SURAT KEPUTUSAN
SK DARI MENTERI PERTAHANAN DAN KEAMANAN RI
Kamis, 28 April 2011
Bengkayang Ada Aliran Radikalisme
BENGKAYANG. Terkait dengan isu-isu terrorisme dan radikalisme yang terjadi saat ini di pulau Jawa, Kapolres Bengkayang berinisiatif untuk melakukan Rapat Koordinasi bersama TNI dan Pemda Kabupaten Bengkayang. Khusus di Kabupaten Bengkayang ada beberapa aliran yang masuk dalam indikasi aliran radikalisme
Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch SIK mengatakan, hari ini (kemarin, Red) melakukan rapat koordiansi antara Pemda, TNI dan Polri se-Kabupaten Bengkayang dalam rangka penanggulangan masalah terorisme dan radikalisme.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan aparat Pemda Bengkayang, TNI dan Polri dalam rangka menyikapi masalah terorisme dan radikalisme di Bumi Sebalo,” terang Nimitch ditemui di aula Mess Pemda Bengkayang, Kamis (28/4).
Nimitch melanjutkan, kegiatan ini ialah menindaklanjuti arahan dan petunjuk dari Menkopolkam melalui Kapolda, Pangdam dan Gubernur Kalimantan Barat. Awalnya kegiatan ini di pusatkan di Singkawnag yaitu Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Sambas (Singbebas), berhubung ada kendala, kegiatan ini dilakukan pada masing-masing kabupaten.
Dengan telah diadakannya kegiatan ini, Nimitch berharap bukan hanya pihak kepolisian saja yang menanggulangi masalah terorisme dan radikalisme, tetapi bersama-sama natara Pemda, TNI dan Polri untuk menyelesaikannya.
“Para peserta rapat dapat memahami dan mendapatkan pencerahan mengenai terorisme, aliran-aliran yang masuk dalam indikasi radikalisme. Karena selama ini mereka belum mengetahui aliran apa yang masuk dalam kategori radikalisme. Khusus di Kabupaten Bengkayang ada beberapa aliran yang masuk dalam indikasi aliran radikalisme,” jelas Nimitch, kemarin.
Namun, orang nomor satu ini tidak memberikan secara rinci aliran apa yang di maksud termasuk dalam indikasi aliran radikalisme. Dalam menangani masuknya indikasi aliran radikalisme di Bumi Sebalo, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama dan ditindaklanjuti dengan memanggil dan memberikan pencerahan kepada pengikutnya.
Ia menegaskan, bagi masyarakat yang ikut aliran yang diindikasikan radikalisme akan diberikan pencerahan. Dari pantauan awak koran ini dilapangan, para peserta sangat antusia mengikuti kegiatan ini yang diselenggarakan setiap tahunnya. Para peserta berjumlah 250 orang yang terdiri dari Babinsa, Dan ramil, Babin Kamtibmas, Kanit Bimas, Kapolsek, Camat dan Kades se-Kabupaten Bengkayang , Waka Polres, Kasat dan Kabag Polres serta Jurnalis yang ada di Bumi Sebalo.(cah)
Rabu, 27 April 2011
PT MISP Potong 10 % Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Petani
BENGKAYANG. Sudah puluhan tahun PT MISP beroperasi dan berada Kabupaten Bengkayang. Daerah yang dahulunya hutan belantara kini menjadi wilayah yang ramai. Namun sejak awal tahun 2011, pihak PT MISP memberlakukan kebijakan yang merugikan masyarakat dengan pemotongan 10 persen TBS.
Pardi, 42, warga Dusun Sangat Molo Desa Semangat Kecamatan Ledo mengatakan, sejak Januari 2011 PT MISP melakukan pemotongan 10 persen kepada petani sawit yang menerima plasma. Untuk April saja sebanyak kurang lebih 500 ton tandan buah segar milik petani yang di potong 10 persen. Kebijakan ini banyak tidak diterima petani sawit.
Pihak PT MISP mengambil kebijakan sendiri tanpa koordinasi dengan petani, buah yang kurang bagus lagsung diambil sampel tetapi yang bagus dibebaskan, setelah di potong 10 persen (terutama buah sawit yang masih kuning telur, Red) dianggap tidak layak jual.
“Buah batu saja walau masak dan diketuk tidak lepas dianggap buah mentah. Parahnya, hasil dari sampel buah yang tidak layak dan hasil pemotongan 10 persen di olah semua oleh pihak perusahaan. Dari pemotongan ini sudah dapat membayar honor karyawan PT MISP,” keluh Pardi ditemui dikediamannya, belum lama ini.
Pardi meminta pihak Pemda dan DPRD Bengkayang ikut campur menyelesaikan permasalahan ini. kasihan dengan kami petani sawit yang di tindas oleh pihak perusahaan. Sudah biaya pemeliharaan tinggi, kebijakan perusahaan yang merugikan petani lagi.
Petani hanya menginginkan potongan tersebut dikurangi, minimal 3-5 persen. Dan apabila ada buah mentah yang dijual oleh petani sawit, langsung dikembalikan kepada petani, jangan di simpan dan di olah oleh pihak perusahaan.
Pardi menyarankan kepada pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk membantu petani memperbaiki jalan, supaya buah sawit dari petani bagus dan baik sesuai dengan permintaan PT MISP. Perlu diketahui, bulan Maret lalu harga Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 1.864,26 rupiah dan bulan April sebesar 1.631 rupiah. Apabila dikalikan 500 ton, sudah berapa besar keuntungan yang diraup oleh pihak perusahaan. (cah)
Robohkan RukoPemda Harus Ganti Rugi 200 Juta Rupiah
BENGKAYANG. Masih terngiang dipelupuk mata atas kebakaran pasar Bengkayang yang menghanguskan puluhan ruko dengan korban satu meninggal dunia dan beberapa luka bakar. Pada 14 September 2010 lalu. Korban kebakaran tidak boleh membangun ruko kembali, dan warga menuntut biaya ganti rugi 200 juta rupiah kepada Pemda Bengkayang.
H Agus Lazim, 72, warga RT 014/RW 08 Jalan Migang Kelurahan Bumi Emas mengatakan, ia merupakan salah satu korban kebakaran pasar Bengkayang pada 14 September 2010 lalu bersama pemilik ruko lainnya di jalan Pasar Tengah dan Jalan Ngura Bengkayang.
“Dua hari pasca kebakaran, Camat Bengkayang yang waktu itu di jabat Aci Sood mendatangi kami dan mengatakan kami tidak dapat membangun ruko di TKP lagi, tetapi pak lurah membolehkan kami membangun,” kisah Agus ditemui dikediamannya, Rabu (27/4).
Agus dan istrinya pun langsung merespon ucapan Lurah Bumi Emas dengan memberikan uang 1,9 juta rupiah kepada tukang untuk menempelkan batako pada tiang ruko yang telah berdiri. Namun, selang beberapa hari, tiba-tiba tukang mengembalikan uang tersebut atas perintah Aci Sood.
“Sampai saat ini, hanya pondasi dan tiang ruko saja yang masih berdiri, padahal itu merupakan satu-satunya mata pencaharian kami sekeluarga untuk menyambung hidup. Bukan baru setahun atau dua tahun ruko eks kebakaran tersebut kami bangun, tetapi sejak 1987 bagunan tersbeut berdiri dan tempat mencari nafkah,” keluh Haji Agus-sapaan akrabnya, kemarin.
Menurut info, Pemda Bengkayang siap ganti rugi. Informasi ini kami ketahui sejak akhir Desember 2010 lalu tetapi sampai sekarang tidak ada hitam dan putih. Sudah tiga kali kerumah Bupati Bengkayang namun baru sekali ketemu. Usai ketemu dengan Kepala Daerah Bumi Sebalo waktu itu pukul 07.00, dua hari kemudian datang surat teguran dari BUpati Bengkayang tentang larangan mendirikan bangunan.
Agus menjelaskan, surat dari Bupati Bengkayang SUryadman Gidot SPd perihal larangan mendirikan bangunan sudah tiga kali bertandan kerumahnya, yakni tertanggal 9 dan 21 Februari serta 11 April 2011 lalu.
Bangunan ruko kami yang kebakaran memiliki rekomendasi izin mendirikan bangunan bernomor 644/12/87.C.XII yang ditandatangani oleh Camat Bengkayang Drs Sjamsudin Jusuf, dimana waktu itu masih bergabung dengan Kabupaten Sambas.
Kami berharap ruko dapat dibangun kembali, karena satu-satunya sumber mata pencaharian kami sekeluarga. Selama surat teguran dilayagka, tidak pernah di panggil oleh camat ke kantornya baik yang lama maupun yang baru.
“Kami mau merobohkan pondasi dan tiang ruko tersebut, tetapi Pemda Bengkayang harus ganti rugi 200 juta rupiah. Apabila tidak setuju, kami tidak mau merobohkannnya. Karena bukan ruko kami saja yang menonjol keluar tetapi di sepanjang Jalan Tabrani masih ada ruko bakso, obat, dan tiga warung kopi. Ruko kami dirobohkan, ruko yang menonjol juga haru dirobohkan,” tegas Agus.
Hj Hajijah, 61, istri Agus Lazim menambahkan, kami memiliki surat tanah dengan pada ruko tersebut dengan luas 45 meter persegi (5 m x 9 m, Red). Tanah tersebut dikuasai sejak 1981 berturut-turut. Yang ditandatangani oleh Kepala Desa Bengkayang kota Busri Husin dan Camat Bengkayang Drs Sjamsuddin Jusuf. Dengan register nomor 34/KD/02/1/SPT-1987. (cah)
Selasa, 26 April 2011
Rakyat Bengkayang Butuh Sentuhan Pelayanan
BENGKAYANG. Pameran Pembangunan merupakan moment yang tepat untuk mempromosikan, memahami, dan mengevaluasi hasil pembangunan di Bumi Sebalo. Kita harus bekerja keras lagi, Karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh akan nikmatnya hasil pembangunan. Rakyat Bengkayang butuh sentuhan pelayanan.
Suryadman Gidot SPd, Bupati Bengkayang mengatakan, dengan pameran pembangunan yang diselenggarakan di Kompi Senapan C 641 Beruang selama seminggu, menjadi momentum intropeksi diri para SKPD selama setahun.
“Kita harus bekerja keras lagi, Karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh akan nikmatnya hasil pembangunan. Kita jangan berlengah-lengah lagi, karena rakyat Bengkayang butuh sentuhan pelayanan dari kita,” ajak Gidot di Kompi Senapan C 641 Beruang, Senin (25/4).
Gidot menjelaskan, kerja keras kita ini dimaksud untuk mengejar ketertinggalan. Kita perlu bekerja lebih baik lagi demi kesejahteraan rakyat Bumi Sebalo yang menjadi cita-cita kita dan amanat UUD 1945. Karena dengan kerjasama, kita lebih maju dan berkembang dengan semangat yang merupakan modal untuk berkembang.
“Bagi yang belum berpartisipasi, kedepannya berilah informasi kepada masyarakat karena ini merupakan momentum evaluasi atas kinerja kita selama setahun yang lalu,” harap Wakil Bupati Bengkayang periode 2005-2010 ini, kemarin.
Saat Gidot memasuki stand Dinas Pertanian, ia ingin di Kabupaten Bengkayang ada suatu daerah yang di fokuskan untuk pengembangan pertanian. Karena Bumi Sebalo rata-rata masyarakatnya bermata pencaharian petani.
“Dinas Pertanian tolong mencari daerah untuk dibangun tempat pengembangan ilmu pertanian, pelatihan petani, yang pada intinya untuk kesejahteraan petani. Karena selama ini banyak petani yang menggarap lahan dengan metode tradisional, itu yang ingin kita ubah dari cara bertani tradisional menjadi modern,” ungkap Gidot.
Koordiantor Lapangan Pameran Pembangunan, Petrus Diaz mengungkapkan, dasar pelaksanaan kegiatan ini ialah surat Bupati Bengkayang No. 71/setda/2011 tertanggal 8 Maret 2011 tentang pembentukan panitia penyelenggaraan peringatan HUT Pemda Bengkayang ke-12 tahunnya.
“Ini merupakan moment yang tepat untuk mempromosikan, memahami, dan mengevaluasi hasil pembangunan di Bumi Sebalo. Dan dapat dijadikan sebagai proses pembelajaran dan bekal untuk mendukung pembangunan kabupaten ini ke depan,” terang Plt Kadis Pertanian Bengkayang ini, kemarin.
Selain itu, akan dilakukan penilaian empat stand terbaik selama pameran. Tim juri independen sebanyak tiga orang yang bukan merupakan peserta pameran. Dengan criteria penilaian system pembobotan dari unsure yang dinilai yaitu eksterior, interior, keseuaia materi, pelayanan pengunjung dan jumlah pengunjung.
Peserta pameran diikuti oleh 87 peserta yang semuanya dari Bumi Sebalo yang terdiri dari SKPD, instansi vertical, organisas wanita, lembaga pendidikan, adat, lainnya, perusahaan daerah, dan sector swasta atau dunia usaha.
Setibanya Bupati Bumi Sebalo dan rombongan ke stand Dinas Perikanan dan Kelautan, hujan lebat mengguyur kota Bengkayang hingga malam. Namun, tak mengurungkan niat kepala daerah untuk mengunjungi peserta pameran pembangunan hingga selesai. (cah)
Selasa, 12 April 2011
Kades Puteng Terpilih, Tak Miliki Ijazah dan Palsukan Dokumen
Daut: Pemda Bengkayang harus menunda pelantikan Ahin menjadi Kades Puteng
BENGKAYANG. Kisruh Pemilihan Umum Kepala Desa Puteng Kecamatan Teriak semakin meruncing. Sibuh selaku calon Kades yang kalah akan membawa kasus penipuan dokumen atas nama Ahin ke ranah hukum. Ahin lahir tahun 1963 dan dalam buku besar SD Amkur tidak tercatat apakah lulus atau tidak alias tanpa keterangan. Pemda Bengkayang harus menunda pelantikan Ahin menjadi Kades Puteng.
Daut, 32, Warga Dusun Tengkurap Desa Puteng Kecamatan Teriak mengungkapkan, umur dan nama Ahin selaku pemenang Pilkades Puteng di SD berbeda. Di Raport SD Sekaruh ia lahir tahun 1965, di SD Amkur 1965, dan di Suat Keterangan dan Paket B, Ahin lahir tahu 1967. Begitu juga nama, baru di cantumkan Yohanes pada surat keterngan dan Paket B.
“Dengan keganjilan data tersebut, Pemda Bengkayang harus adil. Kami tidak mau dikemudian hari ada yang akan mengikuti jejak Ahin. Dan ini akan kami bawa keranah hukum. Oleh karena itu, Pemkab Bumi harus menunda pelantikannya karena urusan administrasi belum selesai. Selesaikan dahulu adminstrasinya baru ia dilantik,” pinta Daut ditemui di Jalan Sanggau Ledo, lasa (5/4).
Pemenang Pemilihan Umum Kepala Desa Puteng yang di lakukan pada 23 Febuari lalu penuh dengan kecurangan. Hal ini telah diketahui sebelum pencalonan dilakukan. Ahin peserta Pilkades Puteng dengan nomor urut dua tidak memiliki ijazah SD, begitu juga dengan Paket B, ia hanya memakai surat keterangan saja.
Daut menjelaskan, menurut data yang ia foto kopi, buku laporan pendidikan murid sekolah dasar sesuai dengan kurikulum SD tahun 1968 di SD Sekaruh Wilayah Bengkayang Kabupaten Sambas atas nama Ahin anak Sinto kelahiran Punti 16 Juli 1965 dengan mulai masuk sekolah tanggal 1 Januari 1972.
Ahin kemudian pindah ke SD Amkur Bengkayang saat duduk di kelas lima. Saat Sibuh mendatangi SD Amkur dan meminta kepada kepala sekolah tentang data Ahin, ia pun terkejut.
“Data yang ada, Ahin lahir tahun 1963 dan dalam buku besar SD Amkur tidak tercatat apakah lulus atau tidak alias tanpa keterangan. Menurut surat keterangan No. 442/104/SDS-AMK/II/2011 dari Yayasan Amal dan Kurban SD Khatolik Bengkayang yang beralamat di jalan Gereja 25 Desa Bumi Emas Bengkayang dengan ditandatagani kepala sekolahnya Petrus Mustadji, menerangkan Ahin lahir di Punti tanggal 16 Juli 1967 dengan nomor induk 863 dan lulus tahun 1979,” terangnya.
Hal serupa berdasarkan surat keterangan dari Kapolsek Teriak No. STPLKB/51/C/II/2011 tertanggal 10 Februari 2011, yang menerangkan ijazah atas nama Yohanes Ahin telah hilang. Sedangkan dari Paket B, Ahin hanya berdasarkan SK lulus dengan nomor 421/0085/PNFI/pend/II/2011 yang ditandatangani oleh Yustini Kepala Bidang PNFI tertanggal 2 Februari 2010. Ahin dinyatakan lulus ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) periode II 2009/2010. Dengan nomor urut enam dan nomor peserta 13-09-02-006 dengan jumlah nilai 37,90 dengan dibuktikan daftar kolektif nilai ujian umum kesetaraan Paket B yang ditandatangani oleh Drs Akim MM Kepala Dinas Pendidikan Kalbar.
Sibuh, 40, Warga Dusun Tengkurap Desa Puteng Kecamatan Teriak mengatakan, dalam Pilkades Puteng hanya ada dua calon saja, yakni ia dan Ahin. Saat pemungutan dan penghitungan suara dilakukan, pada TPS 1 mendapat 105 suara, da TPS 2 sebanyak 27 suara. Sedangkan Ahin di TPS 1 meraup sebnayk 126 suara dan di TPS 2 sebanyak 102 suara. Dengan surat suara sisa sebanyak tiga lembar dan satu surat suara rusak.
“Parahnya, orang gila atas nama Apolus alias Imui warga Tengkurap kelahiran Elok Asam 30 Januari 1969 dan anggota ABRI bernama Junior anak Tambal kelahiran Bengkayang 13 Januari 1989 masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Pilkades Puteng. Padahal sesuai aturan perundang-undangan keduanya tersebut tidak memiliki hak pilih,” kesal Sibuh.
Zakarias SH, Pengacara Sibuh menerangkan, dalam waktu dekat akan melaporkan Ahin ke Polisi dalam hal pemalsuan data atau dokumen. Karena ini nyata-nyata telah melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku. (cah)
Kantor Desa Mayak Berdiri di Tanah Warga
Kambli: Pemilik tanah tidak mau menjual tanah, sehingga banguna desa rusak parah
BENGKAYANG. Sudah 12 tahun Bengkayang menjadi kabupaten, Kantor Bupati Bumi Sebalo pun nan megah, tetapi berbanding terbalik 180 derajat dengan kondisi kantor desa yang ada di Desa Mayak kecamatan Seluas. Tanah tempat berdirinya kantor desa saja masih pinjam pakai dengan warga setempat.
Kambli, SPd Kepala Desa Mayak Kecamatan Seluas mengatakan kantor desa yang ia pimpin saat ini tanahnya bermasalah. Tanah tempat bangunan kantor Desa Mayak saat ini merupakan tanah warga setempat. Atas nama Joni anak Sekdes Desa Mayak saat ini.
“Saat ini tanah desa untuk membangun kantor desa sudah ada di Dusun Pejampi arah ke Dusun Marga Utama kurang lebih jauhnya 300 meter dari jalan Provinsi. Luas tanah tersebut 17 meter x 15 meter,” terang Kambli dite.ui di Kantor Bupati Bengkayang, Selasa (12/4).
Kambli mengungkapkan, ia sangat riskan dengan status tanah yang di Kantor Desa Mayak saat ini. ia khawatir apabila pemilik tanah berniat untuk menjul atau membuka lahan di tanah yang di pinjam oleh desa saat ini. Oleh karena itu, ia bersama Kaur Pembanguan menghadap BUpati Bengkayang untuk mencarisolusi terbaik.
Parahnya, WC atau Toliet tidak ada di kantor desa. Dana ada, hanya tanah tersebut bukan milik desa. Apabila pejabat baik dari kecamatan maupun kabupaten ingin buang air besar atau kecil harus menumpang di rumah penduduk.
Bambang Nudianto, Kaur Pemerintahan menjelaskan, kondisi bangunan kator desa saat ini sangat memprihatinkan sekali. Pintu, jendela dan tiang sudah rapuh dan berlubang. Sama halnya dengan lantainya setali tiga uang.
“Kami telah meminta kepada tuan punya tanah untuk membeli tanah tersebut, namun pemiliknya tidak mau menjual tanah tersebut. Bukanhanya sekali kami meminta untuk membelinya, tetapi sudah sering kali, namun hasilnya nihil,” ungkap Bambang.
Nurat Efendi AMd, Warga asal Dusun Segorong Desa Mayak menuturkan, kedepannya diharapkan kepada perangkat desa untuk melengkapi sarana dan prasarana. Baik itu kantor, toilet, gedung serba guna, dan alat-alat kantor.
“Gedung serba guna snagat bermanfaat bagi masyarakat, karena setiap kegiatan untuk rapat atau kunjungan kerja dari kecamatan dan kabupaten dapat mengumpulkan warga di satu tempat, tidak lagi meminjam ruangan sekolah,” saran Nurat, kemarin.
Sudah puluhan tahun sejak Kades masih disebut kepala kampung, apabila ada pertemuan antara warga dan pejabat baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten meminjam ruangan sekolah. Oleh karena itu, perangkat desa harus pro aktif untuk terealisasikannya pembangunan gedung serba guna. (cah)
Dishubkominfo Bengkayang Akan Razia KIR Kendaraan
BENGKAYANG. Semenjak Bengkayang dijadikan kabupaten, kendaraan roda dua dan empat makin meningkat jumlahnya. Begitu juga dengan KIR kendaraan, masih banyak yang kadarluarsa, oleh karena itu dalama waktu dekat Dishubkominfo akan melakukan razia KIR kendaraan yang ada di Bumi Sebalo.
AKP Purwanto Kasat Lantas Polres Bengkayang mengatakan, saat melakukan razia, bukan hanya kendaraan roda dua saja, tetapi roda empat juga ikut di razia. Hanya kendaraan roda empat kelengkapan administrasinya diancungi jempol.
“Pelanggaran yang paling banyak ialah pengendara roda dua. Baik itu tidak memakai helm ganda standar, tidak memiliki SIM, STNK, bahkan ada yang tidak memiliki semuanya,” terang Purwanto ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Purwanto menjelaskan, razia sering dilakukan untuk menyadarkan asyarakat akan pentingnya kesadaran dalam berlalu lintas. Di pagi hari sejak pukul 06.00-07.00 dikerahkan personilnya untuk mengatur lalu lintas disetiap persimpangan jalan dan sekolah yang ada di ibu kota Bengkayang.
Saat awak Koran ini menanyakan kenapa tidak pernah melakukan razia KIR Kendaraan roda empat. “Untuk melakukan razia KIR Kendaraan roda dua ialah wewenang Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkayang melalui DLLAJnya, kami tidak memiliki wewenang untuk melakukan razia,” jelas Purwanto.
Yulis Yulianus, Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkayang menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin melakukan KIR kendaraan silakan datang ke kantor. Di Bumi Sebalo, satu-satunya tempat KIR Kendaraan di instansi yang ia pimpin.
“Untuk melakukan razia kendaraan roda empat yang sudah kadarluasa KIR kendaraannya sudah di atur dalam UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah jelas di terangkan mengenai hal tersebut,” tegas Yulius via telepon seluler, belum lama ini.
Yulius mengungkapkan, dalam penertiban KIR Kendaraan yang ada di Kabupaten Bengkayang akan dilakukan secara bertahap dan sinergis. Namun, untuk saat ini masih belum dapat dilakukan razia, berhubung ia baru beberapa bulan menjabat sebagai Kadishubkominfo.
Saat ini Yulius sedang focus untuk pembenahan internal, Karena banyak tugas rumah yang harus diselesaikan untuk mencitrakan kembali nama baik instansi yang ia pimpin. Ia berjanji dalam waktu dekat akan melakukan razia KIR Kendaraan bagi roda empat yang ada di Bumi Sebalo. Perlu diketahui, saat ini para kadis yang baru dilantik sedang mengikuti pelatihan kepemimpina di Jakarta. (cah)
Minggu, 03 April 2011
Bengkayang Tuan Rumah Kejurda Gresstrack Seri 2 Kalbar
BENGKAYANG. Kabupaten Bengkayang sangat berbangga hati dalam menyambut HUT Pemda Bumi Sebalo ke 12. Hal ini bukan tanpa alasan, dengan jadwal padat kegiatan olahraga disegala cabag olahraga, spesialnya menjadi tuan rumah Kejurda Grasstrack Seri ke II 2011 se-Kalbar pada 30 April-1 Mei di Sirkuit Angkasa Bengkayang.
Johanes A Dopong, Ketua Harian KONI Bengkayang mengatakan, dalam memperingati HUT Pemda Bumi Sebalo ke 12, Team Otomotif Bengkayang (TOB) menjadi tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grasstrack Seri ke II 2011 se-Kalbar pada 30 April-1 Mei di Sirkuit Angkasa Bengkayang.
“Kejurda ini bertujuan untuk menyalurkan bakat dan minat para koser yang ada di Kalbar, mengembangkan existensi olahraga otomotif di Bumi Sebalo, dan melaksanakan jadwal yang telah ditetapkan oleh pengprov,” terang Dopong yang juga Ketua TOB di temui di Jala Sanggau ledo, Sabtu (2/4).
Dopong menjelaskan, Bengkayang menjadi tuan rumah Kejurda Gasstrack seri ke II berdasarkan rapat kerja nasional IMI No. 005/IMI/Rakernas/X/2010 pada 28/10 2010 tentang penetapan peraturan organsiasi IMI. Selain itu, hasil kerja darah IMI 2010 dengan nomor 04/IMI-KB/Rakerprov/XII/2010 tentang kalender olahraga IMI 2011.
“Kegiatan gasstrack seri ke II di bagi tiga kelas, yakni kelas kejurda, open, dan exebishi. Untuk kelas exebishi yang dipertandingkan ialah sport trail. Kelas open ialah bebek standart pemula dan campuran open. Sedangkan kelas kejurda adalah bebek standar pemula dan 1110 cc 2 tak modifikasi, bebek sampai dengan 130 cc 4 tak modifikas junior, modifikas open, dan campuran open,” jelas Dopong.
Dopong mengungkapkan, sebenarnya tuan rumah gasstrack seri ke II ialah Kabupaten Kayong Utara, berhubung ada yang menghambat, korwil prov pindahkan kegiatan tersebut ke Bengkayang. Dan para pecinta otomotif di Bumi Sebalo menyambut dengan antusias.
Tedi, Seksi Usaha Dana TOB mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya telah mengajukan proposal kepada sejumlah sponsor. Karena kegiatan ini tidak akan berhasil apabila tidak di dukung oleh sponsor dan dana yang memadai.
“Sampai saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang berminat menjadi sponsor Kejurda Grasstrack Seri ke II Kalbar, namun belum final apakah mereka akan menjadi sponsor atau tidak,” aku Tedi yang juga Agen Harian Equator Biro Bengkayang, ini. (cah)
Buang Kepala SKPD Kabupaten Bengkayang Penyumbang Disclemer
BENGKAYANG. Pengambil kebijakan daerah ini bukan hanya mengganti SKPD pengelolaan keuangan dan asset daerah namun seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD)di lingkungan Pemda Bumi Sebalo yang terindikasi penyumbang temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. kinerja kepala SKPD-nya perlu dipertanyakan dan harus diganti, jangan lagi dipertahankan.
Ketua Lintas Organisasi Pengawas Pembangunan Kabupaten Bengkayang, Irawan S Sos, Msi mengatakan, berdasarkan LHP (BPK-RI) APBD Kabupaten Bengkayang tahun 2009 memberikan opini disclaimer, hal ini semestinya menjadi perhatian serius bagi kepala daerah untuk memberikan penyegaran bagi SKPD pengelolaan keuangan dan aset daerah hal ini tentunya untuk membantu memperbaiki sistim pengelolaan keuangan daerah beranjak dari predikat disclemer.
“Karena diketahui beberapa tahun berturut-turut selalu menjadi temuan BPK, jelas kinerja kepala SKPD-nya perlu dipertanyakan dan harus diganti, jangan lagi dipertahankan,” jelas irawan ditemui di jalan Jerendeng AR Bengkayang, belum lama ini.
Pergeseran SKPD di lingkungan pemda baru-baru ini, irawan meyakini belum tentu dapat memberikan pengaruh perbaikan, sepanjang pengelolaan keuangan daerah ini masih di pegang orang lama. Untuk itu, pengambil kebijakan daerah ini mengganti kepala SKPD-nya karena ini demi kepentingan masyarakat dan kelangsungan hasil pemekaran otonomi daerah.
“Ada dua masalah utama yang menyebabkan pelaporan keuangan daerah masih buruk yakni sumber daya manusia yang menangani pengelolaan keuangan daerah di sebagian besar pemerintahan daerah tidak ditangani oleh tenaga profesional. kedua, pencatatan aset daerah masih kurang diperhatikan pemerintah daerah,” ulas pria berambut cepakd an berkulit sawo matang ini.
Ia merincikan, salah satu penyebab rusaknya neraca daerah adalah akibat aset-aset yang tak dicatat dengan baik. Berdasarkan BPK RI Perwakilan Provinsi Kalbar dimana Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bengkayang TA 2009 mendapat opini Disclaimer (Tidak Menyatakan Pendapat). Laporan Keuangan tidak dapat diperiksa sesuai dengan standar pemeriksaan dan pemeriksa tidak dapat memberikan keyakinan bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.
Selain itu, ditemukan dalam pelaksanaan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang mengakibatkan tingkat keandalan informasi dalam laporan keuangan menjadi rendah antara lain saldo persediaan per 31 Desember 2009 sebesar Rp4.866.388.453,00 belum disajikan sesuai dengan hasil stock opname seperti yang dipersyaratkan dalam Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Saldo awal Aset Tetap pada Neraca Pemerintah Kabupaten Bengkayang per 31 Desember 2009 tidak sama dengan saldo akhir aset tetap per 31 Desember 2008, aset tetap tanah senilai Rp68.849.018.268,00 belum dapat diyakini kewajarannya dan tanah milik pemda Bengkayang belum minimal seluas 3.007.554 m2 belum bersertifikat.
Kemudian, terdapat penghapusan kendaraan senilai Rp355.000.000,00 yang belum disajikan sebagai pengurang nilai akun aset tetap peralatan dan mesin, pengadaan meubelair sebesar Rp1.521.676.000,00 pada Dinas Pendidikan. Diklasifikasikan tidak tepat menjadi gedung dan bangunan serta aset peralatan dan mesin pada Dinas Pertanian minimal sebesar Rp841.612.500,00 tidak tercatat dalam neraca. Di tambah aset jalan, irigasi dan jaringan minimal senilai Rp3.862.948.000,00 pada Dinas Pertanian belum dicatat. Parahnya, penyajian SILPA TA 2009 sebesar Rp84.020.328.247,38 tidak andal. Belum lagi belanja jasa konsultansi senilai Rp2.120.443.271,73 tidak sesuai ketentuan dan diantaranya sebesar Rp149.297.500,00 tidak didukung bukti pertanggungjawaban yang memadai.
Juga pembayaran ganti rugi pengadaan TA 2009 tidak didukung bukti yang memadai senilai Rp6.434.118.000,00 dan terdapat pemotongan dana senilai Rp350.796.000,00 serta terdapat transaksi untuk kepentingan pribadi senilai Rp167.500.000,00. Penggunaan dana Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Pendidikan sebesar Rp1.689.500.897,00 belum dipertanggungjawabkan secara memadai.(cah)
Selasa, 29 Maret 2011
Lembaga Desa Agen Pembangunan
BENGKAYANG. Walau sudah 11 tahun Bengkayang menjadi kabupaten, namun masih banyak daerah yang ada di Bumi Sebalo tergolong tertinggal. Untuk tingkat kecamatan saja ada dua yang masih terisolir, yakni Siding dan Suti Semarang. Kelembagaan di desa diharapkan sebagai agen pembangunan di desa.
Ir Fachman, Asisten Deputi Urusan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Lokal Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal mengatakan, kedatangannya ke Kabupaten Bengkayang untuk melakukan rapat koordiansi Penguatan Kapasitas Kelembagaan Lokal di Bumi Sebalo.
“Tujuannya ialah untuk mengetahui permasalahan-permasalahan lembaga local pada masing-masing daerah yang ada di Kabupaten Bengkayang,” terang Fachman di temui Equator di Kantor Bupati Bengkayang, Selasa (29/3).
Fachman menjelaskan, sampai saat ini masih belum diketahui apa permasalahan yang ada. Oleh karena itu, kami ingin mengetahui permasalahan kelembagaan local terutama di tingkat desa. Sehingga kedepannya, dapat memanfaatkan kelembagaan yang ada di sana.
“Kelembagaan yang dapat dimanfaatkan di tingkat desa seperti organisasi kepemudaan, karang taruna dan organsiasi lainnya yang ada. Dengan harapan mereka sebagai agen pembangunan di desa,” jelas Fachman.
Kementerian PDT hanya melakukan tugas menyiapkan koordiansi dan fasilitasi saja. Koordiansi perencanaan-perencanaan yang ada di Kabupaten Bengkayang terutama menyangkut infrastruktur, kesehatan dan lintas sector lainnya.
Ada lima factor terjadinya criteria ketertinggalan di suatu daerah yakni mengenai SDM, SDA, infrastruktur, ekonomi, dan rawan konflik. Dengan seringnya konflik di suatu daerah, menjadi kendala dalam hal pembangunan daerah tersebut yang pada akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengatakan, Keterbatasan sarana dan prasarana transportasi terutama jalan dan jembatan merupakan salah satu isu utama yang menjadi prioritas dalam penyusunan APBD.
“Kabupaten Bengkayang masih memiliki dua kecamatan yang masih belum bisa diakses menggunakan kendaraan roda empat yaitu Kecamatan Siding dan Suti Semarang. Untuk menjawab masalah tersebut, pada tahun anggaran 2011 telah memberikan alokasi anggaran yang memadai dalam rangka pembukaan jalan guna membuka keterisoliran dua Kecamatan tersebut,” beber Gidot ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Gidot melanjutkan, kebijakan nasional menempatkan isu pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu isu strategis. Untuk pembangunan fisik sekolah dalam bentuk bantuan Block Grant, maupun bantuan biaya operasional sekolah (BOS) diwadahi melalui APBD yang dikelola langsung unit pengguna dalam hal ini sekolah.
Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, Maksar Alex SE mengungkapkan, apabila ada gangguan keamanan yang terjadi di suatu wilayah, yang dirugikan ialah masyarakat itu sendiri. Masyarakat tidak aka tenang untuk berusaha di segala bidang.
“Beberapa bulan lalu, dikarenakan isu yang menyesatkan ditengah-tengah masyarakat, sehingga banyak warga yang melakukan ronda malam, saya ditahan di Samalantan saat ingin pulang ke Bengkayang dari Singkawang,” keluh Alex, belum lama ini.
Legislator Dapil I ini mengungkapkan, apabila suatu daerah terjadi konflik atau terjadinya ganggunan keamanan, roda perekonomian ikut terganggu. Petani tidak dapat mengerjakan lahannya, pedagang tidak ada pemasukan karena tidak ada masyarakat yang belanja.
Bukan hanya itu saja, orang dari luar Kabupaten Bengkayang menjadi takut untuk berkunjung ke Bumi Sebalo. Karena factor rawan konflik snagat ditakuti oleh investor yang ingin menanamkan modal. (cah)
Lembaga Desa Agen Pembangunan
BENGKAYANG. Walau sudah 11 tahun Bengkayang menjadi kabupaten, namun masih banyak daerah yang ada di Bumi Sebalo tergolong tertinggal. Untuk tingkat kecamatan saja ada dua yang masih terisolir, yakni Siding dan Suti Semarang. Kelembagaan di desa diharapkan sebagai agen pembangunan di desa.
Ir Fachman, Asisten Deputi Urusan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Lokal Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal mengatakan, kedatangannya ke Kabupaten Bengkayang untuk melakukan rapat koordiansi Penguatan Kapasitas Kelembagaan Lokal di Bumi Sebalo.
“Tujuannya ialah untuk mengetahui permasalahan-permasalahan lembaga local pada masing-masing daerah yang ada di Kabupaten Bengkayang,” terang Fachman di temui Equator di Kantor Bupati Bengkayang, Selasa (29/3).
Fachman menjelaskan, sampai saat ini masih belum diketahui apa permasalahan yang ada. Oleh karena itu, kami ingin mengetahui permasalahan kelembagaan local terutama di tingkat desa. Sehingga kedepannya, dapat memanfaatkan kelembagaan yang ada di sana.
“Kelembagaan yang dapat dimanfaatkan di tingkat desa seperti organisasi kepemudaan, karang taruna dan organsiasi lainnya yang ada. Dengan harapan mereka sebagai agen pembangunan di desa,” jelas Fachman.
Kementerian PDT hanya melakukan tugas menyiapkan koordiansi dan fasilitasi saja. Koordiansi perencanaan-perencanaan yang ada di Kabupaten Bengkayang terutama menyangkut infrastruktur, kesehatan dan lintas sector lainnya.
Ada lima factor terjadinya criteria ketertinggalan di suatu daerah yakni mengenai SDM, SDA, infrastruktur, ekonomi, dan rawan konflik. Dengan seringnya konflik di suatu daerah, menjadi kendala dalam hal pembangunan daerah tersebut yang pada akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengatakan, Keterbatasan sarana dan prasarana transportasi terutama jalan dan jembatan merupakan salah satu isu utama yang menjadi prioritas dalam penyusunan APBD.
“Kabupaten Bengkayang masih memiliki dua kecamatan yang masih belum bisa diakses menggunakan kendaraan roda empat yaitu Kecamatan Siding dan Suti Semarang. Untuk menjawab masalah tersebut, pada tahun anggaran 2011 telah memberikan alokasi anggaran yang memadai dalam rangka pembukaan jalan guna membuka keterisoliran dua Kecamatan tersebut,” beber Gidot ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Gidot melanjutkan, kebijakan nasional menempatkan isu pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu isu strategis. Untuk pembangunan fisik sekolah dalam bentuk bantuan Block Grant, maupun bantuan biaya operasional sekolah (BOS) diwadahi melalui APBD yang dikelola langsung unit pengguna dalam hal ini sekolah.
Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, Maksar Alex SE mengungkapkan, apabila ada gangguan keamanan yang terjadi di suatu wilayah, yang dirugikan ialah masyarakat itu sendiri. Masyarakat tidak aka tenang untuk berusaha di segala bidang.
“Beberapa bulan lalu, dikarenakan isu yang menyesatkan ditengah-tengah masyarakat, sehingga banyak warga yang melakukan ronda malam, saya ditahan di Samalantan saat ingin pulang ke Bengkayang dari Singkawang,” keluh Alex, belum lama ini.
Legislator Dapil I ini mengungkapkan, apabila suatu daerah terjadi konflik atau terjadinya ganggunan keamanan, roda perekonomian ikut terganggu. Petani tidak dapat mengerjakan lahannya, pedagang tidak ada pemasukan karena tidak ada masyarakat yang belanja.
Bukan hanya itu saja, orang dari luar Kabupaten Bengkayang menjadi takut untuk berkunjung ke Bumi Sebalo. Karena factor rawan konflik snagat ditakuti oleh investor yang ingin menanamkan modal. (cah)
Senin, 21 Maret 2011
Mobil Kadis Pertanian Bengkayang Terjebak 30 Menit di Tebuah Marong
Bengkayang. Saat launcing pengerjaan jalan Ledo-Subah-Sambas, yang dipusatkan di Kecamatan Subah, memiliki cerita tersendiri. Banyak mobil para rombongan termasuk mobil Kadis Pertanian Bengkayang terjebak dan terpetak di Desa Tebuah Marong selama 30 menit.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang, Petrus Diaz mengatakan, jalan Ledo-Subah sangat memprihatinkan sekali. Banyak lubang-lubang besar yang menguras tenaga saat melintas. Hal ini di anggap wajar, karena beberapa waktu lalu saat ia mengikuti rombongan bersama Gubernur Kalbar ke Kecamatan Subah, mobil dinasnya tidak dapat dengan mulus melewati kubangan lumpur.
“Saat di Desa Tebuah Marong Kecamatan Ledo, mobil saya terpetak selama 30 menit, karena tidak bisa melewati kubangan lumpur yang licin dan berlubang. Akhirnya saya meminta bantuan pada teman dari Propinsi untuk menarik mobil saya, baru dapat lolos dari jebakan tersebut,” keluh Diaz ditemui Equator saat di Tebuah Marong, belum lama ini.
Diaz menjelaskan, ia bersama rombongan launcing peresmian pengerjaan proyek multi years di Kecamatan Subah, berangkat dari Bengkayang pukul 10.00. Berhubung banyaknya jalan yang berlubang besar dan licin dipenuhi lumpur, mobil yang ia tumpangi tidak dapat melintas yang pada akhirnya ia bersama beberapa temannyanya satu buah mobil terlambat beberapa jam dan terpisah dengan rombongan daro Gubernur Kalbar dan bUpati Bengkayang serta Ketua DPRD Bengkayang.
“Berhubung mobil dinas yang saya tumpangi baru dapat melintasi kubangan lumpur di Desa Tebuah Marong, tiga buah mobil Avanza milik para camat yang ada di Kabupaten Bengkayang teaptnya dibelakang kendaraan kami di suruh kembali,” terangnya.
Krisantus S Sos, salah satu wartawan media cetak local saat ditemui awak Koran ini mengungkapkan, jalan Ledo-Subah sangat parah sekali rusaknya. Ia sebentar-bentar mengeluh dengan kondisi jalan yang amat memprihatinkan ini.
“ Ada beberapa mobil kepala dinas, baik itu dari Pemda Bengkayang maupun Pemprov yang terpetak. Saya saja saat melintasi jalan menggunakan kendaraan roda dua harus berjibaku dengan lubang dan lumpur, ditambah jalan yang licin di penuhi dengan tanah karena aspal tidak tampak lagi,” ungkap krisantus.
P Oton S, Pol PP Kalbar mengungkapkan, dirinya harus membantu mobil para kepala dinas terutama KB 26 merah. Terpetak tidak dapat melintas karena kondisi jalan yang hancur sehingga meminta bantuan dengan alat berat umtuk menariknya dari jebakan. (cah)
Gubernur Kalbar Pinta Camat Pro Aktif
Cornelis: Perusahaan perkebunan kelapa sawit tak mau pohon sawit ditebang, kita kirim surat ke mendagri cabut HGUnya
SAMBAS. Peluncuran pekerjaan peningkatan jalan Sambas-Subah-Ledo dan Peningkatan jalan Sanggau Ledo-Seluas-Batas Serawak dipusatkan di Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Temanya ialah perjuangan dan semangat kerja untuk kesejahteraan dan kemakmuran Kalimantan Barat. Gubernur pinta camat pro aktif memecahkan masalah yang timbul saat pengerjaan jalan.
Drs Cornelis MH, Gubernur Kalbar mengatakan, tiga tahun lalu ia berjanji kepada masyarakat Kecamatan Subah Kabupaten Sambas untuk membangun jalan Ledo-Subah-Sambas, namun 2011 ini baru terealisaskan.
“Saya mohon dengan hormat dan kerendahan hati kepada masyarakat dimana pohon-pohon yang di ditepi jalan di iklaskan untuk ditebang. Supaya jalan yang dibangun ini bagus dan bertahan dengan lama. Apabila nantinya jalan ini bagus, dapat mengangkut hasil pertanian ke Malaysia gampang, ke Sambas dan Bengkayang juga gampang,” harap Mantan Bupati Landak ini kepada Equator di Subah, Minggu (20/3).
Cornelis menjelaskan, selain itu di bidang pendidikan, para guru dapat dengan tepat waktu datang untuk mengajar menggunakan motor, begitu juga dengan mantri dan dokter. Ketua DAD Kalbar ini juga mengungkapkan, kegunaan lain dengan jalan ini dibangun, orang luar negeri dapat datang ke Subah untuk melihat potensi wisata yang ada.
“Tanaman sawit dari perusahaan perkebunan sawit disekitar jalan propinsi dari Ledo-Subah-Sambas yang berada di tepi jalan harus ditebang karena untuk pelebaran badan jalan. Apabila mereka tidak mau menebang pohon sawit, Bupati Bengkayang atau Sambas laporkan kepada saya, saya akan kirimkan surat kepada Menteri Dalam Negeri untuk mencabut HGU perusahaan tersebut,” tegas Cornelis.
Namun, Cornelius yakin, perusahaan perekbunan kelapa sawit dimana pohon sawitnya mau di tebang. Karena akan berdampak positif kepada mereka sendiri. Tanda kelapa sawit akan mudah diangkut ke pabrik.
Untuk tahan lama jalan propinsi ini, tolong di jaga drainase da memangkas pohon di tepi jalan. Ia meminta kepada masyarakat, dimana untuk membuat drainase jalan, kebun dan rumah yang terkena harus di iklaskan. Lakukan musyawarah untuk mufakat dari RT, RW, Desa sampai ke tingkat kecamatan.
“Camat harus pro aktif dalam masalah ini. Seperti Pance Pondang mengatakan Ku Cari Jalan Terbaik. Apabila ada anggaran untuk memotong pohon, biaya tersebut diberikan kepada pemiliknya pasti beres, jangan uang tersebut dimakan sendiri sehingga menimbulkan konflik,” sarannya.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengungkapkan, waktu ia masuk SMP jalan ini baru mau dibuka. Dan saat ia menjadi bupati, jalan ini baru mau di perbaiki. Pantas dan bersyukur kita kepada Cornelis karena selama ia menjadi Gubernur Kalbar, daerah kita diperhatikan.
Oleh karena itu, kita harus tetap mendukung program kerja Gubernur Kalbar untuk kesejahteraan rakyat.Pemda Bengkayang mengucapkan terima kasih kepada gubernur karena telah membuka dan merealisasikan perbaikan jalan propinsi yang selama ini belum pernah diperbaiki.
“Ketertinggalan daerah dan banyaknya angka kemiskinan factor utamanya ialah poros-poros jalan banyak belum dibuka. Pemda Bengkayang untuk tahun ke depan berkonsentrasi pembangunan jalan dan jembatan untuk kemajuan daerah kita. Makanya RPJM kami diselaraskan dengan RPJM Propinsi dan pusat,” terang Gidot di Subah, kemarin.
Gidot meminta kepada masyarakat Kecamatan Ledo, mengiklaskan tanah untuk mendukung pembagunan jalan propinsi. Ini demi kemajuan kita bersama. Oleh karena itulah kita berikan wujud nyata untuk kemajuan daerah ini dengan partisipasi tersebut. Supaya wilayah kita lebih maju dan berkembang.
Plt Sekretaris Daerah kabupaten Sambas menyebutkan, Pemda Sambas meminta maaf kepada Gubernur Kalbar dan rombongan karena BUpati Sambas tidak dapat hadir karena ibunda Bupati Sambas sedang sakit keras. Pemkab Sambas berterima kasih kepada gubernur Kalbar karena telah lama menunggu jalan propinsi ini dibangun. Perlu diketahui, Kecamatan Subah dijuluki Susah Berubah.
“Dengan terealisasikannya perbaikan jalan propinsi ini, bukan hanya jalan saja semakin bagus tetapi dibidang lain baik itu pendidikan, kesehatan dan lainnya semakin meningkat dan berkembang,” harapnya.
Perlu diketahui, jalan propinsi ini dahulunya sempat di usulkan untuk di perbaiki oleh Kabupaten Sambas, ini membuat pusing Pemda Sambas waktu itu. Namun kini kami beryukur, karena jalan ini di perbaiki menggunakan APBD Kalbar dan dengan kesigapan gubernur Kalbar peraikan jalan ini dapat terealsiasikan.
Jakius Sinyor, Kepala Dinas PU Kalbar menerangkan, ruas jalan Sambas-Subah-Ledo dan Sanggau Ledo-Seluas-Jagoi sangat prioritas untuk ditangani dengan pertimbangan kondisi ruas-ruas jalan tersebut sangat memprihatinkan, sehingga kelancaran angkutan barang/orang sangat terganggu.
“Sepanjang ruas jalan tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup baik,sehingga perlu di dukung dengan prasarana jalan yang relative baik. Dans secara geografis sangat startegis. Karena merupakan jalan akses menuju perbatasan dan mendukung rencana akan difungsikannya Pos Lintas batas Jagoi Babang,” beber Sinyor.
Perlu diketahui, pekerjaan penaganan jalan tersebut dibagi dalam tiga paket. Yakni paket peningkatan jalan Sambas-Subah-Ledo I dengan target efektif 29,50 kilometer dengan nilai kontrak Rp 59,939 milyar dan waktu pengerjaannya 730 hari kalender yang dikerjakan oleh PT Lince Romauli Raya.
Paket peningkatan jalan Sambas-Subah Ledo II sepanjang 29,70 kilometer dengan nilai kontrak 59,565 milyar, waktu pengerjaannya 750 hari kalender yang dikerjakan oleh PT Tamako Raya Perdana jo PT Usaha Inti Sejahtera.
Paket peningkatan Jalan Sanggau Ledo-Seluas-Jagoi Babang (Batas Serawak) target efektif sepanjang 29, 20 kilometer dan fungsional sepanjang 18, 80 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp 29,363 milyar dalam waktu pengerjaannya 600 hari kalender yang dikerjakan oleh PT Nugroho Lestari.
“Ke depan, apabila PPLB Jagoi Babang sudah berfungsi ruas-ruas jalan tersebut termasuk ruas jalan Anjungan-Karangan-Simpang Tiga-Bengkayang-Sanggau Ledo akan diusulkan menjadi status jalan nasional dari pada saat ini status jalan provinsi,” ungkap Sinyor. (cah)
Gubernur Kalbar Pinta Camat Pro Aktif
Cornelis: Perusahaan perkebunan kelapa sawit tak mau pohon sawit ditebang, kita kirim surat ke mendagri cabut HGUnya
SAMBAS. Peluncuran pekerjaan peningkatan jalan Sambas-Subah-Ledo dan Peningkatan jalan Sanggau Ledo-Seluas-Batas Serawak dipusatkan di Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Temanya ialah perjuangan dan semangat kerja untuk kesejahteraan dan kemakmuran Kalimantan Barat. Gubernur pinta camat pro aktif memecahkan masalah yang timbul saat pengerjaan jalan.
Drs Cornelis MH, Gubernur Kalbar mengatakan, tiga tahun lalu ia berjanji kepada masyarakat Kecamatan Subah Kabupaten Sambas untuk membangun jalan Ledo-Subah-Sambas, namun 2011 ini baru terealisaskan.
“Saya mohon dengan hormat dan kerendahan hati kepada masyarakat dimana pohon-pohon yang di ditepi jalan di iklaskan untuk ditebang. Supaya jalan yang dibangun ini bagus dan bertahan dengan lama. Apabila nantinya jalan ini bagus, dapat mengangkut hasil pertanian ke Malaysia gampang, ke Sambas dan Bengkayang juga gampang,” harap Mantan Bupati Landak ini kepada Equator di Subah, Minggu (20/3).
Cornelis menjelaskan, selain itu di bidang pendidikan, para guru dapat dengan tepat waktu datang untuk mengajar menggunakan motor, begitu juga dengan mantri dan dokter. Ketua DAD Kalbar ini juga mengungkapkan, kegunaan lain dengan jalan ini dibangun, orang luar negeri dapat datang ke Subah untuk melihat potensi wisata yang ada.
“Tanaman sawit dari perusahaan perkebunan sawit disekitar jalan propinsi dari Ledo-Subah-Sambas yang berada di tepi jalan harus ditebang karena untuk pelebaran badan jalan. Apabila mereka tidak mau menebang pohon sawit, Bupati Bengkayang atau Sambas laporkan kepada saya, saya akan kirimkan surat kepada Menteri Dalam Negeri untuk mencabut HGU perusahaan tersebut,” tegas Cornelis.
Namun, Cornelius yakin, perusahaan perekbunan kelapa sawit dimana pohon sawitnya mau di tebang. Karena akan berdampak positif kepada mereka sendiri. Tanda kelapa sawit akan mudah diangkut ke pabrik.
Untuk tahan lama jalan propinsi ini, tolong di jaga drainase da memangkas pohon di tepi jalan. Ia meminta kepada masyarakat, dimana untuk membuat drainase jalan, kebun dan rumah yang terkena harus di iklaskan. Lakukan musyawarah untuk mufakat dari RT, RW, Desa sampai ke tingkat kecamatan.
“Camat harus pro aktif dalam masalah ini. Seperti Pance Pondang mengatakan Ku Cari Jalan Terbaik. Apabila ada anggaran untuk memotong pohon, biaya tersebut diberikan kepada pemiliknya pasti beres, jangan uang tersebut dimakan sendiri sehingga menimbulkan konflik,” sarannya.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengungkapkan, waktu ia masuk SMP jalan ini baru mau dibuka. Dan saat ia menjadi bupati, jalan ini baru mau di perbaiki. Pantas dan bersyukur kita kepada Cornelis karena selama ia menjadi Gubernur Kalbar, daerah kita diperhatikan.
Oleh karena itu, kita harus tetap mendukung program kerja Gubernur Kalbar untuk kesejahteraan rakyat.Pemda Bengkayang mengucapkan terima kasih kepada gubernur karena telah membuka dan merealisasikan perbaikan jalan propinsi yang selama ini belum pernah diperbaiki.
“Ketertinggalan daerah dan banyaknya angka kemiskinan factor utamanya ialah poros-poros jalan banyak belum dibuka. Pemda Bengkayang untuk tahun ke depan berkonsentrasi pembangunan jalan dan jembatan untuk kemajuan daerah kita. Makanya RPJM kami diselaraskan dengan RPJM Propinsi dan pusat,” terang Gidot di Subah, kemarin.
Gidot meminta kepada masyarakat Kecamatan Ledo, mengiklaskan tanah untuk mendukung pembagunan jalan propinsi. Ini demi kemajuan kita bersama. Oleh karena itulah kita berikan wujud nyata untuk kemajuan daerah ini dengan partisipasi tersebut. Supaya wilayah kita lebih maju dan berkembang.
Plt Sekretaris Daerah kabupaten Sambas menyebutkan, Pemda Sambas meminta maaf kepada Gubernur Kalbar dan rombongan karena BUpati Sambas tidak dapat hadir karena ibunda Bupati Sambas sedang sakit keras. Pemkab Sambas berterima kasih kepada gubernur Kalbar karena telah lama menunggu jalan propinsi ini dibangun. Perlu diketahui, Kecamatan Subah dijuluki Susah Berubah.
“Dengan terealisasikannya perbaikan jalan propinsi ini, bukan hanya jalan saja semakin bagus tetapi dibidang lain baik itu pendidikan, kesehatan dan lainnya semakin meningkat dan berkembang,” harapnya.
Perlu diketahui, jalan propinsi ini dahulunya sempat di usulkan untuk di perbaiki oleh Kabupaten Sambas, ini membuat pusing Pemda Sambas waktu itu. Namun kini kami beryukur, karena jalan ini di perbaiki menggunakan APBD Kalbar dan dengan kesigapan gubernur Kalbar peraikan jalan ini dapat terealsiasikan.
Jakius Sinyor, Kepala Dinas PU Kalbar menerangkan, ruas jalan Sambas-Subah-Ledo dan Sanggau Ledo-Seluas-Jagoi sangat prioritas untuk ditangani dengan pertimbangan kondisi ruas-ruas jalan tersebut sangat memprihatinkan, sehingga kelancaran angkutan barang/orang sangat terganggu.
“Sepanjang ruas jalan tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup baik,sehingga perlu di dukung dengan prasarana jalan yang relative baik. Dans secara geografis sangat startegis. Karena merupakan jalan akses menuju perbatasan dan mendukung rencana akan difungsikannya Pos Lintas batas Jagoi Babang,” beber Sinyor.
Perlu diketahui, pekerjaan penaganan jalan tersebut dibagi dalam tiga paket. Yakni paket peningkatan jalan Sambas-Subah-Ledo I dengan target efektif 29,50 kilometer dengan nilai kontrak Rp 59,939 milyar dan waktu pengerjaannya 730 hari kalender yang dikerjakan oleh PT Lince Romauli Raya.
Paket peningkatan jalan Sambas-Subah Ledo II sepanjang 29,70 kilometer dengan nilai kontrak 59,565 milyar, waktu pengerjaannya 750 hari kalender yang dikerjakan oleh PT Tamako Raya Perdana jo PT Usaha Inti Sejahtera.
Paket peningkatan Jalan Sanggau Ledo-Seluas-Jagoi Babang (Batas Serawak) target efektif sepanjang 29, 20 kilometer dan fungsional sepanjang 18, 80 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp 29,363 milyar dalam waktu pengerjaannya 600 hari kalender yang dikerjakan oleh PT Nugroho Lestari.
“Ke depan, apabila PPLB Jagoi Babang sudah berfungsi ruas-ruas jalan tersebut termasuk ruas jalan Anjungan-Karangan-Simpang Tiga-Bengkayang-Sanggau Ledo akan diusulkan menjadi status jalan nasional dari pada saat ini status jalan provinsi,” ungkap Sinyor. (cah)
Jumat, 18 Maret 2011
Laporkan Oknum Anggota Kepolisian Yang Memeras Rakyat
BENGKAYANG. Masyarakat Kabupaten Bengkayang masih banyak yang buta hukum, sehingga dengan mudah dip eras oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Nimitch mengajak seluruh elemen warga Bumi sebalo untuk melaporkan oknum anggotanya apabila melakukan pemerasan.
Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch SIK mengatakan, apabila ada jajarannya melakukan pemerasan kepada masyarakat segera laporkan segera ke Mapolres Bumi Sebalo. Dan ia akan menindak tegas bawahannya yang melakukan hal tersebut.
“Selama ini masyarakat tidak pernah atau tidak berani melaporkan oknum anggota kepolisian yang memeras masyarakat Bumi Sebalo. Apabila ada oknum polisi yang melakukan pemerasan, segera laporkan kepada kami,” ajak Nimitch kepada Equator ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Nimitch menjelaskan, pemerasan merupakan salah satu tindak kejahatan yang tidak boleh ditolerir. Oleh karena itu, ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Bumi Sebalo untuk melaporkan apabila ada oknum polisi di Kabupaten Bengkayang yang melakukan hal demikian.
Nimitch melajutkan, bagi masyarakat yang menjadi korban pemerasan oleh oknum kepolisian jangan takut untuk melaporkan kepadanya. Apalagi sekarang ada bagian provos untukmenindak tegas aparat kepolisia yang tidak disiplin dan melanggar aturan perundang-undangan.
Sesuai UU No. 22/2002, Polri tunduk pada pengadilan umum apabila pidana. Sedangkan yang tidak pidana akan diselesaikan dengan tiga cara yakni disiplin, kode etik, dan tindak disiplin. Apabila lebih dari tiga bulan di pidana, akan diajukan kepada Kmisi Kode Etik (KKE) Polres Bengkayang.
Sementara itu, Y. Sitolin Ketua Komisi A DPRD Bengkayang mengungkapkan, selama ini masyarakat tidak pernah menyampaikan adanya pemerasan yang dilakukan oleh oknum polisi maupun pihak lain yang merugikan warga.
“Seharusnya, apabila ada oknum tertentu yang melakukan pemerasan kepada masyarakat, segera laporkan atau buat pengaduan kepada DPRD Bengkayang dengan datang langsung ke kantor wakil rakyat, dengan senang hati kami akan menerima mereka dan akan memanggil atasan oknum yang melakukan pemerasan kepada masyarakat,” harap Legislator dari Dapil Bengkayang I diruang kerjanya.
Anggota Dewan dari Partai Hanura ini tidak mau masyarakat Bumi Sebalo yang banyak tidak mengerti hukum sewenan-wena diberlakukan tidak adil oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Karena ini akan merugikan warga itu sendiri.ngi surat ijin yang re
Oleh karena itu, ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Bumi Sebalo, dalam melakukan usaha harus mengantongi ijin yang resmi sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Jangan melakukan atau menjalani usaha yang illegal, karena akan berdampak negative kepada diri sendiri. (cah)
Tingkat Kemiskinan Kabupaten Bengkayang Cukup Tinggi
BENGKAYANG. Untuk laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkayang yang dihitung berdasarkan harga konstan selama kurun waktu lima tahun terakhir yakni tahun 2005-2009 laju pertumbuhan ekonomi berada diatas 4,5 persen. Untuk tingkat kemiskinan masih cukup tinggi yakni 9,41persen yang disertai dengan tingkat pengangguran terbuka 4,17persen pada tahun 2008.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengatakan, bidang keuangan daerah Pemda Bumi Sebalo masih menerapkan anggaran defisit dalam nuansa berimbang bukan defisit murni dalam penyusunan APBD.
“Peningkatan Defisit Anggaran beberapa tahun lalu disebabkan adanya beberapa kegiatan terutama yang bersifat fisik yang tidak dapat diselesaikan hingga berahkir tahun anggaran. Kondisi ini berdampak pada tidak terserapnya anggaran yang dialokasikan dalam APBD sehingga membentuk sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya ( SILPA ),” papar Gidot kepada Equator diruang kerjanya, belum lama ini.
Gidot menjelaskan, SILPA inilah yang menjadi penyeimbang dan pertimbangan dalam menetapkan defisit anggaran dalam struktur anggaran yang defisit tahun berikutnya. Keterbatasan sarana dan prasarana transportasi terutama jalan dan jembatan merupakan salah satu isu utama yang menjadi prioritas dalam penyusunan APBD.
“Kabupaten Bengkayang masih memiliki dua kecamatan yang masih belum bisa diakses menggunakan kendaraan roda empat yaitu Kecamatan Siding dan Suti Semarang. Untuk menjawab masalah tersebut, pada tahun anggaran 2011 telah memberikan alokasi anggaran yang memadai dalam rangka pembukaan jalan guna membuka keterisoliran dua Kecamatan tersebut,” beber Gidot.
Gidot melanjutkan, kebijakan nasional menempatkan isu pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu isu strategis. Untuk pembangunan fisik sekolah dalam bentuk bantuan Block Grant, maupun bantuan biaya operasional sekolah (BOS) diwadahi melalui APBD yang dikelola langsung unit pengguna dalam hal ini sekolah.
Pada tahun 2007 angka harapan hidup masyarakat Bumi Sebalo yaitu 68,4 persen per tahun dan tahun 2008 menjadi 68,57 persen pertahun atau mengalami kenaikan sebanyak 0,17 persen pertahun. Ini berarti bahwa tingkat kualitas hidup masyarakat kita dari tahun ketahun mengalami perubahan yang positif dan menuju kearah yang lebih baik.
Sedangkan untuk angka kematian ibu melahirkan masih sangat tinggi untuk tahun 2011 masih diperkirakan 273 orang per 100.000 kelahiran hidup dan kematian bayi masih tinggi yakni 30 orang per seribu kelahiran hidup. Kondisi ini patut menjadi perhatian dalam rangka merencanakan dan melaksanakan pembangunan daerah ini.
PDRB perkapita kurun waktu Lima Tahun terakhir menunjukan pertumbuhan yang positif. PDRB perkapita berdasarkan harga berlaku pada tahun 2005 sebesar Rp. 6.179.070,60 dan pada tahun 2009 menjadi sebesar Rp. 10.223.478,67 sehingga dalam kurun waktu lima tahun telah terjadi kenaikan PDRB perkapita sebesar Rp. 4.044.408,00 atau 65persen.
Sehingga jika diambil rata - rata dalam kurun waktu lima tahun terakhir pertumbuhan PDRB berkisar sekitar 13 persen tahun. Untuk laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkayang yang dihitung berdasarkan harga konstan selama kurun waktu lima tahun terakhir yakni tahun 2005-2009 laju pertumbuhan ekonomi berada diatas 4,5 persen.
“Untuk tingkat kemiskinan masih cukup tinggi yakni 9,41persen yang disertai dengan tingkat pengangguran terbuka 4,17persen pada tahun 2008,” beber Wakil Bupati Bengkayang Periode 2005-2010 ini. (cah/humas BKY)
Kamis, 17 Maret 2011
Dua WNA Malaysia Pesta Sabu-Sabu Ditangkap Polres Bengkayang
oleh Yopicahyono Kehutananuntan pada 18 Maret 2011 jam 12:14
Azin: Dua orang berhasil ditangkap, sedangkan duanya kabur dan sekarang statusnya TO
Bengkayang. awal 2011 ini Polres Bengkayang berhasil menangkap dua orang warga Negara Malaysia yang sedang melakukan pesta sabu-sabu di wilayah Indonesia. Pada Jumat (4/3) pukul 01.00 melkaukan penyergapan di pondok kebun sahang milik Atong warga Jagoi Babang berjumlah empat orang.
Kapolres Bengkayang, AKBP Mosyan Nimitch SIK melalui AKP Moch Azin Kasat Narkoba Polres Bengkayang mengatakan, Jumat (4/3) lalu pihaknya telah menangkap dua orang WNA (Warga Negara Asing) sedang pesta Narkoba di Kecamatan Jagoi Babang, dan kini keduanya berada di sel tahanan Polres Bengkayang.
“Dua orang tersebut merupakan warga Negara Malaysia yakni Sharley (Perempuan) anak Asen asal Miri Serawak kelahiran 30 Juni 1983 yang beralamat di kampung Serikin No 4 Taman Limbang 94000 Bau Serawak, dan Lim Ham Ming (Laki-laki) anak Lim Chai Hock beralamat Lot 1489 Taman Riverview Bintawa 93450 Kucing kelahiran 16 Mei 1970,” beber Azin ditemui diruang kerjnaya, Kamis (17/3).
Kedua WNA Malaysia tersebut ditangkap saat kami melakukan patroli di daerah perbatasan pada Kamis (3/3) lalu. Keduanya tertangkap berkat informasi dari masyarakat, dimana berdasarkan informasi tersebut ada pesta narkoba di pondok kebun sahang milik Atong warga Jagoi Babang berjumlah empat orang.
Setelah mendapat laporan dari masyarakat, kami langsung mendatangi TKP (Tempat Kejadian Pekara). Dan berhasil menangkap dua orang WNA pria dan wanita pada pukul 01.00 Hari Jumat (4/3), sedangkan kedua teman tersangka kabur dan kini menjadi TO (Target Operasional). Kedua TO yang kabur berjenis kelamin laki-laki.
“Anak-anak Malaysia, apabila mau menggunakan sabu-sabu, datang ke Indonesia terutama di Desa Jagoi Babang. Kami berhasil mengamankan dua kampel atau bungkus kantong plastic sabu-sabu dengan berat bruto 1,4248 gram dan berbentuk metam vitamin. Ini berdasarkan hasil pengujian Balai POM Pontianak,” jelas Azin.
Selain itu, alat-alat untuk sabu-sabu seperti pembungkus kantong plastic, pipet, bong atau kaca putih, korek api, handphone, turut diamankan. Kedua tersangka saat ditangkap tidak ada perlawanan. Kedua TO yang kabur telah diketahui identitasnya.
Azin menjelaskan, kedua tersangka hanya membawa kartu Identitas saja tidak membawa atau memiliki surat ijin keluar masuk Indonesia-Malaysia. Tertangkapnya kedua WNA Malaysia, sampai saat ini masih dalam tahap penyidikan.
“Kita juga meminta bantuan kepada Polis Di Raja Malaysia (PDRM) untuk menangkap kedua TO tersebut,” tegasnya.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal 112 (1) setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).
Pasal 116 ayat 1Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menggunakan Narkotika Golongan I terhadap orang lain atau memberikan Narkotika Golongan I untuk digunakan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
G Gunawan Anggota DPRD Bengkayang mengungkapkan, dirinya selaku wakil rakyat sangat bangga dengan kinerja Polres Bengkayang dalam memberantas Narkotika di Kabupaten ini. Dengan tertangkapnya dua WNA Malaysia ini dapat memberikan efek jera kepada warga Malaysia lainnya yang suka atau gemar memakai Narkoba di Indonesia.
“A Plus kepada Polres Bengkayang karea telah berhasil menangkap pengguna Narkoba jenis sabu-sabu tersebut. Apalagi Jagoi Babang merupakan wilayah perbatasan dan beranda terdepan Indonesia. Pihak kepolisian lebih giat dan aktif lagi melakukan patroli untuk memberantas segala tindak kejahatan dan illegal di daerah perbatasan,” harap Legislator dari Dapil III ini ditemui diruang kerjanya, kemarin.
Pria asal Sebujit Kecamatan Siding ini juga menerangkan, daerah perbatasan rawan akan peredaran narkotika, di tambah belum adanya PPLB disana. Sehingga bebas keluar masuknya baik itu dari warga Indonesia atau Malaysia akan barang haram tersebut. (cah)
Sabtu, 12 Maret 2011
Bupati Bengkayang Berharap GOR Bumi Sebalo Terwujud
BENGKAYANG. Musorkab ke I KONI Bengkayang baru dapat digelar Sabtu (12/3) lalu. Ir Martinus Khiu terpilih menjadi Ketua Umum. Luna dan Gidot berharap dengan kepengurusan baru, KONI dapat mewujudkan GOR di Kabupaten Bengkayang.
Suryadman Gidot SPd Bupati Bengkayang mengatakan, dengan terpilihnya Ir Martinus Khiu sebagai Ketua KONI Kabupaten Bengkayang periode 2011-2015 pada Musorkab ke-I yang diselenggarakan pada Sabtu (12/3) lalu, segera melakukan pembentukan susunan kepengurusan selama seminggu seperti dimandatka oleh pengurus KONI kalbar H Anwar SPd SH MH.
“Saya berharap April kepengurusan KONI Bengkayang dapat dikukuhkan dan dilantik. Perlu diketahui, dana hibah APBD Kabupaten Bengkayang untuk tahun ini belum data dicairkan, karena belum adanya kepengurusan baru, oleh karena itu segera susun kepengurusan yang baru dan program kerja, baru dana hibah tersebut dapat cair,” tegas Gidot di Lala Golden, Sabtu (12/3).
Selain itu, program-program kerja segera dilakukan, ajak pengkab yang ada di Bumi Sebalo untuk bersama-sama membuat program, setelah terhimpun itu lah program kerja KONI Bengkayang.Pemda Bengkayang mendukung KONI Bengkayang sesuai dengan porsi yang ada.
Sudah barang tentu kami akan dukung dalam hal pembinaan, pembiayaan, terutama pembenahan organisasi.KONI harus ada secretariat. Dalam hal pembinaan, kami berikan sesuai dengan progam mereka.
“Dengan terpilihnya Ketua KONI Bengkayang yang baru, diharapkan dapat terwujud saat kepengurusan yang lama yakni 2006-2010 belum terelalisasi dapat terwujud. Minimal terwujudnya GOR di Kabupaten Bengkayang,” harap Gidot saat konferesi pers.
Ketua Umum KONI Bengkayang 2006-2010, Drs Jacobus Luna MSi meminta maaf kepada insan olahraga Bumi Sebalo karena tidak terealisasikannya pembangunan GOR di Kabupaten Bengkayang hal ini karena terbentur anggaran. Apa yang belum terwujud, semoga kepengurusan yang baru dapat merealisasikannya. Begitu juga dengan SDM harus di tingkatkan untuk kemajuan olahraga di kabupaten ini.
“Dana yang kurang, kita dapat berprestasi dengan mengirim atlit yang berpotensi untuk meraup atau meraih medali. Para atlit pu dapat mengerti dalam hal ini, walaupun bonusnya sealakadarnya,” aku Bupati Bengkayang Periode 2000-2005 dan 2005-2010.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Bengkayang periode 2010-2015 terpilih, Ir Martinus Khiu mengatakan,program kerja yang ingin ia lakukan ialah pembangunan gedung satu atap. Hal ini dimaksud untuk pengurus KONI Bumi Sebalo dan ke 23 Pengkab yang ada untuk bekerja.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman karena telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin KONI Bengkayang lima tahun mendatang,” ucap Khiu usai kegiatan Musorkab Ke I KONI Bengkayang, kemarin. (cah)
Kecamatan Bengkayang Belum Merdeka
BENGKAYANG. Kecamatan Bengkayang terletak di ibu kota kabupaten. Walaupun kecamatan dekat denga pusat pemerintahan Bumi Sebalo, tetapi selama 11 tahun Bengkayang menjadi kabupaten, kecamatan ini masih belum merdeka dan tidak tersentuh pembangunan terutama di pinggiran kota.
Kasa STP, Camat Capkala mengatakan, saat Musrenbang Kecamatan dilakukan, skala prioritas yang di inginkan oleh masyarakat Capkala ialah jalan pertanian. Hal ini dikarenakan jalan antar desa di kecamatan ini masih sulit.
“Apabila jalan pertanian sudah terelalisasikan, masyarakat mudah untuk menjual hasil pertanian dari lahan mereka, sehingga terwujud kesejahteraan penduduk Kecamata Capkala yang selama ini mayoritas tingkat perekonomiannya tergolong rendah,” terang Kasa ditemui dikediamannya di Jalan Bambang Ismoyo, belum lama ini.
Parahnya, banyak masyarakat di Kecamatan Capkala yang tidak mengenal dengan mantri tani atau PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan). Banyak warga yang mengeluh pada dirinya. Oleh karena itu, ia menegaskan pecat saja PPL yang tidak mau bekerja. Seharusnya PPL tersebut tinggal di daerah tugasnya sehingga apa yang diprogramkan dapat terealisasikan.
Sama halnya dengan Camat Bengkayang, Yustinus Kancil. Ia membeberkan saat musrenbang kecamatan berlangsung, masyarakatnya banyak menginginkan jalan. Hal ini bukan tanpa alasan, karena jalan factor utama untuk meningkatkan perekonomian dan kebutuhan primer saat ini.
“Walau Kecamatan Bengkayang terletak di ibu kota kabupaten, tetapi kecamatan ini masih belum merdeka terutama dalam hal jalan untuk akses menuju ke desa dan dusun yang ada di kecamatan ini,” keluh Mantan Camat Tujuh Belas ditemui di Hotel Lala Golden, belum lama ini.
Sudah 11 tahun Bengkayang menjadi kabupaten, Desa Bakti Mulia dan Setia Budi yang notabene letaknya merupakan pinggiran kota Bengkayang masih dianaktirikan dan tidak pernah diperhatikan untuk dibangun oleh Pemda Bengkayang.
Selain jalan, masyarakat kebanyakan meminta air bersih. Hal ini dianggap wajar, karena sungai Sebalo saat ini sudah tercemar oleh Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan warga membuang sampah ke DAS Sebalo.
Ia menceritakan sebelum Bengkayang menjadi kabupaten, DAS Sebalo dapat di konsumsi oleh masyarakat disekitar aliran sungai. Namun, kini jangankan untuk di konsumsi, untuk mandi saja sudah tidak layak.
Sementara itu, Kumas, Kasi Sarana dan Prasarana Dians Pertanian Kabupaten Bengkayang mengungkapkan, saat ia bersama staffnya survey di Kecamatan Bengkayang dalam hal untuk melihat potensi lahan untuk percetakan sawah dan jalan pertanian.
“Saya sangat terkejut sekali, di beberapa desa dipinggiran kota Bengkayang yang masuk dalam wilayah Kecamatan Bengkayang memiliki potensi untuk membuat percetakan sawah dan masyarakat sangat membutuhkan untuk mewujudkan swasembada beras Bumi Sebalo,” kata Kumas ditemui dikediamannya di Jala Basuki Rachmad.
Selama ini, Pemda Bengkayang hanya focus pembangunan di kecamatan kecuali kecamatan yang berada di ibu kota kabupaten. Sangat mengherankan sekali, daerah pinggiran kota Bengkayang selama ini tidak diperhatikan dalam hal pembangunan padahal jarak tempuh dekat. Hal ini sama dnegan pepatah tua mengatakan semut di puncak bukit terlihat, sedangkan gajah didepan mata tidak terlihat. (cah)
Kamis, 10 Maret 2011
Rambu-Rambu Lalu Lintas Di Buang Saat Pengerjaan Proyek
BENGKAYANG. Rambu-rambu lalu lintas di sekitar jalan provinsi dan kabupaten banyak yang rusak dan tidak lagi berada di tempat semula. Banyak kejadian dimana rambu-rambu lalu lintas dibuang dan digusur oleh pengerjaan proyek jalan, drainase dan pelebaran jalan.
Yulius Yulianus, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bengkayang mengatakan, para kontraktor yang sedang mengerjakan proyek di Bumi Sebalo terutama pelebaran jalan, pembuatan parit atau drainase baik itu jalan provinsi maupun kabupaten menginggatkan pekerjanya untuk tidak membuat rambu-rambu lalu lintas hilang ditempat atau di buang.
“Saya heran dengan kontraktor, karena tidak memberitahu kepada pekerjanya saat mengerjakan proyek untuk tidak membuang atau merusak rambu-rambu lalu lintas di sekitar lokasi. Apabila rambu-rambu tersebut mengganggu saat pengerjaan, cabut dan simpan baik-baik, usai proyek, taruh lagi di tempat semula, jangan di gusur dan dibuang,” kesal Mantan Kakan Kesbangpol-Linmas Kabupaten Bengkayang ini ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Yulius menjelaskan, rambu-rambu lalu lintas yang dirusak tersebut, diambilnya di Jalan provinsi dan baru satu ia dapatkan kemudian masih ditaruh pada mobil dinasnya untuk diamankan di kantornya. Hal ini akan ia tindaklanjuti dan akan memanggil kontraktor tersebut ke ruang kerjanya.
Selain itu, di Jalan Swadaya Kecamatan Bengkayang saat pengerjaan parit, para pekerja mengaduk semen di badan jalan. Ini jelas-jelas mengganggu ketertiban umum. Padahal jalan untuk berlalu lintas bukan tempat untuk mengaduk semen.
Akibat pekerja mengaduk semen di badan jalan, pengguna jalan mau tidak mau harus mengalah. Padahal dalam aturan perundang-undangan para pekerja tersebut sudah mengganggu ketertiban umum bagi pengguna jalan.
Dari pantauan awak Koran ini dilapangan, banyak rambu-rambu lalu lintas baik itu di jalan provinsi maupun kabupaten banyak yang sudah rusak. Ada tiangnya saja sedangkan plagnya entah kemana. Ada pula tiangnya miring dan tumbang.
Kemudian plangnya benyok dan bocor karena hantaman benda keras. Parahnya, tiang rambu-rambu lalu lintas berpindah ke bukit atau ke jurang ulah individu yang tidak bertanggungjawab. Sedangkan terkait dengan gangguan pengguna jalan terhadap penyemenan parit memang nyata dilapangan. Awak Koran ini melintasi jalan tersebut harus ekstra hati-hati. (cah)
Langganan:
Postingan (Atom)








