan, mensosialisasikan dan intekrnalsiasikan visi, misi dan program kerja serta tugas pokok dan fungsi lembaga DAD.
Bukan hanya itu saja, kita harus memantapkan koordinasi kelembagaan baik intern maupun ekstern, menyusun rencana kerja pemberdayaan dan penguatan masyarakat dayak petani sawit, pertambangan dan lainnya. Dalam upaya memperjuangkan kebijakan yang memenuhi rasa keadilan baik menyangkut peluang kerja, pola kemitraan, konsisten kebijakan termasuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yang telah terlanjur diserobot perusahaan.
“Yang tidak kalah pentingnya, kita menyusun kebijakan memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat adat serta merencanakan pembangunan rumah panjang atau rumah dayak Kabupaten Bengkayang. Untuk mempermudah penyusunan dan evaluasi program kerja, dibagi dalam tiga tahapan, yakni jangka pendek (0-1 tahun), jangka menengah (0-2,5 tahun) dan jangka panjang (0-4 tahun) baik program kerja internal maupun eksternal,” jelasnya. (cah)
KP2T Tempati Kantor Bupati Lama
BENGKAYANG. Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KP2T) Bengkayang yang sebelumnya bertempat di Lantai II Kantor Bupati Bengkayang, Jln. Guna Baru, Rangkang, mulai Senin (20/12) telah menempati Gedung Baru di Kantor Bupati Bengkayang yang lama, Jln. Basuki Rachmat (BRC). Dimana penempatan tersebut sesuai dengan arahan Bupati Bengkayang.
Yan Ssos Msi, Kepala Kantor KP2T Kabupaten Bengkayang mengatakan, kondisi kantor baru tersebut sangat refresentatif dan sangat layak dalam menunjang kinerja para pegawai KP2T kedepannya. Sebab, disitu memiliki beberapa ruangan yang cukup luas sehingga memberi kenyamanan ketika menjalan tugas masing-masing.
"Kami berterimakasih atas kebijakan Bupati yang telah memberi kepercayaan agar KP2T Bengkayang menempati gedung ini," terang Mantan Sekretaris Bappeda KabupatenBengkayang ini diruang kerjanya, Senin (20/12).
Menurutnya, Selain itu, keberadaan kantor yang ada ditengah kota akan memberikan kemudahan bagi masyarakat jika akan mengurus perizinan.Dengan keberadaan kantor ditengah Kota, kedepannya kita berharap agar tidak ada alasan bagi masyarakat malas dalam membuat perizinan yang dibutuhkan.
Untuk diketahui bersama, KP2T Bengkayang memiliki 11 pegawai dengan struktur organisasinya, seorang kepala kantor dan Kabag TU, serta 3 Kepala Seksi, yakni Seksi Pendataan dan Penetapan, Seksi Pelayanan dan Perizinan Terpadu serta Seksi Pengendalian dan Penanaman Modal Daerah. (cah)
Langganan:
Postingan (Atom)