SURAT KEPUTUSAN
SK DARI MENTERI PERTAHANAN DAN KEAMANAN RI
Senin, 20 Juni 2011
Kecamatan Siding Serba Terisolir
Safari: Bantuan sarana dan prasarana, banyak yang raib entah kemana rimbanya
Bengkayang. AIPTU Safari, Kapolsek Siding mengatakan, selama ia bertugas banyak rintangan dan halangan yang terjadi, terutama di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Bertugas di Siding sama juga hidup seperti NKRI belum merdeka.
“Disini serba terisolir, baik akses jalan, telekomunikasi, penerangan, dan banyak lagi. Untuk ke ibu kota kecamatan saja mengharapkan transportasi masyarakat, apabila tidak ada warga yang mau pulang ke Siding, kami harus bermalam di Seluas. Syukur di Seluas ada rumah anggota Polsek Siding,” papar Mantan Kapolsek Lumar ini ditemui di Seluas, belum lama ini.
Safari menjelaskan, untuk menghilangkan jenuh di tempat tugasnya, ia berburu tupai dan burung. Kebiasaan ini ia dapati saat masih bertugas di Polsek Lumar. Apabila ia dan anggotanya tidak pandai manejmen waktu untuk menghilangkan kejenuhan ditempat tugas yang serba terisolir, akan ruwet akibatnya.
Oleh karena itu, Safari sangat berharap kepada Pemda Bengkayang untuk sesegera mungkin membuat terobosan baru terutama Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informasi untuk mengadakan sarana dan prasarana air dari Seluas menuju Kecamatan Siding seperti didaerah luar kabupaten yang tepat mengelola transportasi air.
Hal ini dianggap wajar, karena Kecamatan Siding mayoritas dapat dijangkau dengan akses sungai . sedangkan jalan darat masih belum mencakup seluruh desa yang ada. Untuk jalan darat yang berada di dalam kampung atau dusun rata-rata menggunakan jalan rabat beton yang dapat dilalui kendaraan roda dua.
“Masyarakat Kecamatan Siding masih menggandalkan motor air untuk menuju ke Kecamatan Seluas,antar desa, dan ke ibu kota kabupaten. Sedangkan untuk jalan darat, aksesnya sangat sulit, kita harus berjalan kaki dengan jam-jam baru sampai ke desa tetangga. Hal ini kami alami dalam patroli wilayah di Siding,” terangnya.
Ia mengungkapkan, bantuan baik sarana maupun prasarana untuk Kecamatan Siding sudah cukup banyak. Aik itu dari Pemda Bengkayang, Pemprov Kalbar maupun pemerintah pusat. Tetapi sangat disayangkan sekali, batuan tersebut tidak dibarengi dengan manajemen yang baik di lapangan.
“Dua tiga bulan setelah menerima bantuan sarana dan prasarana, sudah raib entah kemana rimbanya. Ini nyata-nyata menghabiskan anggaran. Oleh karena itu, saya menyarankan kepada pemerintah dalam memberikan bantuan, harus ada struktur yang mengelola sehingga dapat maksimal diberdayakan,” sarannya.
Drs Kristianus Anyim Msi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang menerangkan, di Bumi Sebalo ada tiga kecamatan yang masih terisolir, yakni Siding, Suti Semarang dan Lembah Bawang. Ke tiga daerah tersebut menjadi agenda utama Pemda untuk melakukan pembenahan.
“Kita sesuaikan dengan anggaran yang ada dalam hal membangun daerah yang terisolir dan berkelanjutan,” kata Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Bengkayang ditemui Equator di kediamannya di Jalan Sanggau Ledo, belum lama ini.
Suami Anastasia Maria Anyim ini melanjutkan, khusus untuk Kecamatan Siding, saat ini Pemda Bengkayang sedang membuka badan jalan dari Jagoi Take sampai ke Siding. Pembangunan ini akan terus berlanjut sampai ke desa yang ada di Kecamatan Siding.
Untuk transportasi air, Anyim menganggap sudah insendentil atau sarana sudah cukup memadai. Karena rata-rata masyarakat Kecamatan Siding memiliki motor air untuk berbelanja ke Seluas atau Jagoi. Apabila ada keramaian seperti Gawai Nyobeng di Sebujit, baru motor air sulit di dapat. Karena padat akan pengunjung baik dari warga luar Kecamatan Siding maupun ari pusat.
Dengan banyaknya bantuan saranadan prasarana baik dari Pemda Bengkayang, Pemprov maupun pusat, alangkah baiknya kita memberdayakan koperasi yang ada di Kecamatan Siding. Hal ini dilakukan apabila instansi terkait kekurangan personil untuk mengelolanya. Camat Siding dapat menunjuk secara langsung koperasi yang dapat mengelola transportasi air dari Seluas ke kecamatan Siding.
“Staff Camat Siding dapat diberdayakan. Usai jam kantor, staff dapat bekerja di koperasi untuk mengelolanya. Itung-itung untuk menambah penghasilan mereka. Itu pemberdayaan namanya,” tandas Anyim. (cah)
Senin, 23 Mei 2011
Rapat Kerja Tahunan KONI Bengkayang
Khiu: Presentasi program itu tidak lain dan tidak bukan untuk bahan acuan Pemerintah dan DPRD dalam merumuskan anggaran
BENGKAYANG. Sebanyak 25 pengkab yang ada di Kabupaten Bengkayang mengikuti Rapat Kerja Tahunan ke-I KONI Bumi Sebalo. Raker yang bertemakan dengan rapat kerja ke-1 KONI Kabupaten Bengkayang kita rancang program pembinaan olahraga Kabupaten Bengkayang menuju pentas nasional.
Ir Martinus Khiu, Ketua Umum KONI Bengkayang megungkapkan, kepengurusan KONI Kabupaten Bengkayang akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat laporan keuangan yang akuntable serta memperketat pengeluaran dana kegiatan yang diajukan masing masing Pengkab se Kabupaten Bengkayang.
"Kita akan melakukan verfikasi semua pengusulan dana yang diajukan oleh masing masing Pengkab, kita telah membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi pengajuan dana tersebut," jelas Khiu ditemui
dalam Rapat Kerja (Raker) pertama KONI Bengkayang di Aula I Lantai II Kantor Bupati Satu Atap, Senin (23/5).
Dalam rapat kerja yang dihadiri dua puluh lima Pengkab se Kabupaten Bengkayang itu, Martinus menegaskan, untuk memudahkan monitoring penggunaan dana, maka pengajuan dana yang bisa dikabulkan KONI adalah pengajuan dana yang mendapatkan persetujuan dari Pengkab itu sendiri.
Untuk mempermudah membuat laporan keuangan dimaksud, dalam Raker yang dilakukan seharian penuh itu, peserta Raker akan dilatih bagaimana membuat laporan yang baik dan akuntable. Raker pertama itu juga menjadi ajang bagi KONI bersama Pengkab merumuskan program kegiatan yang akan dilakukan selama tahun anggaran 2011.
"Setelah program kerja itu dibuat, selanjutkan akan dilakukan presentasi kepada Pemerintah Kabupaten serta ke DPRD. Presentasi program itu tidak lain dan tidak bukan untuk bahan acuan Pemerintah dan DPRD dalam merumuskan anggaran," ujar Martinus.
Prof DR Samsudin MPd mengatakan, ia di undang oleh KONI Bengkayang untuk menyampaikan materi Pembinaan dan Pengembangan Olahraga di Kabupaten Bengkayang menuju prestai nasional. Walaupun datang dari Jakarta menuju Bumi Sebalo, ia rela demi kemajuan olahraga di kabupaten ini.
“Problem pengelolaan olahraga di daerah yang sering dijumpai ialah belum adanya grand design pembangunan olahraga daerah, tidak adanya maping pembinaan olahraga unggulan daerah, beluum singkronnya kinerja antar lembaga keolahragaan (KONI-Dispora-Formi dan instansi lain yang mengelola olahraga atau perusahaa olahraga,” terang Samsudin.
Samsudin melanjutkan, keterbatasan dana, pembinaan masih overlap, komitmen membangun olahraga dan Porprov dan PON dianggap sebagai kulminasi pembinaan prestasi olahraga juga mempengaruhi problem pengelolaan olahraga di daerah.
Oleh Karena itu, Samsudin menyarankan perlu adanya pengelolaan organisasi olahraga di daerah yang terpadu. Manfaatnya ialah untuk meningkatkan kapasitas, sinergi, dan optimalisasi peran. Dengan cara menata kembali organisasi, menciptakan koordinasi yang jelas dalam rangka menjamin keterlaksanaan program yang telah dibuat.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, yang diwakili Asisten Tiga, Pinus Samsudin, mengharapkan keberadaan KONI Bengkayang dapat melakukan pembinaan olahraga yang lebih baik dimasa-masa mendatang.
"Saya berharap, Raker ini menjadi sarana untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Bengkayang lebih baik lagi. Untuk menggapai itu, diperlukan kerja sama yang baik oleh seluruh pihak," jelas Pinus.
Fabianus Oel, SPd, Sekretaris Umum KONI Bengkayang menegaskan, pihaknya akan memfokuskan kepada pembenahan intern. Kita berusaha menata kembali organisasi di tingkat cabor, selain itu ada pengkaderan disetiap pengkab yang ada di Bumi Sebalo.
“Sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga KONI, ketua dan sekretaris tidak boleh merangkap jabatan di pengkab. Oleh karena itu, kami melakukan pengkaderan dengan cara perombakan kepengurusan FORKI, sama halnya dengan Ketua KONI Bengkayang,” kata Oel.
Kadis Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Bengkayang Eddy Irianto melalui Benediktus Basuni, Internal Audit KONI Bumi Sebalo menyampaikan tata cara penggunaan dan pelaporan dana hibah olahraga Kabupaten Bengkayang.
“Untuk KONI, dana dari Pemda Bumi Sebalo dalam bentuk uang. Tahun 2011 anggaran hibah dari Pemda Bengkayang sebesar 700 juta rupiah. Ini untuk sementara cukup, dalam anggaran perubahan akan melihat usulan dari KONI apakah ditambah atau tidak. Apabila tidak di usulkan, maka tidak ditambah lagi,” tegas Basuni.
Amkhan SPd, Ketua Panitia RKT (Rapat Kerja Tahunan) ke I KONI Bengkayang menerangkan, kegiatan ini di mulai sejak pukul 08.00 hingga 17.00. Untuk mencapai prestasi olahraga Kabupaten Bengkayang menuju pentas nasional, kita sengaja mengundang narasumber dari Jakarta Prof DR Samsudin MPd.
“Hal ini dimaksud untuk menggugah hati para penggurus KONI Bengkayang dan pengkab. Segala permasalahan yang ada dapat diatasi dengan dengan musyawarah untuk mufakat. Dan mengetahui seberapa besar kebutuhan masing-masing pengkab dengan memaparkan program kerja untuk 2011,” ucap Amkhan. (cah)
Minggu, 22 Mei 2011
Konfrenasi Cabang II Nahdatul Ulama Cabang Kabupaten Bengkayang
BENGKAYANG. Pengurus Nahdatul Ulama Cabang Kabupaten Bengkayang menggelar Konfrenasi Cabang II yang digelar di Hotel Rido Kabupaten Bengkayag, Minggu (22/5). Konfercab itu untuk merumuskan program kerja kedepan serta memilih pemimpin dan pengurus baru NU priode 2011-2016.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, yang diwakili Staf Ahli Sumberdaya Manusia, H. Idris, mengingatkan, menilai sumberdaya manusia menjadi faktor utama untuk mensukseskan pembangunan. Dengan konfercab ini, diharapkan menjadi jalan bagi umat untuk mengembang ilmu.
“Dalam konfercab ini bisa saling menghargai dan toleransi sesama kita. Dengan toleransi itu, pembangunan Bengkayang akan berjalan sukses dan lancar," ulas Idris.
Pengurus Wilajay NU Kalimantan Barat, Drs. H. Husein Syawiek, M.Pd, mewakili Ketua NU Wilayaha Kalimantan Barat, MZ Asafi, mengharapkan program PCNU Kabupaten Bengkayang sejalan dengan program NU Wilayah. Program NU wilayah itu untuk kemaslahatan umat untuk kemajuan sektor ekonomi dan pendidikan.
"Pogram ini tidak akan terwujud bila tidak dibantu pengurus cabang masing masing. Oleh karena itu, kami harapkan dalam merumuskan program harus senergis dengan pengurus wilayah NU Kalimantan Barat," katanya.
Kedepannya, pengurus NU wilayah dan cabang bisa dapat bekerjasama dengan msyarakat untuk pembangunan. NU harus bisa berkarya nyata agar dapat diterima oleh masyarakat. Bukan itu saja, NU kedepan harus menjadi organisasi keislaman yang dibutuhkan masyarakat. Kita berharap pengurus terpilih nanti, menjadi pengurus yang amanah dan dapat mengembangkan NU kedepan.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang, Azharudin Nawawi mengungkapkan, sosok ketua NU yang akan dipilih nanti adalah ketua yang amanah, memiliki wawasan yang luas, serta bertanggungjawab.
"NU sebagai organisasi besar, sangat disayang bila NU dipimpin oleh orang yang kurang memiliki wawasan sempit. NU harus mengetahui perkembangan, seperti dunia globalisasi, organisasi sisipan, yang bisa merusak atatnan keagamaan," saran Azharudin.
Azharudin menambahkan, ketua yang akan dipilih dan terpilih jangan sampai diboncengai unsur politik, yang arahnya pada kepentingan pribadi. Bila ketua ataupun pengurus condong pada kepentingan pribadi dan politik, maka kemungkinan besar, kemaslahatan umat terbelakang. Ketua yang terpilih nanti memiliki intelektualitas tinggi, daya jual tinggi, dan adanya keterbukaan. selama ini, kebanyakan dari organiasi islam, tidak open manajemen.
Eddy Irianto SE MM, Ketua terpilih Nahdatul Ulama Cabang Kabupaten Bengkayang menuturkan, program kerja yang akan ia lakukan ialah konsolidasi intern. Setelah itu membentuk 10 kecamatan MBC yang belum terbentuk. Maksimal 2012 target membentuk MBC di 10 kecamatan yang belum terbentuk akan selesai.
“Kita akan memantapkan tali persaudaraan antar umat beragama di Bumi Sebalo. Karena kerukunan antar umat beragama di kabupaten yang kita cintai ini perlu dijaga dan sikap toleransi antar umat beragama kita tingkatkan demi terciptanya situasi aman dan kondusif untuk membangun Kabupaten Bengkayang sesuai dengan visi dan misi Bupati Bengkayang,” tegas Eddy yang juga Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Bengkayang ini.
Tatang Saputra, Ketua Panitia Konfrenasi Cabang II NU Kabupaten Bengkayang mengatakan, kegiatan dimaksudkan untuk merumuskan program kerja NU Bengkayang untuk dilakanakan dalam lima tahun kedepan, Konfercab ini melibatkan Pengurus NU Bengkayang dan Pengurus NU Kecamatan.
Sebanyak empat kecamatan yakni Ledo. Bengkayang, Sungai Betung dan Teriak yang hadir dalam kegiatan ini. Sedangkan tiga kecamatan yaitu Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan, dan Samalantan berhalangan hadir pada konfercab kali ini. Sedangkan 10 kecamatan lainnya belum terbentuk kepengurusannya. (cah)
BIODATA KETUA NAHDATUL ULAMA CABANG KABUPATEN BENGKAYANG
Nama = EDDY IRIANTO, SE, MM
TTL = SINGKAWANG, 11 DESEMBER 1957
ISTRI = NUNUNG PURNAWATI
ANAK =
RAKA MAHARHIKA, SE MM
RATIH SIGMA
MELIS CORY ALFA
RIZKI MAISARAH
SITI RUQQOYAH
Riwayat pendidikan:
SD NEGERI 42 PONTIANAK, 1972
SMP NEGERI 6 PONTIANAK, 1975
SMEA NEGERI 2 PEMBINA PONTIANAK, 1978
AKADEMI KOPERASI PONTIANAK, 1986
UNIVERSITAS PANCA BHAKTI JURUSAN MANAJEMEN PERUSAHAAN, PONTIANAK, 1992
MAGISTER MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN UNTAN, 2007.
Titik Batas Indonesia-Malaysia Masih Masalah
Agung: tidak bisa memastikan kapan waktu pembukaan perbatasan itu dilakukan
BENGKAYANG. Perbatasan perbatasan antara Indonesia dengan negara tetangga menjadi salah satu kawasan setrategis untuk membangun perekonomian. Untuk melihat perkembangan pembangunan dan ekonomi perbatasan itu, Badan Nasional Pengelolah Perbatasan melakukan kunjungan ke Jagoi Babang-Serikin, Sabtu (21/5)
"Semuanya akan menghasilkan hal yang positif bila dilakukan dengan koordinasi dan kerjasama yang baik. Fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan akan diberikan untuk pengembangan perbatasan. Namun demikian, perlu dilakukan pengkajian, apakah lokasi lokasi itu berpotensi untuk dikembangkan," terang Agung Mulyana, Deputi Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan di Serikin Sabtu (21/5).
Di Kalimantan Barat, titik titik perbatasan yang akan diperioritaskan itu adalah, Entikong-Kabupaten Sanggau, Jagoi Babang-Kabupaten Bengkayang, Aruk-Kabupaten Sambas, Badau-Kabupaten Nangah Pinoh, dan Jasa-Kabupaten Sintang.
Agung menjelaskan, pengkajian atau study pengembangan itu kita lakukan agar dana yang diberikan tidak terbuang dengan percuma atau sia sia. Pengelolaan petensi kawasan perbatasan itu akan semakin mudah dilakukan bila kedua negara bersepakat untuk melakukan pengembangan dan pembukaan secara resmi pintu perbatasan.
Hingga saat ini kesepakatan itu belum tercapai karena adanya permasalahan batas negara yang belum terselesaikan. Namun demikian, berbagai langkah dilakukan kedua negara untuk mencari solusi permasalahan batas itu.
"Hingga saat ini, antara Indonesia dengan Malaysia terus melakukan pertemuan dalam rangka penyelesaian masalah batas yang ada. Belum adanya kesepakatan soal penetapan titik perbatasan itu berdampak belum bisa dipastikannya kapan waktu pembukaan perbatasan. Kita target ada, cuma kita tidak bisa memastikan kapan waktu pembukaan perbatasan itu dilakukan," jelas Agung didampingi Asisten Penata Ruang Perbatasan, Robert Simbolon.
Lanjutnya, dalam pembukaan pintu perbatasan secara resmi itu, kedua pihak harus saling berpaham. Bukan itu saja, dalam pengembangan perbatasan, setiap negara memiliki rencana atau planing masing masing. Karena rencana masing masing negara itu, kita tidak bisa memaksakan keinginan kita untuk segera membuka pintu perbatasan secara cepat.
Dalam kunjungan itu, Agung Mulyana beserta rombongan juga melihat langsung gejolak perekonomian di pasar Serikin Malaysia. Pasar yang berada di perbatasan itu menjul berbagai macam jenis barang, pakaian, pernak pernik, makanan ringan, serta berbagai macam barang dagangan lainnya. Pedagang mayoritas berasal dari Indonesia dan barang dagangannya pun juga berasal dari Indonesia.
Pedagang Indoensia Raup Untuk di Serikin
Perdagangan di Serikin hanya berjalan dalam kurun waktu dua hari dalam seminggu, Sabtu dan Minggu. Para pedagang itu menempati kedai kedai yang telah disediakan pihak Malaysia. Untuk menempati kedai tersebut, para pedagang dikenakan biaya sebesar 200 ringgit, termasuk tempat penginapan dan gudang.
"," demikian dikatakatan Ibrahim, salah satu pedagang dari Kota Pontianak.
Lina pedagang dari Kota Pontianak ini mengatakan ia dikenakan biaya sebesar 80 ringgit untuk berdagang di Serikin. Selain itu, Lina juga harus membayar 70 ringgit untuk membayar biaya gudang untuk penyimpanan barang. Lina sendiri sebagai pedagang makanan ringan.
"Setelah membayar kedai, gudang, dan tempat tidur, kami tidak lagi dikenakan biaya lain seperti kontribusi. Untuk berdagang disini kami harus membayar biaya dua ratus ringgit, termasuk tempat tidur dan gudang," kata Lina.
Dalam kunjungannya, Agung juga bersama bersama rombongan dari tingkat Provinsi hingga tingkat Kabupaten Bengkayang. BIla Agung menggunakan pesawat dari Jakarta, maka rombongan Provinsi dan Kabupaten menggunakan kendaraan roda dua melakukan pintu masuk Jagoi Babang.
Perlu diketahui, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2010 tentang Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) telah diterbitkan merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara.
BNPP mempunyai tugas menetapkan kebijakan program pembangunan perbatasan, menetapkan rencana kebutuhan anggaran, mengkoordinasikan pelaksanaan, dan melaksanakan evaluasi dan pengawasan terhadap pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan.
Melaksanakan tugas tersebut, BNPP menyelenggarakan fungsi di antaranya adalah penyusunan dan penetapan rencana induk dan rencana aksi pembangunan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan. Selain itu BNPP memiliki fungsi pengkoordinasian penetapan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan serta pemanfaatan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan.
BNPP juga berfungsi untuk menyusun program dan kebijakan pembangunan sarana dan prasana perhubungan dan sarana lain di kawasan perbatasan. Serta, menyusun anggaran pembangunan dan pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan sesuai dengan skala prioritas.
Susunan keanggotaan BNPP ini terdiri dari Ketua Pengarah yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wakil Ketua Pengarah I yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Wakil Ketua II Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan selaku Kepala BPP adalah Mendagri.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BNPP dibantu oleh sekretariat tetap yang terdiri dari Sekretaris BNPP dan tiga deputi yakni bidang pengelolaan batas wilayah negara, pengelolaan potensi kawasan perbatasan, dan deputi bidang pengelolaan infrastruktur kawasan perbatasan. (cah)
Minggu, 15 Mei 2011
POL PP Tindak Tegas PNS Kabupaten Bengkayang Bolos Jam Kerja
BENGKAYANG. Pemda Bengkayang sedikit demi sedikit akan menegakkan disiplin pegawai negeri yang selama ini dipandang banyak aparat pemerintah yang tidak disiplin. POl PP diperintahkan oleh BUpati Bengkayang untuk merazia PNS yang bolos kerja saat jam dinas.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkayang Yustinus Kancil mengatakan, usai dilantik dirinya oleh Bupati Bumi Sebalo belum lama ini memimpin Pol PP, ia akan melanjutkan program kerja Kasat yang lama dan membenahi kekurangan yang ada serta menjalankan perintah dari Kepala Daerah Kabupaten Bengkayang.
“Sesuai permintaan Bupati Bengkayang, dalam waktu dekat kami akan memulai dengan penegakan disiplin PNS di lingkungan Pemda Bengkayang. Ini dimaksud supaya setiap PNS datang dan pulang dengan tepat waktu, tidak bolos atau pancung kerjanya,” beber Yustinus ditemui di Kantor Camat Bengkayang, belum lama ini.
Yustinus menjelaskan, setiap pukul 08.00 daftar hadir PNS maupun honorer disetiap dinas akan diambil oleh anggota Pol PP dan akan menyerahkan kepada BKD. Sama halnya saat pulang, pukul 14.30 petugas akan mengambil absensi di BKD dan akan menyerahkan absensi tersebut pada pukul 15.00.
Sama halnya dengan kendaraan dinas roda dua dan empat, akan diderek atau diamankan oleh anggota Pol PP apabila saat jam dinas berkeliaran di pasar. Hal ini dimaksud untuk menegakkan disiplin Pegawai Negeri Sipil.
“Saat ini, banyak PNS yang memakai kendaraan plat merah dan berseragam dinas yang mangkir di warung kopi saat jam kerja. Melihat hal tersebut, Bupati Bengkayang membuat terobosan baru untuk menegakkan disiplin pegawai,” terangnya.
Sanksi yang akan dikenakan bagi pengawai yang terjaring razia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang PNS. Yustinus menegaskan,tanpa pandang bulu penegakan disiplin akan dilakukan. Walaupun yang terjaring tersebut kepala dinas ataupun kepala kantor. (cah)
Majukan Olahraga Bengkayang Dengan Menggandeng Pengusaha
BENGKAYANG. Dengan dukungan dari seluruh pecinta olahraga dan peran serta Pemda Bengkayang bersama pihak swasta, olahraga di Kabupaten Bengkayang akan cepat maju dan berkembang serta menelurkan atlit yang berprestasi gemilang. Berikut wawancara reporter Harian Equator Biro Bengkayang, Yopi Cahyono bersama Ketua Umum KONI Bengkayang periode 2011-2015 terpilih, Ir Martinus Khiu di Sekretariat KONI Bengkayang yang beralamat di Jalan Sanggau Ledo:
Apa perasaan anda setelah resmi dikukuhkan menjadi Ketua KONI Kabupaten Bengkayang?
saya sangat berbangga hati karena teman-teman pecinta olahraga telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin KONI Bengkayang empat tahun mendatang. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pecinta olahraga yang ada di Bumi Sebalo karena telah mempercayakan tugas ini kepada saya.
Apa program kerja anda selama empat tahun kedepan?
Untuk program jangka pendek, saya bersama pengurus KONI Bengkayang untuk melakukan penyusunan program kerja sesuai dengan tugas dan bidang masing-masing. Setelah itu, pembenahan internal juga perlu dilakukan untuk kemajuan olahraga Bumi Sebalo.
Sedangkan jangka panjang, bersama-sama pengurus kabupaten pada masing-masing cabang olahraga untuk memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana latihan untuk para atlit. Kemudian pembangunan gedung satu atap. Hal ini dimaksud untuk pengurus KONI Bumi Sebalo dan ke 25 Pengkab yang ada untuk bekerja memajukan olahraga di kabupaten kita. Dan mewujudnya cita-cita Bupati Bengkayang Suryadman Gidot untuk memiliki atlit yang membawa nama harum Bumi Sebalo baik di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
Macam mana caranya anda bersama pengurus KONI Bengkayang lainnya untuk mengembangkan olahraga di Bumi Sebalo, sedangkan dana hibah dari Pemda Bengkayang sangat terbatas. Untuk memperbaiki sarana dan prasarana olahraga saja sulit, apalagi mengadakan dan mengikuti event olahraga baik di kabupaten maupun provinsi?
Dengan dukungan dari seluruh pecinta olahraga dan peran serta Pemda Bengkayang bersama pihak swasta, saya yakin olahraga di Kabupaten Bengkayang akan cepat maju dan berkembang serta menelurkan atlit yang berprestasi gemilang. Walaupun dana terbatas, dengan peran serta pihak pengusaha dan investor yang mau menyumbang untuk kepentingan olahraga, apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud.
Baru-baru ini, dalam rangka memeriahkan HUT Pemda Bengkayang ke-XII, kita bersama-sama Pemda Bengkayang dan pengusaha serta perusahaan menyelenggarakan beberapa event olahraga local maupun kejurda. Sebagai contoh, Kejurda renang di kabupaten Landak Maret kemarin tiga atlit kita yag dikirim dapat meraih tiga perunggu, padahal PRSI Kabupaten Bengkayang belum lama terbentuk dan atlitnya semua dari putra Bumi Sebalo yang sedang menuntut ilmu di Penjaskes UNTAN. Kemudian, 30 April dan 1 Mei, kita bekerjasama dengan perusahaan rokok Win Mild menyelenggarakan Maraton lima kilometer dan 10 kilometer serta Kejurda Gasstrack Serie ke-II di Sirkuit Alam Bengkayang, dan kegiatan tersebut sukses berkat kerjasama seluruh pecinta olahraga di Bumi Sebalo.
Kabupaten Bengkayang banyak memiliki atlit yang berbakat dan potensial di segala cabang olahraga, macam mana caranya anda menggali para atlit yang pontensial dan berbakat tersebut?
Beberapa waktu lalu Bupati Bengkayang meminta saya untuk menyelenggarakan event olahraga setiap bulan. Kini kita memiliki 25 cabang olahraga, dalam setahun ada 12 bulan, jadi satu bulan ada dua sampai tiga cabor yang dapat kita selenggarakan event olahraga. Selain itu, ke-25 cabor wajib memiliki kepengurusan sampai ke tingkat kecamatan, bila perlu sampai ke desa. Dan secretariat pengkab harus jelas sehingga pecinta olahraga dapat berdiskusi untuk memajukan olahraga di Kabupaten Bengkayang.
Untuk mendapatkan atlit yang berbakat dan potensial, kejuaraan dilakukan dari tingkat kecamatan. Karena saat itulah kita dapat melihat bakat dan potensial yang ada pada atlit. Selain itu, event olahraga terprogram dari kecamatan sampai ke tingkat kabupaten sehingga dengan seringnya atlit mengasah kemampuannya, semakin menambah jam terbang dan pengalamannya dalam bertanding. Dengan terpogramnya jadwal petandingan, masyarakat dengan sadar akan membuat club atau team serta rutin latihan sehingga saat event berlangsung atlit dapat mengukir prestasi yang gemilang. Oleh karena itu, masing-masing cabor yang ada kita tekankan untuk membuat program kerja dan aktif menyelenggarakan kejuaraan dari tingkat kecamatan.
Sertijab Dan Lanud Singkawang II
Rusamsi: prajurit dapat menjalankan peran dan tugas dengan baik serta dapat memahi peran dan fungsinya dengan benar
Bengkayang. Pesawat Helly Super Puma NAS 332/H 3214 yang dipiloti Kapten Pnb Ronald dan copilot Lettu Pnb Cahyo tepat pukul 06.53 WIB, Kamis (12/5) berangkat menuju Lanud Singkawang II. Pesawat yang berhome base di Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja, Bogor membawa Panglima Komando Operasi TNI AU I (Pangkoopsau I) Marsekal Muda (Marsda) TNI Dede Rusamsi dan Ketua PIA AG Daerah I Koopsau I Ibu Dede Rusamsi beserta rombongan. Dengan tujuan menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danlanud Singkawang II dari Mayor Lek Harry Markonery kepada Mayor Lek Agus Rian Herdiana.
Ikut serta mendampingi Pangkoopsau I antara lain : Asops Kaskoopsau I Kolonel Pnb Agus Munandar, Aspers Kaskoopsau I Kolonel Pnb Jefry Yandi, Kaku Kaskoopsau I Kolonel Adm Sophian Kohar, Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Kustono S.Sos dan ibu, para pejabat dan pengurus PIA AG dan Yasarini Koopsau I.
Marsekal Muda Dede Rusamsi mengatakan, pergantian jabatan merupakan perisitiwa penting dan sebagai bagian dari mekanisme organisasi. Pergantian itu juga sebagai pembinaan kedirgantaran di tubuh TNI Angkatan Udara di Indonesia.
“Dengan pembinaan yang dilakukan, diharapkan semua prajurit dapat menjalankan peran dan tugas dengan baik serta dapat memahi peran dan fungsinya dengan benar. Pergantian ini, saya berharap semuanya dapat menjalankan tugas dengan baik," kata Dede ditemui usai Sertijab, Kamis (12/5).
Mayor LEK Agus Rian Herdiana Dan Lanud Singkawang II mengungkapkan, siap untuk menjalankan tugas. Kedepan ia berkeinginan Lanud Singkwang II sebagai Lanud Pangkalan Laju, karena selama ini Lanud Singkawang dua hanya sebagai Lanud Operasi Udara.
“Maksudnya ialah sebagai pendukung operasi udara yang dilakukan. Untuk menjadi landasan laju itu, saat ini kondisi belum maksimal, karena belum memiliki landasan pacu yang cukup untuk take off," jelas Agus, kemarin.
Sebagai komandan baru untuk bertugas di tempat yang baru, merasa bangga diberikan mandat oleh pimpinan. Walaupun kondisi yang dihadapi di daerah baru jauh lebih minim dari lokasi tugas sebelumnya.
“Kondisi minim itu terutama terlihat pada fasilitas yang ada. Walau fasilitas disini sangat tertinggal dengan Pulau Jawa, saya tetap merasa bangga, karena saya bisa menambah pengalaman dan bisa mengenal warga yang baru," ungkapnya.
Mayor Lek Markonery Mantan Dan Lanud Singkawang II berharap mudah-mudahanan dengan ada pergantian ini ada inovasi dan kereativitas yang baru dari pejabat baru. Ia menyarankan pada penggantinya untuk bekerja lebih maksimal dari pejabat sebelumnya.
“Kerja yang baik juga harus ditunjukkan oleh para anggota, diharapkan anggota yang ada di Lanud Singkawang II untuk tidak elek-elakan. Anggota harus berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditentukan, bila koridor itu dilanggar maka akan terdaji kekacauan dalam kerja organisasi,” terang Harry.
dari pantauan awak koran ini dilapangan, saat sertijab berlangsung dihadiri Bupati Kabupaten Bengkayang Suryadman Gidot, Kapolres Bengkayang AKBP Mosyan Nimitch, Ketua DPRD Bengkayang Sebastinus Darwis, serta beberapa pejabat lainnya, baik dari kalangan TNI/Polri ataupun dari kalangan sipil.
Mayor Lek Agus Rian Herdiana resmi menggantikan Mayor Lek Markonery sebagai Komandan Lanud Singkawang II. Serah terima jabatan (Sertijab) dua komandan ini dilakukan oleh Panglima Komando Operasi Satu, Marsekal Muda Dede Rusamsi, di markas Lanud Singkawang II yang terletak di Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang,
Sebelum menjadi Komandan Lanud Singkawang II, Mayor Lek Agus Rian Herdiana menduduki jabatan sebagai Ps Kapaslat Wing 3 Lanud Iswahyudi, Madiun. Sementara itu, Mayor Lek Markonery akan menduduki jabatan baru sebagai Dansat Komlek Kohanudnas, Jakarta. (CAH)
Bahasa Hakka Bengkayang Unik Dan Mudah Dimengerti
BENGKAYANG. Berbekal suara, pengusaha asli Bengkayang ini berkreasi dengan lagu berbahasa Hakka. Lagu lagu itu kini telah menyebar di Kabupaten Bengkayang dan mendapatkan sambutan baik dari warga. Bahasa Hakka Bengkayang unik dan mudah dimengerti.
Yakobus Sitolin, Anggota DPRD Bengkayang menerangkan, kami wakil rakyat akan mendukung siapapun orangnya yang ingin berbuat baik dan memajukan Bumi Sebalo, tidak memandang asal dan usul baik itu etnis maupun agama.
“Andi Max perlu terorgansir dalam mengolah manajemennya, supaya tetap eksis dan membawa harum nama Bengkayang. Bila perlu dirikan sekolah music atau mendirikan studio rekaman untuk generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang tarik suara dan tarian, baik itu etinis Jawa, Dayak, Melayu, Tioghoa dan suku lainnya di BUmi Sebalo,” saran legislator dari Partai Hanura Dapil I ini ditemui di Kadin BUmi Sebalo, Senin (9/5) .
Andy Max, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Bengkayang mengatakan, punya cara lain untuk memperkenalkan Kabupaten Bengkayang, karena melalui Kadin sudah berbagai macam dilakukan untuk membawa nama harus Bumi Sebalo di Indonesia bahkan dunia. Berbekal suara, pengusaha asli Bengkayang ini berkreasi dengan lagu berbahasa Hakka. Lagu lagu itu kini telah menyebar di Kabupaten Bengkayang dan mendapatkan sambutan baik dari warga.
"Lewat lagu saya ingin memperkenalkan Bengkayang. Lagu ini menggunakan bahasa Hakka, dan Hakka di Bengkayang mempunyai keunikan tersendiri, tidak seperti di Bangka dan Belitung yang sama bahasanya tetapi logatnya berbeda," jelas Andy saat ditemui di Kantor Kadin Bengkayang, Senin (9/5).
Andy menjelaskan,bahasa Hakka dari Bengkayang yang unik karena bahasa itu mudah dikenal dan di mengerti apabila dibandingkan dengan daerah lain, ini karena Bahasa Hakka ini tidak ditemukan di daerah China. Bahasanya sudah dicampur dengan tekanan atau logat yang ada satu-satunyaada di Bumi Sebalo.
Untuk memperkenalkan Hakka itu, Andy Max dengan berbekal rekomendasi dari Pemerintah Bengkayang melalui di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata membuat lirik lagu dengan bahasa Hakka. Kini lagu lagu tersebut telah dialbumkan dan dicetak dalam seribu kepingan VCD.
"Untuk awal, kita mencetak seribu keping dahalu, dan kita tidak mencari keuntungan. Dalam album perdana terdapat dua belas lagu, semuanya berbahasa Hakka. Lagu lagu itu berjudul Mo Liong Sim, Sam Nyit,Lo Lo Sim Siang Ho, Mung, Oi Chin Mo Po Chong, Good Bye my Love, San Kheo Jong, A Ko, Hakka Cu Chon, Hiung Jin, Thian Pian Thi Pian, Thian Ti Thi Ti,” beber Andi, kemarin.
Andi melanjutkan, lagu berbahasa Hakka itu pertama di dunia, di Indonesia, di Kalimantan Barat, juga di Bengkayang. Kita bangga dengan lagu bahasa Hakka yang kita miliki ini. Di Bengkayang mayoritas etnis cina kek. Cina kek merupakan sub suku warga tioghoa, seperti suku dayak yang sub sukunya ada dayak bakati, kanayath, benyadu, iban, dan lainnya.
“Bengkayang bagaikan mutiara di dalam lumpur, bnayak pendatang yang ingin menjadi warga Bumi Sebalo. Melihat situasi dan kondisi tersebut, kenapa kita asli orang Bengkayang yang sejak lahir dan dibedarkan disini tidak mau mengembangkan bakat dan minat untuk mengharum kabupaen kita. Mungkin orang bilang saya bermimpi, tetapi awal dari kesuksesan harus berani bermimpi dan realisasikan mimpi tersebut,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat ia akan melauncing lagu hasil karyanya sendiri. Dan ia tidak takut dibajak oleh pembajak lagu yang sudah menjamur di Indonesia. (cah)
Terbatasnya SPBU di Bengkayang Dampaknya BBM Langka
BENGKAYANG. Papan yang bertulisan Bensin dan Solar Habis sudah pemandangan biasa bagi warga ibu kota Kabupaten Bengkayang. Dalam satu SPBU di Bumi Sebalo, melayani beberapa kecamatan. Ini membuat cepat habisnya BBM yang ada di SPBU.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengatakan, keterbatasan jumlah SPBU di ibu kota Bumi Sebalo menjadi langkanya keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga saat ini. Sehingga pasokan BBM untuk daerah Bengkayang hanya sedikit dan tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
“SPBU dalam kota Bengkayang hanya satu-satunya saja di Jalan Sanggau Ledo, sedangkan masyarakat yang membeli BBM tersebut bukan hanya dari warga Bumi Sebalo saja tetapi penduduk Kabupaten Landak juga menyerbu ke sini,” ungkap Gidot di temui di Kantor Camat Bengkayang, belum lama ini.
Ketua Umum DPC Demokrat Kabupaten Bengkayang ini menjelaskan, warga Kabupaten Landak yang banyak membeli BBM di SPBU Bengkayang yang berada di Jalan Sanggau Ledo berasal dari Simpang Tiga sampai ke Tunang. Sedangkan masyarakat Bumi Sebalo dari Kecamatan Bengkayang, Lumar, Ledo, Teriak, Suti Semarang dan Sungai Betung.
“Wajar saja stok BBM di SPBU cepat habis karena satu-satunya di kota Bengkayang. Sedangkan SPBU yang ada di Kecamatan Sanggau Ledo melayani beberapa kecamatan seperti Tujuh Belas, Ledo, Seluas, Siding, dan Jagoi Babang,” terangnya.
Ia melanjutkan, SPBU yang berada di Kecamatan Samalantan melayani beberapa kecamatan yakni Capkala, Monterado, dan Lembah Bawang. Sama halnya di Kecamatan Sungai Raya. Oleh karena itu, perlu adanya penambahan jumlah SPBU yang ada di Kabupaten Bengkayang pada umumnya dan ibu kota pada khususnya.
Apabila tidak ada pengusaha yang mampu untuk membuka SPBU baru di Bengkayang, Pertamina seharusnya membantu terlebih dahulu untuk membukanya, jangan masyarakat yang menjadi korban dikarenakan keterbatasan BBM. Gidot berseloroh, tunggu ia menjadi Direktur Pertamina akan ia realisasikannya.
“Apabila dulu stock BBM terbatas karena di muara Jungkat ada kapal yang karam, kini kita tidak tahu alasan apa lagi yang membuat langkanya BBM. Depot Pertamina saat ini hanya satu-satunya di Pontianak, apa salahnya dipercepat pembangunan Depot Pertamina di Tanjung Gundul supaya tock BBM di Kalbar tetap terjaga dan aman,” saran Suami dari femi Oktaviani Gidot ini, kemarin.
Gidot yang pernah menjabat sebagai Wakil BUpati Bengkayang periode 2005-2010 ini mengungkapkan, dengan hanya satu saja SPBU di Bumi Sebalo dan pemiliknya hanya mampu membeli beberapa ribu liter saja dapat menjadi langkanya stock BBM. Parahnya, selama ini hanya buka dari pukul 06.00 sampai 22.00, tidak seperti di ibu kota provinsi yang banyak jumlah SPBUnya dan ada yang buka 24 jam.
Gidot tidak mau menyusahkan warga dengan dilarangnya masyarakat membeli BBM dengan jeriken, karena banyak rakyat Bumi Sebalo yang tidak memiliki motor dan mobil. Ditambah masih banyaknya daerah terisolir di Kabupaten Bengkayang karena akses jalan darat masih belum dibuka. Jalan menuju ibu kota kecamatan saja seperti Siding, Suti Semarang, dan Lembah Bawang saja masih belum dapat dilalui kendaraan roda empat apalagi jalan dari ibu kota kecamatan ke desa dan dusun.
“Mayoritas masyarakat Kabupaten Bengkayang membeli BBM dengan jeriken terutama yang tinggal di daerah terisolir untuk menghidupkan mesin yang digunakan penerangan pada malam hari dan pabrik padi. Karena kita ketahui besama, yang menikmati penerangan listrik dari PLN hanya sebagian saja,” ulas bapak dua anak ini. (cah)
Kamis, 05 Mei 2011
DPRD Brebes Jawa Tengah Kunker ke Bengkayang
Darwis: Produk unggulan Bumi Sebalo ialah rumput laut dan jagung
BENGKAYANG. Kabupaten Bengkayang sangat berabngga hati, karena disambangi oleh para legislator dari pulau Jawa yang paling banyak jumlah penduduknya di Provinsi Jawa Tengah. Wakil rakyat dari Brebes ialah dalam rangka kunjungan kerja, dan silahturami serta melihat perkembangan otonomi daerah yang baru terutama di Bumi Sebalo.
Sebastianus Darwis SE MM, Ketua DPRD Bengkayang mengatakan, hari ini ia bersama wakil rakyat Bumi Sebalo sangat berbangga hati dikarenakan telah kedatangan tamu dari Kabupaten Brebes. Karena, Kabupaten Brebes adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Luas wilayahnya 1.657,73 km², jumlah penduduknya sekitar 1.732.719 jiwa (2010).
“Maksud kedatangan para wakil rakyat dari Brebes ialah dalam rangka kunjungan kerja, dan silahturami serta melihat perkembangan otonomi daerah yang baru terutama di Bumi Sebalo,” terang Darwis ditemui diruang kerjanya, Rabu (4/5).
Darwis melanjutkan, Kabupaten Brebes memiliki produk unggulan seperti di bidang pertanian dan perikanan. Mereka ingin mengetahui lebih dekat lagi mengenai pertumbuhan perekonomian di kabupaten yang notabene merupakan wilayah perbatasan Indonesia dan Negara lain.
Selain itu, para wakil rakyat dari Brebes ingin mengetahui lebih jauh mengenai situasi dan kondisi Kabupaten Bengkayang yang kondusif, kebutuhan tenaga kerja dari luar terutama pada perusahaan perkebunana kelapa sawit.
“Produk unggulan Bumi Sebalo ialah rumput laut dan jagung, sedangkan Kabupaten Brebes ialah telur asin dan ikan. Intinya, mereka ingin mengetahui lebih jauh potensi pertanian dan perikanan di Kabupaten Bengkayang,” jelas putra sulung Jacobus Luna ini.
Ketua DPRD Brebes, Komisi dua dan empat yang menyambangi Bumi Sebalo juga membicarakan mengenai pendidikan dan kesehatan. Ditambah Kabupaten Bengkayang terkenal dengan daerah transmigrasi dimana warga dari transmigrasi banyak yang sukses setelah hijrah dari pulau Jawa ke kabupaten kita. (cah)
Rabu, 04 Mei 2011
Dekranasda Lindungi Hak Paten dan Merk Pengrajin Bengkayang
BENGKAYANG. Bertempat di lantai IV Aula II Kantor Bupati Satu Atap Bengkayang, sebanyak 37 orang Pengurus Dekranasda Kabupaten Bengkayang Periode 2010-2015 resmi dilantik. Acara Pelantikan berlangsung tepat pukul 08.30 dan dihadiri oleh Para Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Bumi Sebalo serta beberapa perwakilan organisasi wanita. Dekranasda dapat melindungi hak paten dan merk pengrajin yang ada di Bumi Sebalo.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengatakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah sebagai Mitra Kerja Pemerintah merupakan kelompok pencipta, pecinta dan peminat seni kerajinan dalam masyarakat yang mempunyai persamaan dan kehendak untuk mengembangkan seni produktivitas dan pemasaran kerajinan Indonesia sesuai dengan kebijakan Pemerintah.
“Dekranasda dapat berupaya aktif dan bekerja keras dalam rangka meningkatkan daya cipta serta ketrampilan dibidang kerajinan. Kemudian membina, meningkatkan, mempromosikan dan memasarkan hasil-hasil kerajinan. Mengembangkan potensi usaha kerajinan yang merupakan sumber kehidupan masyarakat dan membina masyarakat perajin di Bumi Sebalo,” harap Suami dari femi Oktaviani Suryadman Gidot ini di Satu Atap, Senin (3/5)
Wakil Bupati Bengkayang periode 2005-2010 ini melanjutkan, Dekranasda juga harus melestarikan dan mengembangkan warisan sejarah seni kerajinan dan budaya bangsa terutama dengan mengakar kepada budaya daerah lokal itu sendiri yaitu seni dan dan budaya masyarakat Bumi Sebalo. Yang tidak kalah pentingnya, harus mampu melakukan Perlindungan Hukum atas Karya Cipta dengan cara menfasilitaskan perajin untuk mendapatkan hak atas kekayaan intelektual Hak Paten dan Merk.
"Saya menilai bahwa Dekranasda Kabupaten Bengkayang selama ini telah melakukan hal-hal positif, antara lain ikut serta dalam berbagai kegiatan pameran berskala daerah dan nasional yang mengedepankan dan menampilkan produk dan kerajinan keunggulan daerah, melakukan pembinaan bagi perajin khususnya komoditi tas rotan dan tikar bidai, melakukan pemasaran hasil-hasil kerajinan lokal dan menjajaki berbagai hak untuk kerja sama baik dengan Pemda Bumi Sebalo maupun dengan pihak luar,” sarannya.
Dekranasda juga harus mampu membuat terobosan berbasis kerakyatan dengan mengedepankan membina usaha kecil dan menengah sehingga terciptalah rasa sense of belongin (rasa memiliki) masyarakat, membuat program kerja tahunan dengan berbagai kegiatan dan tentunya dengan mengedepankan anggaran berbasisi kinerja.
Untuk kedepan, pengurus dekranasda periode ini dapat berkarya dan berbuat lebih giat dan kreatif dalam bidang kerajinan sebagai salah satu unsur daripada ekonomi kreatif yang diharapkan dapat membuka kesempatan kerja bagi angkatan kerja di Pedesaan sebagai salah satu alternatif diluar sektor Pertanian.
Ketua Panitia Pelantikan, Bernadetha,SH MH membeberkan, sebenarnya SK dari Ketua Dekranasda Propinsi Kal-Bar tentang Pelantikan Kepengurusan Dekranasda Kabupaten Bengkayang sudah terbit sejak Tanggal 16 Desember 2010. Namun beberapa kendala teknis maka baru Tanggal 3 Mei 2011 inilah Pelantikan Kepengurusan dapat dilaksanakan.
“Beberapa kegiatan sudah jalan dan ini dikarenakan sebagian dari Pengurus adalah Pengurus Lama. Jadi sudah memahami sistem kerja Dekranasda, yang selama ini telah dilaksanakan,” jelas Bernadetha.
Perlu diketahui, dasar pelantikan pengurus Dekranasda Kabupaten Bengkayang ini adalah berdasarkan SK Ketua Dekranasda Propinsi Kal-Bar Nomor 57 Tahun 2010 Tentang Pelantikan Kepengurusan Dekranasda Kabupaten Bengkayang. Adapun susunan Kepengurusan terdiri dari, Ketua Ny Femy Suryadman Gidot SE, Wakil Ketua I Ny Kristina Agustinus Naon, Wakil Ketua II Ny Dra Anastasia Maria Anyim.
Ketua Harian adalah Bapak Drs M Syarief Rahman, Sekretaris Nn Bernadetha SH MH, Sekretaris II Ny Cesilia Ones, Bendahara I Nn Wati,SE, Bendahara II Ny Yuminawati AMd. Bidang Program dan Pengembangan Produk dikoordinatori oleh Ny Yustina Ita Wurini STP MM, Bidang Pameran, Produksi dan Kerjasama dikoordinatori oleh Yan SSos MSi, Bidang Humas dan Publikasi dikoordinatori oleh Drs Pinus Samsudin, Bidang Pengembangan Usaha dan Perbankan dikoordinatori oleh Agustinus BDN.
(cah/Humas Bky)
Senin, 02 Mei 2011
Majukan Olahraga Bengkayang Dengan Menggandeng Pengusaha
BENGKAYANG. Dengan dukungan dari seluruh pecinta olahraga dan peran serta Pemda Bengkayang bersama pihak swasta, olahraga di Kabupaten Bengkayang akan cepat maju dan berkembang serta menelurkan atlit yang berprestasi gemilang. Berikut wawancara reporter Harian Equator Biro Bengkayang, Yopi Cahyono bersama Ketua Umum KONI Bengkayang periode 2011-2015 terpilih, Ir Martinus Khiu di Sekretariat KONI Bengkayang yang beralamat di Jalan Sanggau Ledo:
Apa perasaan anda setelah resmi dikukuhkan menjadi Ketua KONI Kabupaten Bengkayang?
saya sangat berbangga hati karena teman-teman pecinta olahraga telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin KONI Bengkayang empat tahun mendatang. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pecinta olahraga yang ada di Bumi Sebalo karena telah mempercayakan tugas ini kepada saya.
Apa program kerja anda selama empat tahun kedepan?
Untuk program jangka pendek, saya bersama pengurus KONI Bengkayang untuk melakukan penyusunan program kerja sesuai dengan tugas dan bidang masing-masing. Setelah itu, pembenahan internal juga perlu dilakukan untuk kemajuan olahraga Bumi Sebalo.
Sedangkan jangka panjang, bersama-sama pengurus kabupaten pada masing-masing cabang olahraga untuk memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana latihan untuk para atlit. Kemudian pembangunan gedung satu atap. Hal ini dimaksud untuk pengurus KONI Bumi Sebalo dan ke 25 Pengkab yang ada untuk bekerja memajukan olahraga di kabupaten kita. Dan mewujudnya cita-cita Bupati Bengkayang Suryadman Gidot untuk memiliki atlit yang membawa nama harum Bumi Sebalo baik di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
Macam mana caranya anda bersama pengurus KONI Bengkayang lainnya untuk mengembangkan olahraga di Bumi Sebalo, sedangkan dana hibah dari Pemda Bengkayang sangat terbatas. Untuk memperbaiki sarana dan prasarana olahraga saja sulit, apalagi mengadakan dan mengikuti event olahraga baik di kabupaten maupun provinsi?
Dengan dukungan dari seluruh pecinta olahraga dan peran serta Pemda Bengkayang bersama pihak swasta, saya yakin olahraga di Kabupaten Bengkayang akan cepat maju dan berkembang serta menelurkan atlit yang berprestasi gemilang. Walaupun dana terbatas, dengan peran serta pihak pengusaha dan investor yang mau menyumbang untuk kepentingan olahraga, apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud.
Baru-baru ini, dalam rangka memeriahkan HUT Pemda Bengkayang ke-XII, kita bersama-sama Pemda Bengkayang dan pengusaha serta perusahaan menyelenggarakan beberapa event olahraga local maupun kejurda. Sebagai contoh, Kejurda renang di kabupaten Landak Maret kemarin tiga atlit kita yag dikirim dapat meraih tiga perunggu, padahal PRSI Kabupaten Bengkayang belum lama terbentuk dan atlitnya semua dari putra Bumi Sebalo yang sedang menuntut ilmu di Penjaskes UNTAN. Kemudian, 30 April dan 1 Mei, kita bekerjasama dengan perusahaan rokok Win Mild menyelenggarakan Maraton lima kilometer dan 10 kilometer serta Kejurda Gasstrack Serie ke-II di Sirkuit Alam Bengkayang, dan kegiatan tersebut sukses berkat kerjasama seluruh pecinta olahraga di Bumi Sebalo.
Kabupaten Bengkayang banyak memiliki atlit yang berbakat dan potensial di segala cabang olahraga, macam mana caranya anda menggali para atlit yang pontensial dan berbakat tersebut?
Beberapa waktu lalu Bupati Bengkayang meminta saya untuk menyelenggarakan event olahraga setiap bulan. Kini kita memiliki 25 cabang olahraga, dalam setahun ada 12 bulan, jadi satu bulan ada dua sampai tiga cabor yang dapat kita selenggarakan event olahraga. Selain itu, ke-25 cabor wajib memiliki kepengurusan sampai ke tingkat kecamatan, bila perlu sampai ke desa. Dan secretariat pengkab harus jelas sehingga pecinta olahraga dapat berdiskusi untuk memajukan olahraga di Kabupaten Bengkayang.
Untuk mendapatkan atlit yang berbakat dan potensial, kejuaraan dilakukan dari tingkat kecamatan. Karena saat itulah kita dapat melihat bakat dan potensial yang ada pada atlit. Selain itu, event olahraga terprogram dari kecamatan sampai ke tingkat kabupaten sehingga dengan seringnya atlit mengasah kemampuannya, semakin menambah jam terbang dan pengalamannya dalam bertanding. Dengan terpogramnya jadwal petandingan, masyarakat dengan sadar akan membuat club atau team serta rutin latihan sehingga saat event berlangsung atlit dapat mengukir prestasi yang gemilang. Oleh karena itu, masing-masing cabor yang ada kita tekankan untuk membuat program kerja dan aktif menyelenggarakan kejuaraan dari tingkat kecamatan.
Bus Penumpang Tabrak Rumah Warga
Haryadi: Satu orang mati di tempat,dan dua orang mati dalam perjalanan,sedangkan sebanyak 17 luka berat dan sisanya luka ringan.
BENGKAYANG. Bus Penumpang Fajar jurusan Pontianak-Seluas menabarak rumah wargadi Simpang Tiga Desa Untang. Satu orang mati di tempat,dan dua orang mati dalam perjalanan,sedangkan sebanyak 17 luka berat dan sisanya luka ringan.
Wakil Bupati Landak,A Sukiman SH mengatakan, dirinya memang sudah diprogramkan ke Desa Untang untuk bertemu dengan kadesnya.kebetulan ada kecelakaan yang terjadi di Dusun Simpang Tiga Desa Untang Kecamatan Banyuke Hulu merupakan musibah.
“Dalam menyelesaikan ini semua lebih baik ditempuh dengan cara musyawarah untuk mufakat. Sopir dan pemiliknya juga tidak ingin kecelakaan ini terjadi,begitu juga kepada pemilik rumah. Sama-sama tidak menginginkan hal ini terjadi,” saran Sukiman ditemui di Simpang Tiga, Senin (2/5).
Sukiman menjelaskan, kita harus mengambil hikmah dari musibah ini. Segala kerugian yang diderita oleh korban pasti pemilik mobil mau bertanggungjawab. Selesaikan smeuanya dnegan cara kekeluargaan dan musyawarah untuk mufakat.
Amin, 45, warga Desa Untang mengungkapkan, sudah tiga kali ini rumahnya disamperin seperti ini. Belum lama lalu dua buah motor nyungsep ke bengkelnya. Kini mobil Fajar jurusan Pontianak-Seluas yang meluluh lantahkan bengkelnya.
“Kejadiannya pada pukul 03.00, saya terkejut dengan dentuman dan ledakan,setelah saya bangun danmelihat mobil penumpang berplat KB 7708 A sudah terguling di bengkel saya. Syukur tempat tidur kami agak kedalam sehingga tidak menimbulkan korban jiwa pada keluarga saya,” terang Amin yang sudah 20 tahun lebih tinggal di Dusun Simpang Tiga ini.
Fera Kamsu,45,Kades Untang menerangkan, sopir bus penumpang KB 77o6 A bernama Nasri. Ia berharap musibah ini dapat diselesaikan dengan baik antara pemilik mobil dan rumah. Karena ada dua orang pemilik rumah yang rusak berat yakni Amin yang notabene merupakan rumah sekalian usaha bengkel dan Eran. Pemilik rumah hanya meminta ganti rugi,tidak ada permintaan lainnya.
“Warga melaporkan kepada saya bahwa ada mobil yang menabrak rumah masyarakat,jadi saya langsung bergegas ke TKP, dan melihat mobilbus Fajar sudah tergeletak di bengkel Amin,”terang Fera ditemui di TKP,kemarin.
Ferapun langsung meminta kepada warganya untuk menghubungi kepolisian diBengkayang dan Landak. Namun pihak keamanan dari Bumi Sebalo baru tiba keTKP sekitar pukul 06.00 dan dari Bumi Intan pukul 06.20.
Kami menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk mengurus semuanya para penumpang yang cedera parah dan ringan bahkan ada yang meninggal dunia. Fera sangat menyayangkan dengan tower telkomsel yang berdiri tegak di kampungnya. Padahal daerahnya rawan akan kecelakaan.
“Seharusnya pihak telkomsel langsung mengaktifkan sinyal karena sudah satu tahun tower ini berdiri,apabila dalam jangka waktu dekat tidak diaktifkan,masyarakat akan menebang tower tersebut,” tegasnya.
Bukan tanpa alasan ia menyalahkan telkomsel, para penumpang yang mati diakibatkan pendaraan dikarenakan sudah tiga jam menunggu pertolongan. Bayangkan saja, selama tiga jam menderita baru dievakuasi. Apabila ada sinyal,dengan segera menelpon polisi untuk meminta bantuan, dan menghubungi RSU Bengkayang.
Babinsa Untang, Sersan Mayor Haryadi menambahkan, sebanyak 38 penumpang di bus Fajar tersebut ditambah sopir dan kernet. Ke 38 orang tersebut di datangkan dari Jawa Tengah yang berasal dari kabupaten Kulon Progo, Pemalang, Kebumen, dan Wonosogo.
“Satu orang mati di tempat,dan dua orang mati dalam perjalanan,sedangkan sebanyak 17 luka berat dan sisanya luka ringan. Semua korban kecelekaaan di rujukke RSU Bengkayang menggunakan mobil Ambulance RSU Bumi Sebalo, dan mobil truck milik warga,” beber Haryadi.
Menurut informasi yang saya dapat, mereka diberangkatkan dari Pontianak menuju Kabupaten Sambas melalui Bengkayang tepatnya bersebelahan dengan kampung Pelanggor pada perusahaan AKAD, sebelah CV Ceria Prima untuk dipekerjakan di perkebunan sawit. (cah)
Buka Diri Demi Prestasi Olahraga Bengkayang
BENGKAYANG. Banyak kegiatan yang dilakukan panitia untuk memeriahkan HUT Pemda Bumi Sebalo ke-XII. Rentetan semua kegiatan ini berkat kerjasama dan dukungan dari semua pihak. Begitu juga dengan olahraga, sebanyak 20 cabang olahraga yang ada di Bumi Sebalo melakukan pertandingan. Gidot membuka diri kepada seluruh elemen masyarakat demi meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Bengkayang.
“Bagi masyarakat yang gemar balap-balapan di jalan raya, dengan gasstrack serie ke II ini, manfaatkan sebaiknya dan sebagai penyalur bakat kita. Begitu juga yang suka berkelahi dan lempar lembing, ada tempatnya. Jangan hanya suka lempar durian tetangga,” seloroh Suryadman Gidot SPd, Bupati Bengkayang di temui di Lapangan Alam Gasstrack Bengkayang, Sabtu (30/4).
Gidot menjelaskan, dengan dikukuhkannya kepengurusan KONI Bengkayang periode 2011-2015, masyarakat yang gemar akan olahraga dapat menyalurkan bakat dan minatnya, yang tentunya dengan semangat sportivitas para atlit Bumi Sebalo dapat ke pentas provinsi dan nasional untuk mengukir prestasi yang gemilang untuk membawa nama baik kabupaten kita.
“Kegiatan olahraga tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak di dukung dari sponsor dan pengusaha yang ada di kabupaten Bengkayang. Saya tetap membuka diri bagi yang ingin bekerjasama dan mengembangkan olahraga di Bumi Sebalo,” ungkap Wakil Bupati Bengkayang periode 2005-2010 ini.
Ir Martinus Khiu, Ketua KONI Kabupaten Bengkayang menerangkan, sebanyak 25 cabang olahraga yang adadi Bumi Sebalo hingga saat ini. Oleh karena itu, dengan semangat sportivitas kita tingkatkan prestasi olahraga sampai ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Bupati Bengkayang meminta setiap bulan ada kegiatan pertandingan olahraga, dan kita memiliki 25 cabor, sehingga dalam sebulan ada dua sampai tiga cabor yang melakukan kegiatan olahraga dalam sebulan,” ungkap Khiu ditemui di Mess Pemda Bengkayang, kemarin.
Sementara itu, Ketua DPRD Bengkayang Sebastianus Darwis SE MM menambahkan, dengan kegiatan olahraga kita dapat memersatukan masyarakat Bumi Sebalo yang berbeda tetapi tetap satu bangsa yaitu NKRI.
“Saya berencana memperingati HUT RI Agustus mendatang, ada kegiatan eksebisi sepakbola antara Pemda dan anggota dewan Bumi Sebalo. Karena sepakbola merupakan olahraga yang sudah merakyat bahkan sampai ke pelosok kabupaten kita,” ungkap Darwis, kemarin. (cah)
Masyarakat Dayak Bengkayang Kian Sadar
BENGKAYANG. Kabupaten Bengkayang terkenal dengan masyarakat yang gemar akan minum-minuman keras. Seiring bertambah usianya Bumi Sebalo dan tingkat pendidikan yang semkin meningkat, kesadaran masyarakat dayak di Bengkayang kian akan minum-minuman keras.
Drs Kristianus Anyim MSi, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Bengkayang mengatakan, sangat berbangga hati karena stand DAD meraih juara satu dalam Pameran Pembangunan untuk meriahkan HUT Pemda Bengkayang ke-XII yang diselenggarakan di Kompi Senapan C 641 Beruang sejak 25-30 April 2011.
“Ini berkat kerjasama semua pihak kepengurusan DAD Bengkayang, bukan hanya saya saja. Denga kerja keras jajaran saya, dan baru pertama kali berpartisipasi dalam pameran pembangunan, kami langsung mendapatkan juara,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang ini ditemui di Stand DAD Bengkayang, Sabtu (30/4).
Suami dari Anastasia Maria Anyim ini menjelaskan, kerja keras dan kompak merupakan kunci keberhasilan stand DAD Bengkayang menyabet juara satu dalam pameran tahun ini. Walaupun ia bekerja keras, tetapi tidak didukung dari jajarannya, mustahil akan berhasil dan sukses.
“Dengan bertambahnya usia Kabupaten Bengkayang, masyarakat dayak semakin berkurang untuk meminum minuman keras, dengan buktinya sekarang sudah terkendali menegak alcohol,” jelas Anyim, kemarin.
Masyarakat dayak sudah jauh berubah, kini mereka sudah paham dan meminum minuman keras sealakadarnya. Dengan semakin baiknya masyarakat dayak di Bumi Sebalo, yang dibuktikan dengan stabilitas keamanan sehingga orang dapat bekerja dengan baik, yang pada akhirnya investor datang ke Bengkayang untuk berusaha dan menanamkan modalnya.
“Pada akhirnya masyarakat menjadi sejahtera dan kabupaten kita dapat mengejar ketertinggalan dari kabupaten yang ada di Kalbar bahkan Nasional yang sudah lebih maju dari Bumi Sebalo,” ungkap bapak berkacamata putih dan berkumis tebal ini.
Masyarakat harus mendukung program pemerintah daerah, karena ini merupakan tanggungjawab bersama untuk membangun Bumi Sebalo yang tentunya sesuai dengan visi dan misi Bupati Bengkayang periode 2010-2015.
Petrus Diaz, Koordinator Lapangan Pameran Pembangunan HUT Pemda Bengkayang menerangkan, dari 87 peserta hanya di pilih 10 stand terbaik yang sesuai dengan criteria penilaian tim juri dan kesepakatan bersama panitia pameran.
“Juara satu di raih oleh stand DAD Bengkayang dengan nilai 1152, peringkat kedua Dinas Pertambangan dan Energi dengan nilai 1129. Tempat ketiga di raih oleh PKK dan Dekranasda dengan nilai 1061. Sedangkan posisi ke empat diduduki oleh Sekretaris Daerah,” papar Kepala Dinas Pertanian ini.
Dinas Pertanian yang merupakan instansi Diaz bekerja menduduki posisi ke lima dnegan poin 1041. Di ikuti Kecamatan Sungai Raya pada peringkat ke enam dengan nilai 983. Posisi ke tujuh dan delapan dimana standnya bersebelahan, diraih oleh Dinas Pekerjaan Umum dan KONI Bengkayang dengan poin masing-masing 973 dan 963.
Bappeda dan Badan Penyelenggara Penyuluh Terpadu harus puas di peringkat ke Sembilan dan 10, dengan point masing-masing 958 dan 957. Adapun tim jurinya ialah Denny Gunalan, Mardhani dan Yopy. (cah)
Kamis, 28 April 2011
Bengkayang Ada Aliran Radikalisme
BENGKAYANG. Terkait dengan isu-isu terrorisme dan radikalisme yang terjadi saat ini di pulau Jawa, Kapolres Bengkayang berinisiatif untuk melakukan Rapat Koordinasi bersama TNI dan Pemda Kabupaten Bengkayang.
Khusus di Kabupaten Bengkayang ada beberapa aliran yang masuk dalam indikasi aliran radikalisme
Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch SIK mengatakan, hari ini (kemarin, Red) melakukan rapat koordiansi antara Pemda, TNI dan Polri se-Kabupaten Bengkayang dalam rangka penanggulangan masalah terorisme dan radikalisme.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan aparat Pemda Bengkayang, TNI dan Polri dalam rangka menyikapi masalah terorisme dan radikalisme di Bumi Sebalo,” terang Nimitch ditemui di aula Mess Pemda Bengkayang, Kamis (28/4).
Nimitch melanjutkan, kegiatan ini ialah menindaklanjuti arahan dan petunjuk dari Menkopolkam melalui Kapolda, Pangdam dan Gubernur Kalimantan Barat. Awalnya kegiatan ini di pusatkan di Singkawnag yaitu Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Sambas (Singbebas), berhubung ada kendala, kegiatan ini dilakukan pada masing-masing kabupaten.
Dengan telah diadakannya kegiatan ini, Nimitch berharap bukan hanya pihak kepolisian saja yang menanggulangi masalah terorisme dan radikalisme, tetapi bersama-sama natara Pemda, TNI dan Polri untuk menyelesaikannya.
“Para peserta rapat dapat memahami dan mendapatkan pencerahan mengenai terorisme, aliran-aliran yang masuk dalam indikasi radikalisme. Karena selama ini mereka belum mengetahui aliran apa yang masuk dalam kategori radikalisme. Khusus di Kabupaten Bengkayang ada beberapa aliran yang masuk dalam indikasi aliran radikalisme,” jelas Nimitch, kemarin.
Namun, orang nomor satu ini tidak memberikan secara rinci aliran apa yang di maksud termasuk dalam indikasi aliran radikalisme. Dalam menangani masuknya indikasi aliran radikalisme di Bumi Sebalo, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama dan ditindaklanjuti dengan memanggil dan memberikan pencerahan kepada pengikutnya.
Ia menegaskan, bagi masyarakat yang ikut aliran yang diindikasikan radikalisme akan diberikan pencerahan. Dari pantauan awak koran ini dilapangan, para peserta sangat antusia mengikuti kegiatan ini yang diselenggarakan setiap tahunnya. Para peserta berjumlah 250 orang yang terdiri dari Babinsa, Dan ramil, Babin Kamtibmas, Kanit Bimas, Kapolsek, Camat dan Kades se-Kabupaten Bengkayang , Waka Polres, Kasat dan Kabag Polres serta Jurnalis yang ada di Bumi Sebalo.(cah)
Bengkayang Ada Aliran Radikalisme
BENGKAYANG. Terkait dengan isu-isu terrorisme dan radikalisme yang terjadi saat ini di pulau Jawa, Kapolres Bengkayang berinisiatif untuk melakukan Rapat Koordinasi bersama TNI dan Pemda Kabupaten Bengkayang. Khusus di Kabupaten Bengkayang ada beberapa aliran yang masuk dalam indikasi aliran radikalisme
Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch SIK mengatakan, hari ini (kemarin, Red) melakukan rapat koordiansi antara Pemda, TNI dan Polri se-Kabupaten Bengkayang dalam rangka penanggulangan masalah terorisme dan radikalisme.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan aparat Pemda Bengkayang, TNI dan Polri dalam rangka menyikapi masalah terorisme dan radikalisme di Bumi Sebalo,” terang Nimitch ditemui di aula Mess Pemda Bengkayang, Kamis (28/4).
Nimitch melanjutkan, kegiatan ini ialah menindaklanjuti arahan dan petunjuk dari Menkopolkam melalui Kapolda, Pangdam dan Gubernur Kalimantan Barat. Awalnya kegiatan ini di pusatkan di Singkawnag yaitu Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Sambas (Singbebas), berhubung ada kendala, kegiatan ini dilakukan pada masing-masing kabupaten.
Dengan telah diadakannya kegiatan ini, Nimitch berharap bukan hanya pihak kepolisian saja yang menanggulangi masalah terorisme dan radikalisme, tetapi bersama-sama natara Pemda, TNI dan Polri untuk menyelesaikannya.
“Para peserta rapat dapat memahami dan mendapatkan pencerahan mengenai terorisme, aliran-aliran yang masuk dalam indikasi radikalisme. Karena selama ini mereka belum mengetahui aliran apa yang masuk dalam kategori radikalisme. Khusus di Kabupaten Bengkayang ada beberapa aliran yang masuk dalam indikasi aliran radikalisme,” jelas Nimitch, kemarin.
Namun, orang nomor satu ini tidak memberikan secara rinci aliran apa yang di maksud termasuk dalam indikasi aliran radikalisme. Dalam menangani masuknya indikasi aliran radikalisme di Bumi Sebalo, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama dan ditindaklanjuti dengan memanggil dan memberikan pencerahan kepada pengikutnya.
Ia menegaskan, bagi masyarakat yang ikut aliran yang diindikasikan radikalisme akan diberikan pencerahan. Dari pantauan awak koran ini dilapangan, para peserta sangat antusia mengikuti kegiatan ini yang diselenggarakan setiap tahunnya. Para peserta berjumlah 250 orang yang terdiri dari Babinsa, Dan ramil, Babin Kamtibmas, Kanit Bimas, Kapolsek, Camat dan Kades se-Kabupaten Bengkayang , Waka Polres, Kasat dan Kabag Polres serta Jurnalis yang ada di Bumi Sebalo.(cah)
Rabu, 27 April 2011
PT MISP Potong 10 % Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Petani
BENGKAYANG. Sudah puluhan tahun PT MISP beroperasi dan berada Kabupaten Bengkayang. Daerah yang dahulunya hutan belantara kini menjadi wilayah yang ramai. Namun sejak awal tahun 2011, pihak PT MISP memberlakukan kebijakan yang merugikan masyarakat dengan pemotongan 10 persen TBS.
Pardi, 42, warga Dusun Sangat Molo Desa Semangat Kecamatan Ledo mengatakan, sejak Januari 2011 PT MISP melakukan pemotongan 10 persen kepada petani sawit yang menerima plasma. Untuk April saja sebanyak kurang lebih 500 ton tandan buah segar milik petani yang di potong 10 persen. Kebijakan ini banyak tidak diterima petani sawit.
Pihak PT MISP mengambil kebijakan sendiri tanpa koordinasi dengan petani, buah yang kurang bagus lagsung diambil sampel tetapi yang bagus dibebaskan, setelah di potong 10 persen (terutama buah sawit yang masih kuning telur, Red) dianggap tidak layak jual.
“Buah batu saja walau masak dan diketuk tidak lepas dianggap buah mentah. Parahnya, hasil dari sampel buah yang tidak layak dan hasil pemotongan 10 persen di olah semua oleh pihak perusahaan. Dari pemotongan ini sudah dapat membayar honor karyawan PT MISP,” keluh Pardi ditemui dikediamannya, belum lama ini.
Pardi meminta pihak Pemda dan DPRD Bengkayang ikut campur menyelesaikan permasalahan ini. kasihan dengan kami petani sawit yang di tindas oleh pihak perusahaan. Sudah biaya pemeliharaan tinggi, kebijakan perusahaan yang merugikan petani lagi.
Petani hanya menginginkan potongan tersebut dikurangi, minimal 3-5 persen. Dan apabila ada buah mentah yang dijual oleh petani sawit, langsung dikembalikan kepada petani, jangan di simpan dan di olah oleh pihak perusahaan.
Pardi menyarankan kepada pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk membantu petani memperbaiki jalan, supaya buah sawit dari petani bagus dan baik sesuai dengan permintaan PT MISP. Perlu diketahui, bulan Maret lalu harga Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 1.864,26 rupiah dan bulan April sebesar 1.631 rupiah. Apabila dikalikan 500 ton, sudah berapa besar keuntungan yang diraup oleh pihak perusahaan. (cah)
Robohkan RukoPemda Harus Ganti Rugi 200 Juta Rupiah
BENGKAYANG. Masih terngiang dipelupuk mata atas kebakaran pasar Bengkayang yang menghanguskan puluhan ruko dengan korban satu meninggal dunia dan beberapa luka bakar. Pada 14 September 2010 lalu. Korban kebakaran tidak boleh membangun ruko kembali, dan warga menuntut biaya ganti rugi 200 juta rupiah kepada Pemda Bengkayang.
H Agus Lazim, 72, warga RT 014/RW 08 Jalan Migang Kelurahan Bumi Emas mengatakan, ia merupakan salah satu korban kebakaran pasar Bengkayang pada 14 September 2010 lalu bersama pemilik ruko lainnya di jalan Pasar Tengah dan Jalan Ngura Bengkayang.
“Dua hari pasca kebakaran, Camat Bengkayang yang waktu itu di jabat Aci Sood mendatangi kami dan mengatakan kami tidak dapat membangun ruko di TKP lagi, tetapi pak lurah membolehkan kami membangun,” kisah Agus ditemui dikediamannya, Rabu (27/4).
Agus dan istrinya pun langsung merespon ucapan Lurah Bumi Emas dengan memberikan uang 1,9 juta rupiah kepada tukang untuk menempelkan batako pada tiang ruko yang telah berdiri. Namun, selang beberapa hari, tiba-tiba tukang mengembalikan uang tersebut atas perintah Aci Sood.
“Sampai saat ini, hanya pondasi dan tiang ruko saja yang masih berdiri, padahal itu merupakan satu-satunya mata pencaharian kami sekeluarga untuk menyambung hidup. Bukan baru setahun atau dua tahun ruko eks kebakaran tersebut kami bangun, tetapi sejak 1987 bagunan tersbeut berdiri dan tempat mencari nafkah,” keluh Haji Agus-sapaan akrabnya, kemarin.
Menurut info, Pemda Bengkayang siap ganti rugi. Informasi ini kami ketahui sejak akhir Desember 2010 lalu tetapi sampai sekarang tidak ada hitam dan putih. Sudah tiga kali kerumah Bupati Bengkayang namun baru sekali ketemu. Usai ketemu dengan Kepala Daerah Bumi Sebalo waktu itu pukul 07.00, dua hari kemudian datang surat teguran dari BUpati Bengkayang tentang larangan mendirikan bangunan.
Agus menjelaskan, surat dari Bupati Bengkayang SUryadman Gidot SPd perihal larangan mendirikan bangunan sudah tiga kali bertandan kerumahnya, yakni tertanggal 9 dan 21 Februari serta 11 April 2011 lalu.
Bangunan ruko kami yang kebakaran memiliki rekomendasi izin mendirikan bangunan bernomor 644/12/87.C.XII yang ditandatangani oleh Camat Bengkayang Drs Sjamsudin Jusuf, dimana waktu itu masih bergabung dengan Kabupaten Sambas.
Kami berharap ruko dapat dibangun kembali, karena satu-satunya sumber mata pencaharian kami sekeluarga. Selama surat teguran dilayagka, tidak pernah di panggil oleh camat ke kantornya baik yang lama maupun yang baru.
“Kami mau merobohkan pondasi dan tiang ruko tersebut, tetapi Pemda Bengkayang harus ganti rugi 200 juta rupiah. Apabila tidak setuju, kami tidak mau merobohkannnya. Karena bukan ruko kami saja yang menonjol keluar tetapi di sepanjang Jalan Tabrani masih ada ruko bakso, obat, dan tiga warung kopi. Ruko kami dirobohkan, ruko yang menonjol juga haru dirobohkan,” tegas Agus.
Hj Hajijah, 61, istri Agus Lazim menambahkan, kami memiliki surat tanah dengan pada ruko tersebut dengan luas 45 meter persegi (5 m x 9 m, Red). Tanah tersebut dikuasai sejak 1981 berturut-turut. Yang ditandatangani oleh Kepala Desa Bengkayang kota Busri Husin dan Camat Bengkayang Drs Sjamsuddin Jusuf. Dengan register nomor 34/KD/02/1/SPT-1987. (cah)
Selasa, 26 April 2011
Rakyat Bengkayang Butuh Sentuhan Pelayanan
BENGKAYANG. Pameran Pembangunan merupakan moment yang tepat untuk mempromosikan, memahami, dan mengevaluasi hasil pembangunan di Bumi Sebalo. Kita harus bekerja keras lagi, Karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh akan nikmatnya hasil pembangunan. Rakyat Bengkayang butuh sentuhan pelayanan.
Suryadman Gidot SPd, Bupati Bengkayang mengatakan, dengan pameran pembangunan yang diselenggarakan di Kompi Senapan C 641 Beruang selama seminggu, menjadi momentum intropeksi diri para SKPD selama setahun.
“Kita harus bekerja keras lagi, Karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh akan nikmatnya hasil pembangunan. Kita jangan berlengah-lengah lagi, karena rakyat Bengkayang butuh sentuhan pelayanan dari kita,” ajak Gidot di Kompi Senapan C 641 Beruang, Senin (25/4).
Gidot menjelaskan, kerja keras kita ini dimaksud untuk mengejar ketertinggalan. Kita perlu bekerja lebih baik lagi demi kesejahteraan rakyat Bumi Sebalo yang menjadi cita-cita kita dan amanat UUD 1945. Karena dengan kerjasama, kita lebih maju dan berkembang dengan semangat yang merupakan modal untuk berkembang.
“Bagi yang belum berpartisipasi, kedepannya berilah informasi kepada masyarakat karena ini merupakan momentum evaluasi atas kinerja kita selama setahun yang lalu,” harap Wakil Bupati Bengkayang periode 2005-2010 ini, kemarin.
Saat Gidot memasuki stand Dinas Pertanian, ia ingin di Kabupaten Bengkayang ada suatu daerah yang di fokuskan untuk pengembangan pertanian. Karena Bumi Sebalo rata-rata masyarakatnya bermata pencaharian petani.
“Dinas Pertanian tolong mencari daerah untuk dibangun tempat pengembangan ilmu pertanian, pelatihan petani, yang pada intinya untuk kesejahteraan petani. Karena selama ini banyak petani yang menggarap lahan dengan metode tradisional, itu yang ingin kita ubah dari cara bertani tradisional menjadi modern,” ungkap Gidot.
Koordiantor Lapangan Pameran Pembangunan, Petrus Diaz mengungkapkan, dasar pelaksanaan kegiatan ini ialah surat Bupati Bengkayang No. 71/setda/2011 tertanggal 8 Maret 2011 tentang pembentukan panitia penyelenggaraan peringatan HUT Pemda Bengkayang ke-12 tahunnya.
“Ini merupakan moment yang tepat untuk mempromosikan, memahami, dan mengevaluasi hasil pembangunan di Bumi Sebalo. Dan dapat dijadikan sebagai proses pembelajaran dan bekal untuk mendukung pembangunan kabupaten ini ke depan,” terang Plt Kadis Pertanian Bengkayang ini, kemarin.
Selain itu, akan dilakukan penilaian empat stand terbaik selama pameran. Tim juri independen sebanyak tiga orang yang bukan merupakan peserta pameran. Dengan criteria penilaian system pembobotan dari unsure yang dinilai yaitu eksterior, interior, keseuaia materi, pelayanan pengunjung dan jumlah pengunjung.
Peserta pameran diikuti oleh 87 peserta yang semuanya dari Bumi Sebalo yang terdiri dari SKPD, instansi vertical, organisas wanita, lembaga pendidikan, adat, lainnya, perusahaan daerah, dan sector swasta atau dunia usaha.
Setibanya Bupati Bumi Sebalo dan rombongan ke stand Dinas Perikanan dan Kelautan, hujan lebat mengguyur kota Bengkayang hingga malam. Namun, tak mengurungkan niat kepala daerah untuk mengunjungi peserta pameran pembangunan hingga selesai. (cah)
Langganan:
Postingan (Atom)


