SURAT KEPUTUSAN

SURAT KEPUTUSAN
SK DARI MENTERI PERTAHANAN DAN KEAMANAN RI

Selasa, 02 November 2010

Hadapi UAN, SMP Negeri 2 Siding Target 49 Persen Tingkat Kelulusan




Bengkayang. Kondisi yang sangat memprihatinkan sekali bagi dunia pendidikan yang berada di daerah perdalaman seperti SMP Negeri 2 Siding. Tidak adanya akses darat yang memadai membuat lokasi sekolah tersebut sangat terisolir dari dunia luar dan jauh ketertingalan dalam IPTEK. Menghadapi UANG tahun ajaran 2009/2010, sekolah perdalaman tersebut hanya menargetkan 49 persen kelulusannya.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Siding Matius Van Basten SPd mengatakan, jumlah tenaga pengajar yang ada di tempat kerjaya sebanyak tujuh orang guru dan satu TU. Tiga PNS termasuk dirinya, dan empatnya tenaga honorer.
“Setiap guru merangkap dua mata pelajaran, bahkan ada yang tiga. Adapun PNS yang ada hanya berlatar belakang guru Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Mau tidak mau, demi menjalankan tugas Negara dan mencukupi jumlah jam mengajar wajib bagi PNS sebanyak 24 jam dalam seminggu,” aku bapak satu anak ini ditemui di Jalan Jerendeng AR Bengkayang, Kamis (28/10).
Ia menjelaskan, saat ini anak didiknya hanya berjumlah 52 orang. Untuk kelas III yang akan ikut ujian berjumlah 17 orang, jumlah yang sama juga dengan kelas II, sisanya kelas I. Tahun ajaran sebelumnya, hanya ia sendiri guru PNSnya, yang lainnya tenaga honorer dari tamatan SMA yang mayoritas penduduk pribumi.
“Tahun ajaran 2009/2010 siswa kelas III yang mengikuti ujian nasional sebanyak 13 orang dan yang lulus hanya lima orang saja atau sekitar 39 persen. Untuk tahun ini kami menargetkan tingkat kelulusan 49 persen atau sebanyak delapan siswa,” ungkap Basten, kemarin.
Saat ditanya awak Koran ini mengapa hanya berani menarget 49 persen saja, tidak 100 persen. Jumlah tenaga guru yang PNS hanya tiga orang saja, jadi wajar kami mematok hanya segitu saja. Depdiknas saja mengatakan hasil tahun ajaran kemarin sudah cukup memuaskan karena hanya saya saja yang PNSnya.
Ia mengungkapkan, ada beberapa alternatif jalan menuju tempat kerjanya yang berlokasi di Desa Sungkung II Kecamatan Siding. Apabila melalui udara, dari Bengkayang ke Serukam, dan memakai pesawat, dan waktu tempuh yang dibutuhkan kurang lebih 30 menit sudah tiba di Sungkung I, kemudian diteruskan berjalan kaki selama enam jam ke Sungkung II.
Jalan darat ada beberapa opsi, yakni dari Bengkayang ke Entikong, setelah tiba di Entikong kita harus bermalam terlebih dahulu karena menunggu motor air. Saat menggunakan motor air, seharian perjalanan yang dibutuhkan untuk tiba di Sungkung II. Apabila sungai kering, rombonga akan bermalam di kampung dekat dengan sungai.
Untuk sampai ke SMP Negeri II Sungkung dapat juga melalui Bengkayang ke Suti Semarang, kemudian berjalan kaki melewati jalan setapak selama enam jam baru sampai. Dapat juga dari Bengkayang ke Seluas, kemudian dari Seluas memakai motor air menuju Sebujit atau Siding, kemudian berjalan kaki naik turun gunung baru baru sampai. Inilah susahnya apabila bertugas di daerah terisolir dan belum merdeka dalam hal pembangunan.
“Besarnya biaya yang harus dikeluarkan menuju SMP Negeri 2 Siding terasa memberatkan. Apalagi saya selaku kepala sekolah, banyak yang harus dikerjakan untuk laporan ke UPT, maupun di Dinas Pendidikan kabupaten. Akses darat yang masih menggunakan jalan tikus membuat mobilitas terhambat dan ongkos yang membengkak,” keluh Basten.
Dana BOS yang diterima setiap triwulan sebesar enam juta rupiah masih terasa belum cukup. Sedangkan untuk membayar tenaga guru honor dan TU setiap bulannya pas-pasan, macam mana mau membeli sarana dan prasarana penunjang lainnya untuk belajar mengajar.
“Untuk mengisi pos yang lainnya dan menunjang sarana dan prasarana yang dibutuhkan, kami melakukan rapat komite dengan mengundang seluruh orang tua murid, perangkat desa, tokoh adat, agama, dan masyarakat serta komite membahas permasalahan ini dengan masing-masing itemnya,” jelasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar